Ini adalah catatan saya dalam mengikuti Kuliah Dhuha di masjid Nurul Hidayah sebagai bagian program Wisata Ruhani 100 Masjid dengan Bersepeda. Tanggal 19 April 2009 saya berkesempatan ke masjid ini dengan bersepeda. Ini adalah kunjungan saya yang kedua di acara rutin mingguan ini.
——-
Drs. H. Sofwan Nizamie
Ihdinas shirothol mustaqim – tunjuki kami jalan yg lurus
berarti juga agama yg lurus, yaitu Islam. Ini jelas sekali tertulis di Al Quran bahwa Islam adalah agama terakhir yang sudah sempurna. Bersyukurlah sebagian besar dari kita sudah mengenal Islam sejak dari keturunan ayah dan ibu kita. Banyak yang mengenal Islam dari proses pencarian yang panjang. Kita tidak perlu lagi mengucap dua kalimat syahadat karena semua bayi yang lahir sudah suci, jadi buat apa mengucapkan dua kalimat syahadat. Kalau seseorang pernah memeluk agama lain, maka wajib hukumnya mengucapkan dua kalimat syahadat.

Diskusi setelah kuliah Dhuha
Meski kita sudah di jalan (agama) yang lurus (benar) kita juga harus menghormati orang yg beragama lain karena mereka juga ciptaan Allah SWT.
Lakum dinukum waliyadin ..kita hormati agama orang lain, tidak perlu mengajak-ajak secara paksa.
Ihdinas shirothol mustaqim juga artinya Al Quran. Kalau Al Quran dan hadits tidak mengharamkan sesuatu maka jangan mengharamkan. Contoh:
Setelah selesai shalat salaman. Boleh. Tidak haram. Memang nabi Muhammad tdk melakukannya, namun bukan wewenang kita mengharamkan sesuatu, karena hanya Allah SWT yang berwenang penuh.
Qiyash: menyamakan hukum yg tdk diatur diagama dengan metode “analogi”. Misalnya: ganja, opium itu masuk dalam khamr karena mudharatnya
Contoh lain, kisah Haji Agus Salim ke Belanda merokok.
Namun begitu ditawari minuman, dia minta air putih.
Di Al Quran jelas dilarang, maka dimanapun di bumi ya haram hukumnya minum khamr.
Shirathal ladziina an’amta alaihim, ghairil ….jalan org2 yg telah Engkau beri ni’mat.
Istidraj …pemberian Allah tapi berisi ancaman, tidak shalat tapi badannya sehat. Kita tidak perlu iri dengan orang yang tak shalat tapi diberi kenikmatan oleh Allah. Ingat, kenikmatan tidak hanya di dunia, ada kenikmatan di hari akhir.
Minan nabi’ii …orang2 yg diberi nikmat dlm arti sebenarnya …bukan yg istidraj. Orang2 yg berjuang di jalan Allah, orang2 syuhada yag meninggal demi agama.
Wa shalihin ..orang2 soleh. Buka sejarah nabi. Orang2 soleh bisa kita contoh krn yg lain sulit dicapai.
Org2 soleh sangat menikmati hidupnya karena menjauhkan diri dari godaan dunia. Kalo kita bisa kumpul dengan orang soleh, sudah merupakan barokah. Bahkan begitu disebutkan saja Allah sudah menurunkan barokahNya.
Tombo Ati salah satunya ya kumpul dengan orang-orang soleh.
“Kumpul dengan orang-orang soleh”
“Siapa orangnya yg ketemu saja memberi manfaat, maka ucapannya mendatangkan manfaat, yaitu kebaikan”
Siapa lagi? Ya itulah orang-orang soleh.
Karunia? Agama, kesolehan.
Agama alur berpikirnya logis, meski ada beberapa hal yg sulit dianalisa dg akal kita. Namun agama perlu akal. Media dimana Allah memberikan kebajikan harus media yg baik. Orang-orang soleh itu media baik.
Ghairil ma’dhubi ….bukan jalan-jalan yg dimurkai Allah SWT.
Kisah2 di Al Quran jadikanlah ibrah (pelajaran): kisah-kisah kaum ‘Ad, kaum Samut, kaum Nabi Luth. Penyimpangan seksual membuktikan ketidaktakwaan kpd Allah. Hak asasi manusia? Masalahnya, Allah menciptakan berpasangan.
TANYA JAWAB:
1. (T) Bagaimana denga tren laki2 menjadi perempuan, padahal shalat.
(J) Kalau kita kawan, harus kita ingatkan. Allah melaknat orang-orang dari golongan laki-laki menjadi permpuan, dan sebaliknya …. Kalau sudah shalat, aksesnya lebih mudah diingatkan. Nabi menganjurkan anak usia 7 tahun sudah dipisahkan tempt tidurnya antara laki2 & perempuan. Ajarkan anak laki2 melempar lembing, renang, dsb.
2. (T): Koruptor kok masih diberi ni’mat. Lapindo kok makin jaya aja?
(J): Akhirat gak kemana-mana, akan ada pengadilan dimana hakimnya adalah Allah swt. Apalagi doa orang yg didholimi (meski org kafir) tdk ada penghalangnya dengan Allah SWT. Kita musti hati-hati dengan doa orang yang didholimi.