Assalamualaikum wr wb.
Sudah empat hari Imam Ibrahim meninggalkan negeri ini dan saya semakin merasa kehilangan. Pada saat beliau masih di sini saya sering komunikasi maupun bertemu beliau. Pertemuan paling panjang terjadi pada malam terakhir (4 Mei 2009) sebelum kepulangan beliau ke Sydney. Banyak hal kami bahas malam itu baik mengenai aqidah maupun fiqih. Malam ini tiba2 saya ingat cerita beliau berkaitan dengan lawatannya di sebuah kota di Jawa Tengah.
Saat itu Imam dimintai bantuan seorang ibu rumah tangga yang mengalami masalah hubungan tak harmonis dengan suaminya, seorang dokter sukses di sebuah rumah sakit di kota tersebut. Sang ibu menuturkan betapa suaminya tidak peduli dengan keluarganya karena terus menerus bekerja di rumah sakit, kurang perhatian ke anak dan istri. Oleh karena itu suami istri ini sudah beberapa bulan pisah rumah. Setelah si ibu ini curhat segala sesuatu ke Imam, akhirnya ia bertanya secara jujur, tegas dan sopan apakah ada orang lain dalam kehidupan si ibu ini. Mendapat pertanyaan yang tak terduga ini si ibu langsung gelagepan dan menoleh ke saudara perempuannya yang kebetulan menemani saat itu. Setelah cukup lama, si ibu mengakui bahwa memang ada PIL di kehidupannya. Lantas imam menanyakan bagaimana PIL tersebut menurut ibu. Ibu itu menjawab bahwa PIL tersebut sangat baik dan penuh perhatian kepadanya. Imam kemudian menanggapi bahwa PIL tersebut jelas tidak baik. Mengapa? Kalau ia benar2 pria yang baik, tidak mungkin dia memacari istri orang. Ibu tersebut terhenyak seperti mendapat tamparan maut dari imam yang dengan sanatinya mengatakan hal tersebut, tanpa kompromi. Imam mengatakan justru suaminya orang yang baik karena bekerja keras untuk keluarganya. Imam menyarankan supaya si ibu menerima suaminya kembali karena tergolong orag yang baik dan pekerja keras, apalagi mereka telah memiliki anak yang masih kecil.
Setelah pembicaraan tersebut, sang Imam kemudian diundang ke rumahnya, esok harinya. Imam, ditemani kerabatnya, akhirnya mengunjungi rumah ibu yang sudah tak hidup dengan suaminya. Subhanallah! Rumahnya ternyata begitu indah dan megahnya…tergolong orang kaya, tentunya. Imam kemudian membacakan ayat2 Al Quran di rumah tersebut untuk si ibu tadi. Setelah pembacaan Al Quran oleh imam, akhirnya ia meminta si ibu menelepon suaminya untuk datang ke rumah. Suaminyapun datang beberapa menit kemudian, dan yang lebih penting lagi, hubungan mereka menjadi lebih baik.
Dengan ijin Allah SWT, Imam Ibrahim telah berhasil mempersatukan keluarga yang cerai berai. Subhanallah! Kekuatan doa dengan ayat-ayat Al Quran bisa meluluh-lantakkan godaan syetan dan iblis yang meyebabkan permasalahan si ibu dengan suaminya. Sebenarnya, tidak hanya ini saja yang dilakukan Imam, di Australia beliau banyak sekali merujukkan keluarga berantakan dengan berbagai lasan sehingga bersatu kembali. Beliau juga sering menyembuhkan orang yang sakit dengan membacakan ayat-ayat suci Al Quran. Sebuah kisah yang mengharukan.
Wass,
G