Assalamualaikum wr wb.
Ini sebenernya renungan buat saya pribadi, tapi saya tulis di sini barangkali ada temen2 yang merasakan hal sama dengan saya. Semuanya terkait dengan mencari rhamat dan ridhla Allah SWT selama kita masih di dunia yang fana ini. Sepeti kita pahami semuanya bahwa Allah SWT menguji iman kita dengan keindahan yang ada di dunia ini. Seberapa kuat kita bisa menerima ujian tersebut menunjukkan tingkat ketakwaan kita kepadaNya. Seringkali kita mencari suatu “keberhasilan” di dunia ini dengan doa agar semuanya tercapai. Namun kita sering tak sadar bahwa dengan kita telah “mencapai” sesuatu seringkali iblis dan setan menggoda kita dalam ketakwaan kita kepada Allah SWT. Seberapa sering kita mendengar kisah orang yang lalai ketakwaannya kepada Allah setelah ia mencapai posisi kekuasaan tertentu, dengan limpahnya harta kekayaan, meluasnya pengaruh dan popularitasnya. Sering kita mendengar itu. Semoga kita tak termasuk kedalamnya.
Yang saya alami belakangan ini serupa dengan uraian saya di atas. Tanggal 23 April 2009 saya telah berhasil menggelar suatu acara “An Evening of YES Music Plus” yang menampilkan musik-musik dari band kesukaan saya YES sejak saya masih SMP. Yes juga adalah salah satu kelompok yang saya sering nikmati “berlebihan” bahkan sampai mengabaikan panggilan Allah SWT melalui adzan meski dua tahun belakang saya sudah mulai shalat berjamaah di masjid. Alhamdulillah saya matikan musik kesukaan saya begitu mendengar adzan dan segera bergegas ke masjid. Namun malam itu saya sebagai host cukup letih dan pulang sampe rumah sudah dini hari. Yang terjadi kemudian, esok paginya saya tidak bisa bangun mengikuti shalat Subuh berjamaah di masjid. Saya sangat menyesal. Saya ingat ada suatu kisah dimana seorang pahlawan besar begitu suksesnya berhasil merebut kekuasaan sebuah kota besar. Namun sang Pahlawan tersebut menangis sekeras-kerasnya menyesali apa yang ia perbuat karena telah meninggalkan shalat Subuh berjamaah. Baginya, kemenangan atas suatu kota sangat kecil sekali artinya dibandingkan dengan Shalat Subuh berjamaah di masjid. Yang saya lakukan hanya keberhasilan menyelenggarakan konser musik Yes pada malam itu, tapi menyesalnya kemudian karena saya tidak mengikuti shalat Subuh berjamaah. Ya Allah, Rabb ku yang Maha Kuasa .. ampunilah aku …
Wass,
G
[...] Disamping kegembiraan saya, ada juga satu kesedihan mendalam yang saya alami dan saya tulis di sini. [...]
Baca tulisan pak Gatot ini…saya jadi merenung… entah sudah kesekian kalinya adzan subuh terlewatkan begitu saja….., dalam hati sbenarnya sih sadar….tapi begitulah masih belum sepenuhnya bisa menggerakkan langkah kaki…….
Sekarang saya masih dalam tahap terus selalu berusaha, langsung melaksanakan sholat 5 waktu usai kumandang adzan (syukur-syukur bisa jemaah dimesjid..)…
Mudah2an Allah swt selalu memberikan hidayah & rahmatnya kepada kita semua… Amin…
Terimakasih dan salam pak….,
“Chanks”
Memang shalat paling berat ya Subuh, bro Chanks … Menurut ustadz yang pernah saya dengar ceramahnya, setan mengganngu kita dalam tiga tahap pada saat Subuh:
1. menggoda manusia supaya tetap memejamkan mata
2. andaikan manusia sudah melek matanya, setan menggoda manusia agar kita malas bangun (duduk) di tempat tidur
3. andaikan kita sudah duduk, setan masih mengganggu kita supaya kita tidak melangkah mengambil air wudhu
Kalau kita lolos dari tiga tahap tersebut, kita benar2 terbebas dari gangguan setan subuh. Artinya, setelah kita mengambil air wudhu, setan udah lari tunggang langgang. Makanya sangat jarang dijumpai manusia yang telah berwudhu tapi tidak mengerjakan shalat Subuh.
Jadi, kalau sampai sekarang sulit bangun shalat Subuh, itu jelas karena setan dan iblis sedang mengganggu kita. Setan telah bersumpah seumur hidup selalu mengganggu manusia, makanya setan senang kalau kita mengingkari perintah Allah, karena ada temannya masuk neraka jahanam …
Salam,
G
Assalamualaikum, wr wb..
Solat Fajar = Solat subuh aman
Sodaraku,..
Saya teringat nasehat almarhum abah waktu saya kecil, bahwa jika kita mengerjakan solat fajar, Allah akan memberikan segala kebaikan isi bumi ini.
Pelaksanaan solat fajar sebelum datang azan subuh, ada ustad yang mengatakan detik-detik kita mengucapkan salam pada tahiyat akhir solat fajar, kemudian datang azan subuh, itulah yang utama..
Jujur, saya pun sering mengalami kesulitan solat subuh tepat waktu,..tapi selalu saya ingat pesan cinta almarhum untuk selalu ber solat fajar,..karna dibalik itu kita pun otomatis alhamdulillah bisa mengerjakan subuh tepat waktu plus sunah qobliyah.
Durasi solat ( wajib / sunah ) paling lama 30 menit …bener ga ? sedangkan buat kegiatan diluar itu ? nonton berita di tv/kuis/motivator, 1 jam bener apa bener ?
Bagi orang sibuk, mungkin sering kita alami “ngantuk&capek”.
Sentilan di hati saya ” sudahkah kita adil terhadap diri kita sendiri ?”
Semoga kita selalu diberikan kekuatan untuk melawan kedholiman terhadap diri sendiri…amin yaa..Allah
Wassalam
Tenang aja Mas, ini bukan pembenaran. Tapi sepemahaman saya, waktu subuh yang pas itu sebenarnya ketika syafaq (fajar merah) sudah mulai tampak temaram di langit timur. Kalau saat ini kira-kira pukul 05.20 WIB. Yang juga berpegang pada pemahaman ini adalah kelompok/jamaah berambut merah di Sulsel, yang idul fitrinya kadang duluan sehari dari versi kelender pemerintah. Jadi, subuh berjamaah aja di rumah sama bojo-putra-putri. sumonggo.
O iya Mas, saya usul dan Njenengan wajib memenuhinya
! Ramadhan iki mbok dianakke diskusi spiritual music. Saya yakin YISC Al Azhar, Masjid Biru PI, dll, welcome bangedt. Dari aspek fiqih, selain sekondan Njenengan, bisa juga hadirkan Kyai2 Progresif dari misalnya HTI. Insya Allah bakal tab markantab!
Assalamualaikum wr wb.
Bu Siti Nurdjanah,
Terima kasih banyak atas sharingnya terutama terkait dengan shalat FAJAR. Betul sekali bahwa shalat ini memastikan kita tidak tertinggal adari shalat Subuh berjamaah di masjid. Menurut yang saya ketahui justru shalat ini dikerjakan setelah kita mendengar adzan Subuh dan dilakukan di rumah. Setelah itu kita berjalan menuju masjid. Memang, karena waktu yang sempit, bisa jadi ketika masuk masjid kita tidak sempat lagi melakukan tahiyatul masjid apalagi qobliyah.
Pencerahan dari Anda bhw shalat Fajar ini sebelum Subuh sungguh memberikan kabar baik dan semoga ini bisa dibenarkan, ada dalil / hadits nya. Mungkin teman2 lainnya ada yang bisa membantu?
Saya juga senang dengan statement ini:
” sudahkah kita adil terhadap diri kita sendiri ?”
Terima kasih banyak atas sharing nya ….
Mas Bowo,
Terima kasih banyk sharingnya. Mengenai diskusi musik kok saya gamang yah … Memang saya sering merenungi musik yang saya dengar dikaitkan dengan spiritual, namun apa iya ini menarik buat dibahas? Bagi saya pribadi memang iya… Tapi kan belum tentu buat orang lain. Saya memeng menulis berseri dalam hal ini di blog musik saya, dengan tajuk “Merajut Makna Melalui Prog Rock”.
Wass,
Gatot