Beberapa hari ini saya gundah dengan maraknya berita keceh duwik (banjir uang) yang disinyalir banyak terjadi di DPR yang berisi para wakil rakyat. Portal di Koran Tempo ini cukup menggambarkan situasinya:

Memang sih proses hukumnya sedang berlangsung dan belum secara hukum mereka (para wakil rakyat) tersebut terlibat, namun dari beberapa pengakuan dan tangkapan KPK sudah cukup jelas indikasinya. Bahkan teknologi suap baru ditemukan: transfer ke Money Changer! Luar biasa … hebat!!!
Coba Anda simak PORTAL tersebut. Terlihat gambar orang berpeci (kopiah) yang diasosiasikan sebagai seorang muslim. Bulyan Royan sang wakil rakyat pun berpeci. Inilah yang membuat saya sedih, secara fisik mereka menunjukkan identitas sebagai muslim yang dipersepsikan “baik” atau shalih. Tapi kok kelakuannya terima suap?? Apakah mereka tidak takut pada ayat2 suci ini? :
Kecelakaanlah bagi setiap pengumpat lagi pencela,
Yang mengumpulkan harta dan menghitung-hitung,
Dia mengira bahwa hartanya itu dapat mengekalkannya,
sekali-kali tidak! Sesungguhnya dia benar-benar akan dilemparkan dalam Huthamah.
Dan tahukah kamu apa Huthamah itu?
(Yaitu) api (yang disediakan) Allah yang dinyalakan,
Yang (naik) sampai hati.
Sesungguhnya api itu ditutup rapat atas mereka,
(sedang mereka itu) diikat pada tiang-tiang yang panjang.
(QS Al Humazah 104, 1 – 9)
Wass,
G