Assalamualikum wr wb.
Hari Minggu malam, tanggal 3 Agustus 2008, saya menyimak siaran (dakwah) yang dilakukan di masjid Al
Barkah pagi hari, dan disiarkan ulang malamnya di radio RAS FM 95.5. Mohon maaf, saya tidak tahu siapa yang ceramah, namun materinya sungguh menarik. Beliau memulai tausiyahnya dengan mengutip penelitian seorang insinyur, bukan ustadz atau da’i, yang menekankan bahwa Indonesia merupakan pusat kebangkitan Islam di masa kebangkitan Islam yang kedua. Yang juga menarik, penceramah menyebut bahwa ayat pertama surah Al Israa’ yang menguraikan perjalanan hamba Allah dari Masjidil Haram ke Masjidil Asqa’ memberikan torehan makna yang mendalam bahwa pusat kegiatan berada di masjid. Nabi Muhamaad SAW melakukan semua kendali pemerintahan di jaman kekhalifahan melalui masjid. Setiap pertemuan sudah direncanakan ON TIME yaitu ba’da shalat Subuh, ba;da Dzuhur, ba’da Ashar, ba’da Maghrib dan ba’da Isya. Semua koordinasi beliau lakukan lewat masjid. Tak perlu telepon, fax, meja, kursi, dan sebagainya .. cukup lesehan di masjid.
Beliau menekankan lagi: “Inilah yang perlu kita lakukan dari jajaran puncak pemerintahan hingga rakyat, agar selalu hatinya tertambat kepada masjid. Bila seorang presiden selalu pikirannya tertambat pada masjid, mungkinkah ia korupsi? Tidak mungkin! Kalo seorang lurah selalu memikirkan mesjid, maka tak mungkin ia membiarkan korupsi terjadi di kantornya. “
Saya merasa bahwa ceramah tersebut sangat mendalam dan memberikan dampak yang bagus bagi kita semua. Ini mengingatkan pada kita betapa mulianya kita kalau setiap saat kita memikirkan mesjid. Tak akan ada lagi umat meninggalkan shalat kalau hatinya selalu mengingat masjid. Memang, inilah tugas kita bersama: bagaimana memobilisasi umat Islam supaya semakin antusias untuk menghadiri masjid sekurang-kurangnya lima kali dalam sehari di saat shalat fardhu. ini bukan tugas mudah, karena setan dan iblis telah secara jitu membidik kita dengan dingin dan gemerlapnya mall-mall dan pertokoan, tempat wiasata, hiburan .. yang tentu, membuat kita tergiur dan lebih mengutamakannya ketimbang masuk masjid yang umunya tidak gemerlap.
Mari .. kita bersama bahu-membahu mengajak teman, saudara, anak, ibu, kakek, nenek ..meninggikan kemuliaan mesjid di lingkungan kita, dengan melakukan shalat berjamaah di masjid. Memang bagi wanita tidak dianjurkan, namun bagi pria sudah SANGAT DIANJURKAN shalat berjamaah di masjid.
Yang juga menarik dari ceramah di radio RAS FM saat itu adalah bahwa sebaiknya kita menempati rumah
yang dekat dengan masjid, dan tempat usaha maupun kantor yang dekat dengan mesjid. Ini karena keberkahan utama ada di masjid. Semoga kita termasuk golongan orang2 yang mau membuka diri dan mengikuti ajakan ustadz tersebut. Amin.
Wass,
G