Senang sekali tadi malam membaca edisi Tempo terakhir yang mengupas cukup detail sejarah M Natsir dalam rangka memoeringati 100 Tahun Natsir. Terharu saya membaca kebersahajaan M Natsir dan santun nya dia dalam setiap sepak terjangnya, termasuk dalam membangun diskusi dengan lawan politiknya. Setelah negeri ini belakangan “terbongkar” semakin carut marut karena banyaknya aparat DPR dan Negara yang diduga korupsi, membaca kisah M Natsir merupakan suatu kedamaian tersendiri. Bayangkan, saat dia menjabata sebagai menteri Penenrangan, dia masih menggunakan jas tambalan. Begitu bersahaja ….
Saat ini kita menghadapi berita2 tak sedap seperti:

atau ini:

Saya tinggal menunggu ulasan tentang M Natsir yang akan diterbitkan Sabili minggu depan … udah gak sabar lagi nih …. Semoga politisi saat ini pada ngaca dari M. Natsir …
Salam,
G
alhamdulillah….
sabili nya udah keluar. ada bonus posternya, pula….
ternyata ada beberapa tulisan di TEMPO yang mencoba menyimpangkan secara halus sikap dan pemikiran pak Natsir (seperti tulisan di TEMPO yang mengatakan beliau tidak melarang anaknya yang belum berjilbab, dst).
alhamdulillah teman-teman SABILI bisa meng-counter.
salam kenal, bung….
Salam kenal!!!
Bung Qolbi, terima kasih komentarnya …
Ya.. saya tahu Sabili tgl 25 Juli memang edisi khusus M Natsir. Sengaja saya beli Tempo edisi Natsir sekedar ingin membandingkan content nya dengan Sabili yang akan terbit.
Saya akan cari hari ini Sabili nya karena Jumat lalu saya gak dapet ….
Alhamdulillah kalo sudah di counter oleh temen2 Sabili …
Wass,
G