Assalamualaikum wr wb.
Majalah Tarbawi edisi 22 Oktober 2009 mengangkat isu tauhid yang mengingatkan bahwa manusia pada dasarnya adalah makhluk yang sangat lemah. Segala sesuatu hanya Allah swt yang maha kuasa. Tiada satu hal di dunia bahkan di alam semesta ini yang luput dari perhatian Allah swt. Bahkan sehelai daun yang jatuh di tengah hutan yang lokasi nun jauh di sana, Allah oun mengetahui dan memberikan ijin atas kejadiannya.
Seperti biasa, majalah ini menurunkan tiga artikel berat penuh makna di bagian awalnya untuk mendukung tajuk “Pada Akhirnya, Kita Hanyalah Manusia”. Sudah lama saya berlangganan majalah ini karena setiap edisi selalu memberikan peringatan yg saya rasa cocok buat saya yang dhaif ini. Teguran paling mengena pada saya di edisi ini adalah tentang kelalaian dalam bertasbih kepada Allah swt. Mengapa manusia begitu mudah lalai dalam bertasbih sedangkan burung saja rajin bertasbih kepadaNya.

Kisah-kisah yang dicontohkan pun begitu penuh makna dan membekas di hati. Kisah tentang orang yang kakinya tinggal satu dan salah satu dari tujuh anaknya mati namun masih bersyukur karena uyanhg disisakan Allah untuknya masih banyak: satu kaki lagi dan dua tangannya, serta enam anak yg masih hidup. Yang paling mengharukan adalah kisah seorang ibu yang melahirkan anak yg lemah dengan otak rusak, lumpuh, tak bisa membuka matanya. Dokter telah memvonis si anak yg bernama Abdullah bahwa tak ada lagi peluang hidup. Namun sang ibu masih punya satu hal: doa kepada Allah swt. Kuasa Allahpun bekerja dan sang anak sembuh serta tumbuh normal. Subhanallah!
Semuanya berpusat pada keyakinan kita bahwa Allah satu-satunya yang Maha Kuasa yang menentukan apa yang terjadi di semesta alam ini.
Wass,
G