Umar tergolong pemuda yang gagah perkasa dan pemberani. Ia merupakan pemuda yang sangat menjunjung tinggi persatuan Quraisy sehingga ia begitu murka dengan rasulullah SAW dan berniat membunuhnya. Pada suatu hari ia berniat menjumpai Rasul dengan menghunus pedang tajam di tangannya. Dalam perjalanan mencari rasul Muhammad SAW ia menjumpai seorang burnama Nua’im bin Abdullah. Terjadilah dialog antara Umar dengan Nuaim. Setelah mengetahui maksud Umar untuk membunuh rasul, Nuaim menyarankan supaya Umar mengurus keluarganya sendiri. Mengapa? karena adik Umar yang perempuan sudah menjadi pengikut nabi Muhammad. Maka ia berputar haluan menuju rumah adiknya. Di rumah adiknya ia mendengar di dalam rumah ada yang sedang membaca sebuah bacaan yang ia tidak faham. Mengetahui bahwa adiknya sudah masuk Islam maka Umar berang dan memukul, menghajar suami dari adik perempuannya yang bernama Said bin Zahid. Adiknya berusaha membela tapi secara refleks Umar membela diri yang menyebabkan adiknya terluka di wajahnya. Melihat adiknya beradarah hati Umar luluh. Akhirnya ia meminta adiknya membagi bacaan yang adiknya baca saat ia datang tadi. Adiknya memberi bacaan tersebut yang merupakan sebagian ayat-ayat Al Quran surah Taha ayat 1 sd 16. Setelah membaca keindahan surah Taha, akhirnya Umar menyatakan keinginannya masuk Islam.
Umar kemudian mencari rasul Muhammad untuk kepentingan yang berbeda dari rencana semula. Dihadapan rasulullah Muhammad SAW Umar mengucapkan dua kalimat syahadat sebagai ikrar masuk Islam. Masuknya Umar ke Islam merupakan suatu perubahn besar bagi muslim karena sejak itu mereka tidak takut lagi beribadah secara terbuka.
Wass,
G
[disaripatikan dari Kajian Ba'da Zhuhur di Masjid BI, Jakarta, 9 Juni 2009]
Referensi:
http://en.wikipedia.org/wiki/Umar