- Untuk hal yang sifatnya tehnis, menyangkut strategi, maka “demokrasi” boleh dijalankan. Namun yang bersifat fundamental mengenai kebenaran dan tauhid, hanya ALLAH SWT yang paling benar, bukan suara terbanyak (voting dan musyawarah). Di perang Uhud, Rasulullah SAW memiliki pendapat berbeda dari suara voting (demokrasi) namun beliau mengikuti suara terbanyak, meski beliau adalah PEMIMPIN, KOMANDAN perang.
- Manusia begitu mudah tergoda dengan godaan duniawi. 46 dari 50 orang yang ditugaskan Rasullullah menjaga bukit tergiur dengan harga pampasan perang dan menyerbu harta. Akhirnya musuh (dipimpin oleh Khalid ibn Walid, yang saat itu masih kafir) menyerang bukit tersebut.
- Mengabaikan perintah atasan (46 orang) mengakibatkan keseluruhan pasukan yaitu 656 orang menderita kekalahan.
Perang Uhud bukannya kekalahan, tapi kemenangan karena malam harinya musuh langsung diserbu sehingga Makkah seperti kota mati selama 3 hari