Assalamualaikum wr wb.
Ini adalah sebuah kisah tentang seorang anak muda bernama Mubarok. Ia sedang mencari kerja dan akhirnya mendapatkan majikan yang memiliki kebun sangat luas. Sang majikan mempekerjakan Mubarok untuk menjaga kebunnya yang sangat luas dengan sebaik-baiknya.
Dua tahun kemudian, sang majikan sedang menyiapkan jamuan untuk tamu-tamu yang akan mengunjungi kebunnya. Demi pemberian rasa hormat, sang majikan ingin menyajikan “yang terbaik” dari hasil kebunnya. Iapun memerintahkan Mubarok untuk memetik buah-buahan “terbaik” dan “yang paling manis” dari kebunnya. Sebelum disajikan ke tamu-tamunya, sang majikan mencicipi buah yang telah dipetik oleh Mubarok.Maka sang majikan mencicipi buah-buahan yang telah dipetik oleh Mubarok. Setiap mencicipi buah-buah tersebut sang majikan selalu mendapatkan buah yang “pahit” tidak sesuai harapannya. Maka setelah lebih dari tiga kali mendapati buah-buahan yang pahit, maka sang majikan menanyakan ke Mubarok:
“Bukankah aku minta ke kamu supaya menyediakan buah-buahan pilihan yang paling manis dari kebunku? Mengapa pula kamu, ya Mubarok, memberikan untuk tamu-tamuku buah yang pahit-pahit …?”
“Ampun Tuanku,… sesuai perintah Tuanku sebelum hamba bekerja di sini, hamba diberi amanah Tuanka untuk menjaga kebun Tuanku. Selama saya bekerja di sini, hambamu hanya menjaga kebun saja. Hamba tidak pernah merasakan bagaimana rasa buah-buahan dari kebun ini …,” jawab Mubarok.
Mendengar jawaban ini, sang majikan tertegun dan sempat tidak bisa bicara selama beberapa detik memikirkan betapa pemuda ini memegang amanahnya dengan baik. Selama dua tahun lebih ia bekerja, tak satu buahpun dari kebun ini ia makan… Subhanallah!
Sang majikan akhirnya menanyakan apakah Mubarok sudah menikah? Karena belum menikah, akhirnya sang majikan berkonsultasi dengan seorang bijak mengenai ide memberi hadiah Mubarok dengan memberikan putrinya yang cantik dan solehah untuk diperistri Mubarok.Orang bijak tersebut memberi nasehat bahwa mendapatkan suami yang soleh jauh lebih utama daripada suami yang tampan atau banyak harta.
Pernikahan Mubarok dengan putri sang majikan akhirnya melahirkan seorang anak soleh yang kemudian menjadi ulama besar … Abdullah bin Mubarok.
*** Disarikan dari Catatan mengikuti Kajian Dzuhur di Mushalla Indosat (4 Mei 2009) ***
Wass,
G