Assalamualaikum wr wb.
Karena ada pertanyaan dari Bro Lutfi tentang “Bike to I’tikaf” akhirnya saya tuliskan juga ini. Sebetulnya, sejak masuk Ramadhan, saya sudah berusaha membuat postingan singkat mengenai kegiatan Ramadhan yang saya ikuti. Namun, selalu saja tertunda sehingga numpuk dan hanya sempet beberapa kali (jangan2 hanya sekali?) memuatnya di blog ini.
Seperti tahun lalu, saya juga menjalankan kegiatan ini saat ini (sedang berlangsung, sudah hari keempat). Hanya saja, bedanya, kalau tahun lalu saya mengikuti ajakan klien, artinya ada PULL factor dari orang lain. Sedangkan tahun ini, tahu2 ada PUSH factor dari diri sendiri. Ya ini tentu saja mengingat semakin banyak saya telusuri, begitu berlimpah rahmat dari Allah yang tidak saya syukuri, betapa nistanya saya kalau mengingat ini. Ditambah lagi, saya hitung dosa masa lalu saya ternyata tak terhingga banyaknya. Maka, dengan sadar saya mendorong diri sendiri untuk memanfaatkan keutamaan bulan penuh ampunan, penuh barokah, dan sangat suci. Apalagi ada anjuran bahwa sebaiknya sepuluh hari terakhir Ramadhan kita menjalankan sunnah rasul dengan beri’tikaf (hadir dan menetap di masjid) mendekatkan diri kepada Allah SWT.

- Baru dateng di acara BukBer i-Rock! di Bad Miguel, Pejaten
Hari pertama, malem 21 Ramadhan yang jatuh pada hari Sabtu, 20 September 2008 malam ba’da Isya, saya mulai dengan hadir di Masjid Raya Bintaro di Sektor 9. Lho, kok Bintaro? Ini tak lain dan tak bukan adalah atas informasi dari ustadz Herry Nurdi. Dan ternyata memang benar .. sungguh nyaman menjalankan i’tikaf di masjid ini. Karena banyak urusan, antara lain ada acara Buka Bersama Komunitas i-Rock! di Bad Miguel, Pejaten, akhirnya saya baru bisa sampai di masjid Bintaro ini sekitar jam 22:00. Pada waktu hadir ke BukBer nya i-Rock!, saya memang bersepeda karena menyiasati macet luar biasa. Alhamdulilah saya sampai di Pejaten on time dan sempat shalat magrib berjamaah di masjid yang terletak di pertigaan pertama setelah masuk dari Republika. Seneng juga bisa hadir di acara komunitas penggemar musik rock ini karena suasananya hangat kekeluargaan dan menunya itu lho jan mana tahan tenan … Nasi Kucing Angkringan Fatmawati! Udah pernah makan belum? Gak gaul kalo gak pernah makan…. he he he …
Setelah dari acara BukBer, akhirnya menuju mesjid raya dan sepeda ceklek (seklek) Jildhan 29 dimasukkan ke

- Suasana BukBer i-Rock! Asik ketemu penggila rock .. he he ..
dalam mobil. Sampai di masjid sedang berjalan tausiyah. Asik suasananya. Jam 23:30 ada tausiyah diikuti muhasabah mengharukan yang membuat kita terisak-isak nangis sengguken saking suasananya membuat kita merasa banget betapa banyak dosa saya ke Allah dan berapa ribu kali saya harus mohon ampun sedangkan saya tidak tahu apa masih diberi kemewahan waktu yang lama buat bertobat. Jangan2 besok saya sudah “dul” dipanggil Allah Yang Maha Kuasa sedangkan saya belum banyak minta ampun ke Allah.
Muhasabah selesai jam 00:30 …dilanjutkan ngaji masing2, salat sunnah, dzikkir. Sungguh, karena tarikan perasaan dosa, saya gak merasa kantuk sedikitpun karena semakin lama saya semakin

Suasana i
tegang mengingat “tumpukan” dosa saya seperti gunung batu yang hanya atas kehendakNya saja bisa dihancurkan. saya sendiri, sebagai pendosa, sudah tentu tidak bakal mampu menghancurkan tumpukan itu. Jam 2:30 dimulailah qiyyamullail (shalat malam berjamaah) yang saat itu menunya adalah Juz 21 secara keseluruhan. Jam 3:30 usailah qiyyamulail dan kita makan sahur bersama. Heran juga, dengan infaq Rp. 20.000,- per orang kok bisa i’tikaf di masjid ini untuk dua malam lengkap dengan sahur dan buka. Opo tumon? Begitulah kalau kita menjadi tamu di rumah Allah, kita dijamu habis! Setelah itu kita Subuh berjamaah dan ada kultum setelah Subuh.
Ba’da kultum Subuh, saya lanjutkan baca Quran lagi. Sekitar jam 6:00 saya merasa perlu untuk menyegarkan diri dengan mandi. Ini adalah pertama kali saya mandi di masjid dan saya takut apa bisa. Bukan apa2, klosetnya jongkok man! tapi ya karena niat ….bisa juga tuh buang hajat dengan jongkok. Mungkin karena terbiasa bersepeda ya…he he … Cilakanya, pas mau mandi, ternyata gak bawa sabun mandi.,…walahhhh!!! Untung bawa shampo. Terpaksa deh, gosok badan dengan shampo …hahaha …seru juga. Abis mandi, baca Quran bentar, terus tidur …. Jam 8:00 konon ada kuliah Dhuha.

- Suasana Kuliah Dhuha oleh seorang Habib dari Condet, di Masjid Raya Bintaro
Bener juga jam 8:15 dimulai kuliah Dhuha oleh seorang Habib dari Condet. Asik sekali. Beliau membahas fadhillah mengenai puasa. Dari cara menyampaikan materi, kelihatan sekali habib ini sangat tinggi ilmunya. Yang menarik bagi saya adalah kisah beliau waktu diminta menemani temennya yang akan melamar gadis di Madiun. Bukan karena Madiun nya …(meski ada juga sih …) tapi kisahnya itu lho. Ternyata, pas sampai di Madiun sang gadis sedang sakit dan dirawat di rumah sakit Santa Maria (ha ha ha .. saya ingat sekali masa kecil saya. Rumah sakit ini pancen top markotop …selain Rumah sakit Umum yang di Jl Dr. Sutomo). Sakit yang diderita adalah kencing batu. Saran dokter, si gadis harus puasa tidak makan minum mulai pagi jam 5:30 hingga sore 17:30, alias 12 jam puasa. Apa yang terjadi? Setelah puasa, batu yang ada di saluran kemih si gadis keluar!!! Subhanallah …. !! Jadi memang betul bahwa puasa itu menyembuhkan penyakait. Meskipun, sang Habib juga bilang bahwa tidak berarti semua sakit bisa disembuhkan dengan berpuasa kalau sakitnya karena kelaparan (misalnya).
Menarik sekali ulasan dari Habib tsb (maaf tidak tahu namanya) sehingga banyak yang bertanya dan baru usai semuanya sekitar jam 10:30. Setelah itu dilanjutkan masing2 baca Al Quran atau salat sunnah atau dzikkir dan kemudian shalat Dzuhur berjamaah. Yang juga menarik adalah bahwa ba’da Ashar bakalan ada ceramah Ekonomi Syariah dari pakarnya langsung: Ustadz Adiwarman Karim. Tausiyahnya memang tepat dimulai jam 16:00 sesuai rencana dengan didahului tilawatil Quran. Menarik banget tausiyah pak Karim ini karena dilaksanakan secara interaktif, melibatkan jamaah i’tikaf di mesjid Raya tersebut. Saya merasa banyak menggali ilmu dari ustadz yang sangat kaya akan ilmu ini. Sekaligus, saya bersyukur sudah memutuskan berhenti bekerja dari institusi ribawi Citibank NA di tahun 2001 yang lalu. Alhamdulillah masih istiqomah dan insya Allah berlanjut untuk tidak bekerja di perbankan konvensional yang sarat riba. Hukuman riba paling ringan adalah sama dengan hukuman menyetubuhi ibu kandung sendiri! Audzubilla min dzalik ….
Sementara sampai sini dulu .. ntar disambung lagi ye …
Wass,
Gatot
subhanallah….. semangat sekali cerita i’tikafnya. semangat!
yang puasa, yg mau belajar agama. keluar mani tidak membatalkan puasa. bagaimana? (Jawablah di blog saya ya)
Subhanallah om G!!!
Tob markotob ceritanya. Duh…jadi pengen itikaf mumpung masih ada waktu.
Yg paling dket k rumahku ya ke Sunda kelapa.
hahaha….sabun jgn ketinggalan lagi ya om. Asli ngakak bacanya kekeke…
@ Bro day ….
Semangat,….semangat ….
Mumpung masih diberi kesempatan sama Allah swt …
@ Bro Lutfi,
Ayo /… ayo .. kita i’tikaf buat kebaikan kita semua. Saya senang dengan semboyannya di masjid BI:
“Meraih Ketakwaan dalam Kesederhanaan”
Saya sendiri pengen banget ke Masjid Sunda Kelapa. kenapa? Waktu Jumatan sebelum Ramadhan, diumumkan bahwa:
1. Imamnya dari Madinah langsung dan saat itu meng-imami shalat Jumat saya di situ
2. I’tikafnya sampai dengan jam 7 pagi. Kenapa? Ada haditsnya. Bagi mereka yang yang berdzikir setelah shalat subuh berjamaah hingga terbit matahari dan ditutup dengan shalat sunnah, maka pahalanya sama dengan pahala umrah atau haji. Subhanallah ….
So .. bergegaslah ke Sunda Kelapa ….!!! Saya sendiri pengen banget ….ntar deh diatur kapan …
Salam,
G
[...] I’tikaf Ramadhan 1429 H (bag 1) [...]
sekarang syech ali sholeh muhuammad telah kembali ke jakarta.. bagi yang ingin taklim dengan nya hub saya sbg manajemennya 087-88-1968-950
Wah terima kasih banyak pak Bachrum …
saya minta tolong dong tentang perjalanan beliau Al musawa bin fuad sejarah habib muzir…tolong yach secepatnya…semoga allah mnambahkan pahala bagi umatnya yg telah berbaik terhadap kaum muslimin dan muslimat…{amin}