Mungkin iklan di harian KOMPAS ini sesuatu yang biasa:

Namun .. tidak demikian halnya dengan saya karena tagline “Apapun Isi Resep Dokter Anda Percayakan pada Century Health Care” sangat mengganggu karena pengalaman yang saya alami sungguh berbeda.
Pada tanggal 8 Februari saya mendapat resep dari drg. Ganesha untuk menebus resep. Saya menanyakan ke drg mengenai taksiran harga resep dan beliau jawab sekitar Rp. 30 ribu. Waktu itu hari sudah sore dan saya tidak sempat menebus hari itu juga. Karena keesoakn harinya ada janjian dengan teman lama di suatu mall dimana ada CENTURY Health Care yang mestinya menyediakan obat di resep tersebut (saya gak tahu obat apa) .Saya kaget ternyata obat tersebut harganya Rp. 166 ribu dan karena ada kartu anggota, saya mendapat diskon. Karena sudah percaya dengan CENTURY yang keliatannya mentereng dan branding nya cukup meyakinkan, akhirnya saya bayar juga tuh resep.

Pada kunjungan ke drg. Ganesha selanjutnya, saya komplain ke beliau mengapa kok harga resepnya berlipat dari yang beliau prakirakan, beliau tanya dimana belinya. Begita tahu Century, reaksinya segera: “Century ….!!! ya jelas lebih mahal”. tapi saya protes kenapa lebih mahalnya berlipatganda? Karena penasaran, sang dokter menanyakan emangnya saya diberi obat apa. saya tunjukkan obatnya: DALACIN C. Beliau kaget karena sebetulnya resep yang beliau kasih adalah CRINDAMISIN yang memang secara khasiat menurut beliau sama namun memang harga beda. Beliau juga menekankan seharusnya petugas di Century memberi tahu pelanggan bila mereknya tidak sama. Saya bilang bahwa saya tidak diberi tahu apa2 oleh petugasnya.
Tentu .. saya jadi kesel banget dan melihat iklan di Kompas bahwa tagline Apapun Isi Resep Dokter Anda Percayakan pada Century Health Care tidak sesuai dengan praktek yang terjadi di apotik Century! Kesalahan fatal dari Century adalah: memberikan obat yang tidak sesuai dengan resep dokter! Ini yang membuat saya kesel sekali dan saya minta pertanggungjawaban dari pihak Century tentang ketidakjujuran dan ketidakprofesionalan ini!
Melalui blogging juga saya tahu bahwa ternyata CENTURY tidak profesional seperti keluhan ini: Century Healthcare tidak Mengenal Pecahan Rp.50
Jadi, jangan terkecoh dengan iklan manis seperti Century ini. saya dirugikan Rp. 120 ribu!!!! saya tidak terima dan mau klaim balik ke Century karena praktek tidak profesional ini! Blog ini akan saya sebar ke semua milis.
Salam,
G
—- Update on 2 Mar 08 ——
Posting tersebut saya kirim link nya ke CENTURY dan pada tanggal 25 Feb saya mendapat jawaban ini:
|
hide details Feb 25 (6 days ago)
|
|
|||||||||||||||||||||||||||
Kepada Yth.
Bpk. Gatot Widayanto,
Dengan hormat,
Terima kasih atas email Bpk kepada kami mengenai pelayanan yang telah Bpk.
alami di salah satu outlet kami.
Kami sudah menginstruksikan Operation Manager kami utk mengusut masalah
ini ke outlet yang bersangkutan karena secara aturan kefarmasian yang
telah kami ajarkan kepada seluruh staff kami adalah tidak mengganti resep
yang didapatkan dari pasien/ konsumen. Kecuali produk yang dicari tidak
ada, kami dapat meminta persetujuan Dokter yang memberikan resep tersebut,
atau menginformasikan dan meminta persetujuan pasien apakah bersedia
menerima obat sejenis dengan memperlihatkan bukti dari buku farmasi yang
ada.
Untuk informasi Bpk, obat yang Bpk cari yakni Clindamycin 150 mg (generik)
yang harga per stripnya Rp. 31.900,- dan produk tersebut harusnya tersedia
di apotek kami tersebut.
Kami mohon maaf sebesar-besarnya atas kejadian ini, staf senior kami akan
menghubungi Bapak untuk penyelesaian masalah ini secepatnya.
Demikian kami sampaikan, terima kasih sekali lagi atas masukkan Bpk atas
pelayanan kami. Kami akan tetap berusaha mengutamakan pelayanan pasien /
konsumen untuk memberikan pelayanan kefarmasian dengan baik dan
profesional.
Hormat kami,
Sunarti
Deputy General Manager Operation
Dan saya segera merespons:
|
hide details Feb 25 (6 days ago)
|
|
|||||||||||||||||||||||||||
Benar sekali bu, menurut drg. Ganesha seharusnya Century tidak boleh mengganti merek kecuali dengan ijin dari dokter. Bahkan, tidak ada satupun petugas di counter Bintaro Plasa tersebut yang memberi tahu saya bahwa obatnya diganti. Saya sendiri tidak mengecek Bu soalnya kan saya “percaya” bahwa nama Century sudah besar, gak mungkin memberi obat yang salah. Meski drg saya mengatakan khasiatnya hampir sama, namun sekali lagi menurut sang dokter harusnya Century Bintaro tidak melakukan hal ini Bu.
Sekali lagi terima kasih dan saya tunggu tindak-lanjutnya ya Bu …
Salam,
Gatot Widayanto
—————- 0000 ————-
Pada hari yang sama saya menerima beberapa kali panggilan ke telpon seluler saya dari nomor yang tidak saya kenal, tapi tidak bisa saya angkat karena meeting.
Beberapa hari kemudian saya terima telponnya. Benar, ternyata dari CENTURY Bintaro Plaza atas nama Hera. Tadintya Hera menjelaskan bahwa obat yang diberikan aadalh yang PATEN nya, memang tidak seperti yang diminta dokter, namun yang PATEN nya. Sebetulnya obat yang diminta dokter ada saat itu, dengan harga Rp. 13 ribu (padahal dari email bu Sunarti di atas dikatakan Rp. 31 ribu, saya jadi bingung dengan kebijakan harga di Century yang tidak standard ini). Tujuan dari Ibu Hera menelpon adalah memberikan informasi tersebut. Informasi yang sama sekali tidak saya butuhkan.
Selanjutnya bu Hera meminta maaf. Saya tanya: “Hanya minta maaf, tanpa kompensasi?”. Akhirnya, melalui proses negosias, Bu Hera setuju buat REFUND selisih harga obat PATEN terhadap obat GENERIK sebesar Rp. 158ribu dikurangi Rp. 13 ribu.
Sebetulnya masalah tidak selesai di sini karena saya (meski REFUND) masih tidak puas dengan kelancangan Century mengganti resep dokter dengan tujuan mendapatkan harga yang jauh lebih menguntungkan dengan cara mengganti obat GENERIK yang diminta dokter dengan obat PATEN (menurut info ibu Hera dari Century).
Sampai sekarang saya masih belum sempat ke Bintaro Plaza karena memang saya jarang ke situ. Tapi, belum juga saya ambil REFUND tersebut, saya mendengar lagi praktek sejenis dari Century Pondok Indah .. dan lagi2 tentang DANALCIN C … berita menyusul!!
Salam,
G
UPDATE (15 Mar 08)
AKhirnya minggu lalu Century me REFUND selisih harga antara obat PATEN dengan obat generik.
Salam,
G

hmm.. begitu ya ternyata di lt.1, kalau saya sih biasanya belanja di Century lt.2, mbak-mbaknya perhatian dan sangat kooperatif kalau kita lagi nyari produk.
tapi nggak tau ya kalau ntar saya nebus resep dokter, jangan-jangan digituin juga..
Mas gatot, saya adalah pelanggan century, selama ini saya memang percaya banget sama century tapi untuk lain kali setelah saya baca tentang komplain anda, saya akan jauh lebih berhati2. memang setiap saya belanja selalu mahal trus, jadi harus saya cek kembali setelah membeli. Terimakasih banyak infonya.
Mbak Kemala,
Sebaiknya di cek lagi mbak. Bukan apa2, temen2 saya juga mengalami hal serupa…. Bukan menjelekkan Century lho .. lagian saya gak ada bisnis yang bersaing dengan Century kok .. hanya pelanggan saja …
Salam,
G
waduh saya tuh sering banget beli obat di century dan ga pernah nanya2 soal harganya. paling2 cuma dalam hati aja gile nih obatnya mahal bener. Membaca cerita Saudara, saya jadi merasa harus lebih berhati-hati nih. Apalagi saya sering banget beli di century bintaro.
Terima kasih infonya.
mas gatot,
aku skalian mau update…….ketoke saiki aku wis ngerti carane ngontak mas gatot…..thx for this very recent comment on sept 1st 2008……i’ll try to get to u through gmail then
(hope u don’t mind)
FYI: mas leo hutabarat masih eksis di TUV-nord, lembaga sertifikasi ISO, kebetulan kantorku AMROOS & PARTNERS sertifikatnya lewat mereka, dan baru saja di renewal/extend
oke mas gatot, keep up the good writing on “koran Tempo”
rgds,
manatar ‘terry’ sinambela
AMROOS & PARTNERS
Permata Hijau Raya B-29, Senayan
http://www.amroos.com
mr.sinambela@gmail.com
@ Bunda Yetty …
Terima kasih atas kunjungan dan komentarnya. Iya, sebaiknya di cek kalo beli di apotik bermerek seperti ini.
@Bro Terry,
Silakan .. saya di gatotprog@gmail.com
Salam,
G
Century yah….
Iya juga, selain obat2nya yang ditawarkan mahal2. Mbak2nya juga pada pake rok mini yang bikin penampilan mereka seksi2, padahal beberapa dari mereka adalah dokter. Yang saya heran, kenapa health care sebesar Century menganjurkan para staf wanitanya berpenampilan seseksi itu.
Bagaimana jika ada orang yang sakit jantung yang datang untuk membeli obat, tetapi malah terserang jantung karena melihat staf2 wanita di Century yang seksi2
Saran saya sih, sebaiknya mereka dianjurkan untuk berpakaian yang sopan dan rapi
Thanks
2nDItAcHi,
Terima kasih telah mengunjungi blog ini. Wah, jujur saja, saya malah tidak mengamati mengenai pakaian yang digunakan Century. Tapi kalau memang demikian, ini menunjukkan betapa ketatnya persaingan bidang farmasi ini sampe mbak2 nya berpakaian seperti SPG perusahaan rokok.
Saya setuju .. mestinya mereka berpakaian sopan karena ini kan bisnis medik, bukan entertainment ….
Terima kasih.
Salam,
G
Mas Gatot,
Thanks berat nih atas informasinya.. Kebetulan saya pelanggan disitu, dan memang saya rasakan kalo beli obat disana terasa cukup mnguras atm saya.. Tp krn saya awam mengenai obat ya sudah saya ikhlaskan saja.
Dan satu lagi mas, disana bisa beli obat (yang membutuhkan resep dokter) tanpa resep dokter. Padahal jelas2 dikemasan obat tersebut tertulis ‘harus dengan resep dokter’. karena pernah saya coba beli obat tsb.
Salam blogger mas..
Romlex
Mas Romlex …
Salam blogger!
Wah ….beli obat (yang membutuhkan resep dokter) tanpa resep dokter. Padahal jelas2 dikemasan obat tersebut tertulis ‘harus dengan resep dokter’ ?
Yang ini saya belum pernah mengalaminya. Waduh .. boleh juga informasinya. saya jadipengen mencoba. Ini menunjukkan ketatnya persaingan ya ….
Salam,
G
emang century obat2 nya MAHAL!!!!!! jangan terbujuk rayuan spg2 century apa lagi pake di kasi diskon kalo punya member..untuk management century tolong ye jaman udah susah jangan bikin rakyat susah
dear all
saya bukan belain century nich, kebanyakan yg mahal2 itu produk import yg berupa suplement/vitamin dan kalau saya iseng2 cari di web harganya memang segitu di negara lain juga, mungkin century juga punya target market tertentu untuk produk ini. coba dech beli produk yg anda kenal di pasar lokal (vitamin c dll) pasti harganya ngak beda2 jauh sama di pasaran. jadi kalau berasa mahal ya jangan dibeli. Mudah kan.
thk
dalam hal ini, human eror memang bisa fatal akibatnya, seharusnya apoteker tidak mengganti resep dari dokter, kalau tidak ada harus diinformasikan ke pasien. kalau mau diganti juga harus persetujuan dokter. krn bagaimanapun juga resep obat fatal pengaruhnya.
namun disamping itu, “harga juga menentukan kualitas”
kalau ada obat yg mahal berarti memang memiliki kualitas yg bagus… tapi bukan berarti generik tidak bagus… masing2 punya keunggulan kok, tinggal kita aja sebagai konsumen yg milih….
yang pasti akan lebih safety kalo kita sebagai konsumen banyak2 bertanya ttg produk yg akan kita beli….
salam…
nda
haloo..halooo…mending beli obat di alfamart ajah yang ada gambar pak eSBeYe senyum2 bawa obat, murah buanget – seribuan, skalian jual obat… eh..kampanye kali ya si bapak?! sebenernya dia tentara apa dokter seh? denger2 jadi presiden sekarang?
tapi oke banget tuh obat seribuan…lumayan membantu kalo dibanding beli di toko obat. good lah..
WAH!!ngeri juga tuch nebus obat diganti2…
Tapi wajar siyy bisa ganti2 obat, soalnya yang aku tau store managernya century aja bukan dari orang farmasi/lulusan dari bidang medik ya jd bisa dimaklum kali ye….
Buktinya dia masang lowongan buat store manager di koran bisa semua lulusan universitas ya…iyalah…
Li@nt1 … `Wah … begitu ya, ternyata Store Manager nya semua lulusan bisa? Kirain hanya dari Farmasi aja. Wah makin gawat nih Century …
Salam,
G
ikut nimbrung ya ..
bukan mau ngebelain century ni, tapi tidak semua outlet begitu. saya pelanggan century juga tapi beruntunglah karena saya tau bgm management century selama ini mendidik para storemanagernya. saran saya pilih store manager yang berlabel pin ” ask me i’m certified” karena merek sdh distandarisasi tiap bulannya.khusus u resep luangkn sedikit waktu u mengorek info ttg resepnya jadi qt sbg konsumen ndak bodo banget. penggantian obt memang tidak boleh dilakukan ,nh mungkin ini yg dimaksud human error…lain kali qt saja yg harus lebih awas lagi…tetap positif thingking ok… thanks infonya
Mbak Dinda …
Wah makasih banyak infonya … ada yang CERTIFIED rupanya …
Salam,
G
makasih atas infonya mas….. saya selama ini belum pernah belanja di century…..
mengenai obat, saya pikir langkah yg mas ambil sudah benar, apalagi mas udah tanya ke drg nya terlebih dahulu mengenai harga obat yg dimaksud drgnya…… seandainya waktu itu mas gatot ngga nanya, mungkin mas gatot ngga tau kalo obatnya udah “dicurangi”….
sebagian besar orang kalau berobat ke dokter memang ngga pake nanya dulu kisaran harga obatnya….. di sinilah si penjual obat mengambil kesempatan……
mengenai adanya kasus lain seputar uang pecahan kecil (uang kembalian) yg “dicurangi” pihak century, saya pikir ada beberapa tempat perbelanjaan yg juga demikian, misalnya saya pernah makan di restoran cepat saji di Plaza Atrium Senen, Jakarta, kali pertama saya ke sana saya “dicurangi” 200 rupiah (katanya, “kami ngga punya uang kembalian”) okelah, kalau cuma sekali saya bisa maklum….. kedua kali saya ke sana, kejadian itu terulang lagi….. lama2 saya jadi kesel……..
sekali lagi, terima kasih banyak informasinya mas.
saya belum pernah sekalipun belanja di century, tetapi bukan untuk membela siapa-siapa, saya berpikir bijak, untuk mas gatot dan lainnya, saya liat memang obat-obat di century itu kebanyakan import dan paten-paten dan harganya memang sedikit lebih berbeda, tetapi kalo anda semua merasa itu kemahalan yang sudah jangan dibeli cari di apotik yang lebih murah, mudah dan simpel kan! jangan sampai mengumpat-ngumpat menjelekkan gak baik untuk kesehatan anda-anda semua he…kalo anda gak punya uang yang sudah cari yang murah saja di apotik yang bukan century. kaya saya gak punya duit yang sudah gak usah beli di century cari di apotik lain…terus untuk spg-spgnya yang seksi saya setuju itu terlalu seksi tetapi saya bertanya2 ternyata spg-spg tsb bukan karyawan dari century tetapi merupakan rekanan kali ya..
Wahh, memang dari segi harga Century itu mahal, sm juga dgn Guardian or apotik di RS.. Tapi gw sering kok bli di century & so far so good no problem but prnh sekali lihat hrg asli century yg mreka lupa copot hrg aslinya woww 2-3x lipat tp that’s ok trus jg pengalam di Guardian nanya obat yg mau gw bli eh mreka malah bengong & mlongo & ga tau so gw pergi aja ke century .. Memang mrk menjual kbykn obat luar & kebykn jga bukan Generik tapi disini gw jga bkn belain sapa2 so klo sbagai Spg tugasnya memang mreka menawarkan barang ke konsumen utk di beli & itu jga target buat mreka so 1 century besar bisa ada 10an Spg jadi klo buat lo org klo mreka nawarin vitamins ya blg aja makasih or langsng tinggalin Spg itu. Klo mreka b’penampilan sexy ya wajar tp yg penting ga pake bikini kan.. Lucu ya pd komplen soal ginian. Pdhal klo kemahalan ya ga usah bli di century lg so buat pengalaman aja tp bener itu hrg obat luar ky vitamins nya emang segitu hrgnya di amrik (gw prnh bli obat di apotik sana).
TRus jga soal duit recehan yg Rp 50 perak, hmmm udh lama gw ga ketemu duit gocapan itu. Kemanakah dikau? Tapi gw klo ke tmp makan di Restoran, ke toko buku or belanja jarang bgt gw diksh kembalian duit gocapan itu, di ksh permen sihh.. Tp klo jadi mslh buat org hrsnya pihak century memberikan permen utk kembaliannya..
So, ke inti nya “Experience is the best teacher & Nobodys Perfect!” Dari pengalaman qta bisa tau & smua manusia punya kesalahan bro..
Aq tuh sering belanja obat2an & vitamin di century & guardian tp paling sering di century.. Setau ku hrg nya sm aja ky di apotik Rs, malah mahalan di apotik Rs. Pernah pengalaman wkt nyokapku sakit & hrs bli diapotik Rs tp t’nyata mreka habis obatnya trus ke luar cr apotik lagi tp disitu obatnya ga t’sedia so pergi ke century itc permata hijau t’nyata mreka punya obt yg aq mau..
Dan pernah bli obat di Guardian kebykn mereka pd ga ngerti obat sempet keki sih tp easy going aja.. emang sih kalo ke tmpt itu banyak spg yg nawarin tapi aq nya ga terkecoh jd aq cuekin aja..
Ya bener, disana jualnya obat2 luar jadi emang mahal tapi kalo mutunya bagus “why Not??”. Kalo mau beli obat ke century tanya aja dulu sama kasirnya harga obatnya brp & mereka pasti kasih tau jadi qta bisa prepare duit yg ada di dompet & kalo kemahalan jgn beli & coba tanya ke apotik yg lain. Tapi kalo ternyata apotiknya kejauhan, hrs makan waktu krn macet & ongkos juga yaa kepaksa mau ga mau pasti beli di century kalo itupun century dkt sm rmh..
Aq setuju sama Josh, San, Dinda, Hang & Dedi.. Jangan ngumpat2 jaga kesehatan, jgn menjelek2an, positif thinking aja, Experience is the best teacher, kalo mau beli obat murah beli aja obat yg seribuan hahah..
Bkn cuma di century aja kayanya, ditempat lain mungkin juga ada tapi ga mau di expose jadi ya easy going aja..
Bukan maksud mengumpat ato menjelek-jelekkan. Untung masih di Indonesia kalo di luar negeri bukan di umpat lagi bisa2 malah di tuntut untuk kesalahan yg fatal seperti itu. Seharusnya kejujuran Penjual harus bisa membantu menutupi kelemahan Pembeli yg kurang teliti, karena porsi pengetahuan obat kan lebih besar di pihak penjual daripada pembeli. Jaman sekarang dituntut sikap profesional yg tinggi, maklum banyak konsumer yg ga mau lagi membedakan antara human error atau kesengajaan, tetap saja salah bagi mereka. Semoga dengan adanya info ini, semakin memacu kinerja apotik2 modern lebih baik lagi.
To : Bp.Gatot Widayanto
jujur saja saya pernah nebus obat di apotik century tebet, memang itu resep dokter tapi memang jauh lebih mahal dibanding jika ditebus di Rs. nya langsung. jadi saya mengurungkan niat saya untuk menebus obat di century.
tapi saya tidak permasalahkan hal itu, saya pikir yasudah kalo memang mahal saya tebus di tempat lain saja, dan tidak harus sampai menjelek2an century di internet.
saya setuju dengan pendapat mereka yang tidak memihak siapa pun, karena bagaimanapun juga tidak ada 1 orang pun di dunia ini yang sempurna, karena kesempurnaan hanya milik Allah. selama bisnis yang dijalankan century benar, tidak menipu, tidak membahayakan masyarakat mengapa harus dipermasalahkan.
Kalau membicarakan kesalahan banyak malah perusahaan besar lain yang telah mengecawakan saya, seperti Mc.Donalds, KFC, dll. tetapi saya tidak perlu memberitahu apa yang telah saya alami dengan perusahaan2 tsb. yang jelas lebih parah dari yang telah anda alami.
wassalam,
To: Bpk / Ibu Rarinda
Assalamualaikum wr wb
Terima kasih atas kunjungannya di blog ini. Saya setuju sekali bahwa setiap apotik / toko / warung berhak menetapkan harga bagi barang2 yang disediakannya di apotik / toko / warung sehingga kita bisa memilih mana yang paling pas.
Dengan segala kerendahan hati saya ingin meluruskan bahwa kasus yang saya timpa SANGAT BERBEDA dengan masalah mahalnya harga. Kasusnya adalah MENGGANTI OBAT TIDAK SESUAI DENGAN DI RESEP. Ini kutipan dari blog di atas:
“Tentu .. saya jadi kesel banget dan melihat iklan di Kompas bahwa tagline Apapun Isi Resep Dokter Anda Percayakan pada Century Health Care tidak sesuai dengan praktek yang terjadi di apotik Century! Kesalahan fatal dari Century adalah: memberikan obat yang tidak sesuai dengan resep dokter! Ini yang membuat saya kesel sekali dan saya minta pertanggungjawaban dari pihak Century tentang ketidakjujuran dan ketidakprofesionalan ini!”
Semoga jelas. Dan untuk hal ini saya WAJIB memuat di blog karena saya mau banyak orang yang sadar akan kemungkinan hal ini, agar tak terulang lagi …
(Saya menulisny juga atas anjuran dokter yang menangani saya).
Terima kasih.
Wassalam,
Gatot Widayanto
asal jangan salah obat aje gpp, yang parah kalo sampe salah obat fatal euy
Saya setuju sekali dg P’Gatot, hal ini perlu dipublikasikan sebagai pendidikan kita semua. Dengan adanya blog ini jadi banyak yang tahu tentang ini. Selama ungkapan kita proporsional dan ada bukti2 yang jelas kenapa harus kita simpan & takut dipublikasikan.
Coba kita bayangkan apabila hal ini tdk dipublis, mungkin pihak penjual menganggap hal ini bukan kesalahan & boleh2 saja, dan bisa dibayangkan efek selanjutnya, bhw semua obat bisa diganti semaunya tanpa pemberitahuan ke pembeli dengan harga yang lebih mahal, apa ini bukankah menjadi pembohongan & penipuan. dan selanjutnya bisa terjadi kesalahan obat krn tidak sesuai permintaan. Kalau soal obat2 lainnya yang dijual mahal okelah setuju itu haknya si penjual jadi kita tdk usah beli kalau merasa kemahalan, tp selama kita tidak dibohongi.
Menurut saya ini bukan menjelek2kan tp emosional yang wajar & baik karena memberi pendidikan buat kita. Tidak masalah siapa subjeknya mau century atau siapa pun tapi membuat kita jadi lebih hati2 untuk membeli obat.
Dan saya rasa kalau ada pihak yg merasa tidak bersalah tetapi dijelek2an pastilah dia akan menuntut.
untuk bpk/ibu rarinda baiknya bisa menceritakan juga pengalaman mengecewakannya biar menjadi pengalaman kita juga, yang penting tidak bertujuan menjelek2an dan ada bukti2 yang kuat dan bukan kesalahan kita sendiri.
wassalam,
Tenang aja bos Gatot…
dah ada perbaikan koq di pihak century
& untuk konsumen yang lain tenang aja, karena pengeluaran
obat untuk obat2an prescription atau obat resep dokter ada
laporannya jadi jika ada pengeluaran obat resep dokter
tersebut harus ada bukti resep dokter dan diserahkan ke
kantor pusat / H.O Century apabila data sales obat tidak
sesuai dengan prescription maka akan ada tindakan tegas
untuk outlet tersebut dari pihak H.O Century.
Terimakasih Untuk semua masukannya.
Salam Sejahtera,
Pak ANdi, Pak Bima …
Terima kasih banyak atas klarifikasi ini. Seperi kata pak Andi, ini bukan masalah menjelek-jelekkan ..jadi kita sebagai pelanggan hanya menginginkan sesuatu yang benar, itu saja. Kabar baik juga bahwa Century melakukan perbaikan.
Salam Sejahtera,
Gatot
Saya setuju sekali dengan maksud Pak Gatot.Memang KESALAHAN UTAMA & FATAL dari Century bukanlah terletak pada harga atau diganti dengan obat yang lain tapi MENGGANTI SUATU OBAT TANPA PEMBERITAHUAN YANG BERSANGKUTAN.Menurut UU kesehatan ini bisa disebut penipuan.Dan jelas juga tindakan yang beresiko,bagaimana bila ternyata si pasien menderita Alergi obat (walaupun sama khasiatnya, tapi beda merk, itu bisa saja terjadi).
Ini adalah semacam AWARNESS bagi kita semua…
rekan2 sekalian, kalo kita tau permainan harga dari farmasi (pabrik) ke konsumen….uhhh…ngeri banget…. melalui beberapa tangan, jelas harganya jadi di mark up, bisa jadi di up antara 20 %- 35% .
hrs melewati tangan distributor, representative, sales, dokter, apotik, dll.
kesimpulan : sakit itu mahal !!!!!!
Pak Thomas,
Setuju sekali, sakit itu mahal…makanya kesehatan musti kita jaga. Ada pepatah mengatakan “an apple a day, keeps a doctor away…” … makanpun harus sehat. Mari kita berolahraga teratur. Saya menekuni olahraga bersepeda. Ada yang mau ikutan bersepeda juga???
Salam,
G
Permisi…
Saya iseng-iseng googling tentang Century karena saya dipanggil untuk tes MT di sana
Ternyata oh ternyata hehe
Anyway, salam kenal Pak (apa Mas, nih? hehe) Gatot
Kunjungan perdana saya nih
Mbak Regina,
Salam kenal! Terima kasih udah mengunjungi blog ini.
Wah ..”ternyata” nya membuat penasaran euy …!!! Ha ha ha …
Salam,
Gatot
ya euy..ternyata apa sich bu/mbak/sus regina? jd penasaran nih..
Salam kenal Pak, setelah mencermati insiden yang bapak alami saya sebagai sebagai Apoteker cukup prihatin dengan hal ini dan bersimpati terhadap bapak. Dan bersama ini saya juga mohon maaf atas tindakan yang tidak sepatutnya yang terlah dilakukan oleh rekan sejawat saya tersebut.
Bila dilihat dari aspek hukum kesehatan (tentang obat) di Indonesia, sangat tidak dibenarkan petugas apotek mengganti obat generik (dalam resep bapak “clindamycin”) menjadi obat paten (Dalacin C) dengan alasan apapun walaupun bahan aktifnya sama. Penggantian langsung hanya diperbolehkan untuk paten ke generik (dengan substansi aktif sama) dan itupun harus memberitahukan kepada si penulis resep (dokter).
Melihat respon pihak manajemen apotek Century terhadap komplain bapak saya kira sudah sesuai prosedur manajerial mereka. Dan saya harap semua pihak dapat memakluminya. Namun apabila konsumen tidak bisa menerima hal ini dapat menempuh jalur-jalur penyelesaian profesional sehingga dapat diperoleh hasil yang lebih memuaskan.
Selanjutnya, untuk menghindari tindakan yang menyimpang ini terulang lagi di apotek manapun, saya mohon kepada saudara-saudara sekalian untuk senantiasa minta dilayani oleh apoteker ketika berbelanja obat/produk kesehatan di apotek. Jadi gunakanlah kami untuk pelayanan obat anda.
salam,
Pak Dharmika Wijaya Yth.
Salam kenal juga pak. Terima kasih telah memberikan pencerahan kepada pembaca blog ini.
Seperti saya sudah uraikan sebelumnya, masalah ini sudah diselesaikan oleh manajemen Century dan mereka minta maaf atas kejadian ini. Namun, dengan adanya pencerahan dari pak Dharmika ini, kami semakin jelas mengenai bagaimana caranya kita berurusan dengan apotek.
Terima kasih.
Salam,
Gatot Widayanto
allo pak gatot .. wah .. asik juga ni buat tambah pengetahuan.
1. aku setuju ama sikap customer yang seharusnya emang berani complain untuk sesuatu yang merugikan, apalagi sifatnya human error. we have to fight for it!! but patient is a must. so wise aja. banyak kok perusahaan2 lain yang lebih besar melakukan hal2 konyol gak bermutu. namanya juga manusia ..
2. buat century, guardian, etc.. aku pikir lebih baik kalo proses recruitment para karyawannya agak diperketat, demi performance yang lebih baik.
terus terang, sy belum lama ini ikut recruitment sebagai store manager ,waktu itu sy baru pindah ke jakarta .. saya pikir .. coba2 aja deh .. eh taunya minggu depannya ditelpon dan ketrima. saya sih seneng2 aja walo tau saya bukan dari bidang farmasi. tapi ada satu kebingungan juga .. gimana ini yah ? saya buta soal farmasi. emang sih di training nantinya sembari jalan . akhirnya saya putuskan tetap memenuhi panggilan, buat pengalaman. dan karena kerjanya shift, maka saya terima karena di sela waktu saya tetap bisa melakukan pekerjaan saya, … menulis. !!
saya cukup cemas melihat beberapa peristiwa tidak mengenakan seperti ini, karena beberapa hari lagi saya putuskan untuk bergabung dengan century, lebih kepada penasaran setelah membaca blog ini. Karena saya orang yang cukup concern dengan hal seperti ini dan saya takut juga tidak bisa menjalankan tugas dengan baik. untungnya saya punya teman dekat seorang dokter, jadi mungkin saya akan sering bertanya. let see how i do it ….
be wise everybody… see yah .. oh ya lam kenal buat semuanya …
wah,,bener yah,,kekuatan blog bisa melewati suara pembaca koran besar,,besok2 klo kecewa sama suatu produk mo ngikutin cara pak G,,ancam dengan akan disebar ke milis2 n diterusin ke email CS-nya,,pasti kalang kabut,,,hehehe,,,,
Betul, pak Ali. Lagian kalo lewat koran musti pakai KTP segala. Dengan blog sendiri, kita bisa komunikasi langsung dengan produsen. Asal kita memang mengalami kejadiannya dan tidak membesar-besarkannya ….
Saya pernah mengalami juga dengan Nokia, dan akhirnya bener2 di refund balik …
Saya cantumkan di link ini:
http://gatotwid.wordpress.com/2007/07/11/can-nokia-%E2%80%9Ccash%E2%80%9D-refund-the-n93i-defective-product/
Benar apa yang dibilang bapak ato ibu – ibu saya tidak membela siapapun, saya sudah berkecimpung dlam didang farmasi selama 9 tahun saya keluaran dari sekolah menengah farmasi depkes dan tamatan sarjana farmasi…………mengenai resep emang tidak boleh diganti obat yang sudah tercantum dalam resep tersebut,jika obat dalam resep tidak ada di apotik apoteker harus mengkonfirmasikan kepada dokter penulis resep apa dokter tersebut mengizinkan jika obat diganti yang bahan khasiat nya sama tetapi merk dagang berbeda, jika dokter mengizinkan,apoteker atopun asisten apoteker harus menyakan persetujuan dari si pasien apakh ia setuju obat dalam resep diganti, mengenai harga biasanya resep dijumlah dulu rupiah nya dan memberitahukan kepada pasien harga dari resep tersebut…….jika pasien ok resep dikerjakan. mengenai mahalnya obat sebenarnya tergantung dari pada merk dagang obat tsbt…..biasanya obat – obat paten yaa lebih mahal……….ya kalo mau murah kita bisa minta kepada apotik obat generiknya……ya sama seperti kalo kita beli baju ataupun sepatu ada yang mahal ada yang murah, dan biasanya baju dan sepatu yang mahal enak dipakai dan kualitasnya pun terjamin demikian dengan obat……..pada jaman ini bukan century aja yang tidak mengembalikan uang recehan, direstoran manapun saat ini seperti itu juga bahkan di swalayan2 terkadang uang saya 5 ratus rupiah dn seribu tidak dikembalikan saya tidak keberatan anggap aja uang masuk mereka gimana kalo kita yang jadi kasirnya pasti seperti itu juga…….yang penting pelayanan mereka baik. saya sarankan kepada century, sebaiknya store manager….dari lulusan farmasi karena lulusan yang umum kurang mengetahui obat – obatan…..dan masalah obat2an ini menyangkut nama baik century dan nyawa pasien. lulusan farmasi dapat diajarkan bagaimana cara memanage karyawannya. dan saya sarankan kepada pasien yang ingin menebus resep lebih baik tanya dulu ke beberapa apotik hargan resepya baru memutuskan untuk membeli,jika ingin rugi sedikit uang. jangan tanyakan pada dokter karena biasanya dokter kurang tau mengenai harga obat. dan masing – masing apotik berbeda memasang persen untung pada setiap obatnya……jika ingin menebus resep tanyakan dulu harganya jika bapak dan ibu setuju dengan harganya resep dikerjakan.
Wah Century??
BAru saja tadi saya ngobrol dengan teman saya yang bekerja disana sebagai Store MAnager. Dia baru berkeluh kesah tentang gaji yang sangat minim, denda yang sangat banyak, target yang dibuat supaya tidak bisa dicapai oleh karyawan, dan akhirnya turn over karyawan yang sangat tinggi di Century.
Menurut saya sebagai manusia wajar saja sebagai Store Manager dan kebetulan dia bukan dari farmasi untuk melakukan tindakan yang sama. Misalnya yang dialami oleh Bapak ini. Demi mencapai target!!
Saya juga heran koq apotik tapi tidak ada apotekernya ya?? Setahu saya yang namanya apotik itu dipimpin oleh Apoteker, bukan Store Manager..
Walaupun mereka ditraining sebaik apapun, tetap saja mereka bukan dari farmasi.
Sebaiknya yang menangani masalah obat-obatan hanya apoteker atau mereka yang dari jurusan farmasi.
Dan perusahaan sebaiknya memperhatikan nasib karyawannya, janganlah penghasilan store manager sama seperti kurirnya.
Century…. Century….
numpang comment ya, selama ini saya selalu beli obat di toko obat atau apotek biasa (bukan yang di mall seperti century or guardia) sampai suatu saat teman saya mengajak beli obat di Century plaza arion, saya melihat perbedaan besar pelayanan karyawan century terhadap customer, mereka sangat ramah, bahkan saat teman saya konsultasi tentang keluhannya store managernya memberikan solusi, sudah kayak konsultasi di dokter aja, malah teman saya di beritahukan perbedaan obat generik dan paten, dan napa harganya mahal..sangat mengedukasi kami yang awam terhadap obat dan penyakit..saat saya tanya apa dia seorang apoteker dia bilang bukan, tapi dia di training intensif seperti seorang apoteker. saya berpikir emang betul saat ini latar belakang pendidikan sudah tidak menjdi patokan profesi,banyak kan orang yang bekerja di luar latar belakang pendidikannya namun menjadi hebat di pekerjaannya..smua karena ada pembelajaran..dari apa yang saya alami sampai saat ini saya hanya percaya pada cetury untuk segala kebutuhan kesehatan saya dan keluarga dibandingkan dokter sekalipun cz ternyata banyak dokter yang asal ngasi obat apalagi gak bisa kosultasi,padahal kita kan butuh info juga.saya sangat teredukasi oleh Century..apalagi ada layanan antar gratis..sangat membantu..yah mungkin lain kali kalo mau tebus obat tanya dulu pak koq hargaya beda, cz budaya kita ka emang suka malas bertanya slalu percaya pada “berjas putih”..truz dari century bintaro juga harus memberitahukan walau gimana pun itu hak customer untuk tau..thaks..
Bu Dhita,
Terima kasih banyak atas sharingnya ….
Saya senang ada komentar positif tentang Century agar pemberitaan / posting ini menjadi seimbang …
Salam,
G
Baru2 ini jg saya dikecewakan o/ pihak Century City Walk. Kalau memang mengadakan promosi penjualan seharusnya konsekuen. Bukan hanya u/ “pancingan” bagi konsumen. Tolong diperhatikan & ditingkatkan mutu pelayanannya mengingat Century seharusnya menyeimbangkan antara harga yg diberikan dengan pelayanannya.
Ya, century memang relatif mahal, sbg contoh utk suplemen herbal lokal, mereka jual Rp 50rb/botol tapi di satu situs contohnya http://www.muaro.com cuma Rp 37,5rb. Terus utk herbal produk lokal khusus seksualitas pria, kalau tak salah, sampai Rp 150rb/botol tapi saya cek di muaro.com itu cuma Rp 80rb.
Jadi kalau beli di century totalnya Rp 52rb (ongkos parkir 2rb + harga suplemen). Sedangkan kalau dari situs itu kalau pembeli lokasinya di jkt cuma Rp 42,5rb (ongkos kirim 5rb + 37,5rb), bahkan kalau beli banyak masih ada diskon!
Tapi enaknya kalau lagi kebetulan berkunjung ke mall atau perbelanjaan yg ada century-nya kita bisa lihat2 obat/suplemen yg mereka jual, terus kalau lagi ingin cepat dan kebetulan cuma beli 1 botol bisa juga di century… tapi kalau mau irit sih, untuk melihat2 produknya bisa dilakukan di outlet century namun saat membeli ya belinya dari situs web bayar via internet banking… tidak perlu keluar rumah barang dikirim… beres, walau sampainya bisa 1-3 hari. Ya terserah masing2 konsumen saja. Kalau mau irit ya seharusnya cerdik bersiasat.
banyak sekali yang koment tentang CHC, tp ad yang salah dan ada yang benar tentang itu,saran dari saya anda harus pintar2 membeli product yang anda butuhkan,jangan mudah di bohongi dengan omongan2 yang kosong dan jangan salah mencari atau menerima informasi tentang barang yang anda mau beli. memang benar semua manager d CHC tidak semua dari lulusan farmasi tapi belum tentu mereka tidak tau obat sama sekali karna mereka setiap minggu di training di kantor pusat. tp lebih amanya memang anda harus konsul ke apotekernya. anda setiap kali mau konsul tanya dulu ya “apa anda apotekernya???”
Mungkin bukan hanya Century yang menempuh trik seperti ini untuk memperbesar keuntungan. Boleh jadi, apotek lain juga melakukan hal yang sama. Naaf saja, yang dicek oleh Sdr. Gatot apotik Century.
Yang jelas, ini adalah kecurangan.
Terima kasih komentarnya, pak Syamsul …
Salam,
G
apa yang saya alami lebih parah dari pak gatot alami…
org tua sy memiliki apotik dan mencoba franchise dgn century yg katanya akan menjamin meningkatkan sales penjualan yg lebih baik tp apa yg kami dptkan jauhh dari yg mrk omongkan.. bahkan seorang AM ( areal manager ) dengan seenaknya menghentikan SM ( Store manager ) dengan sesuka hatinya tanpa pemberitahuan ke HO pusat centurynya dan juga mencopot spanduk mereka tanpa memberitahukan kepada org tua sy sebagai owner apotik..
sudAh target tidak tercapai, kelakuan dan sikap karyawan century yang sangat tidak sopan terhdp owner !!!
Bahkan byk pegawai century yg memiliki kartu member lebih dari 2 untuk 1 pegawai agar mereka bisa memakan diskon yg tdk diambil oleh konsumen…spt Century di DM..
apabila anda” ada yg berminat franchise dgn century sebaiknya anda semua mengurungkan niat anda krn yg ada hanya penyesalan bila anda bergabung dengan century..
JANGAN GUNAKAN JASA CENTURY ATAU ANDA SEMUA AKAN MENYESAL !!!!
Wah wah udah lebih dari setahun tetep aja rame dibicarain
Betul tuh, dari cerita temen saya yang kerja disana sebagai SM (Store Manager) 5 tahun ini, target penjualan mereka terus dinaikkan yang membuat wajar saja mereka akan seramah mungkin untuk “push” sales mereka ke anda dan benar saja sewaktu saya mampir kesana langsung dikerubutin SPG obat disana. Gak nyamanlah.
Untuk mencapai target ya pastilah mereka akan menjual obat yang paten otomatis lebih mahal manakala untuk produk paten yang sama di apotik perorangan pun lebih murah. Jadi gak perlu heran kalau obat anda akan diganti atau ditawarkan yang lebih mahal punya.
Dari cerita temen saya itu, ada rekan SMnya yang baru lulus Apoteker Univ Pancasila thn 2009 ini digaji hanya 1,2 jt (Gak salah tuh??), udah gitu karena gak nyampe target kena potongan 250an rb, dipotong lagi karena stok opname (barang hilang) 570an rb. Silahkan anda jumlahkan sendiri berapa tuh harga SDM profesi Apoteker sekelas Universitas Pancasila.
Wajar saja banyak Apoteker yg enggan kerja di century dan pemilik century (andre limbong itu) mencari “tenaga farmasi” diluar profesi apoteker seperti lulusan sastra hingga lulusan teknik mesin (dia kira badan kita ini tersusun dari baut dan mur kali ya) guna menggaji lebih kecil. Kebayang kan kalo profesi dokter digantikan oleh lulusan non dokter. Nah sama, apa gunanya ada profesi apoteker kalo yg kerja di apotek century dan franchised-nya lulusan non apoteker mending menteri kesehatannya diganti aja karena membiarkan hal ini terjadi di depan mata.
Century tak beda dengan carefour yang punya modal gede berupaya untuk monopoli dan mematikan usaha / apotek tradisional di Indonesia ini. Saya pernah lihat disalah satu sudut kota jakarta ada apotek rini, setahun kemudian disebelahnya persis dibangun apotek century (maksudnya apa coba??) Tolong deh Komisi pengawas persaingan usaha (KPPU) menindaklanjuti tingkah century kayak carefour gini. Jangan sampai kami rakyat semakin yakin bahwa pemerintahan sekarang amat sangat berpihak pada pengusaha atau orang2 kaya saja seperti andre limbong itu.
Dan perlu saya ceritakan gilanya petinggi century itu, masakan untuk training SDMnya mengenai mengatasi ketakutan, karyawannya di masukkan kedalam ruangan gelap yang ada ularnya. GILA nih orang!!
Udah ah cape deh, kalo saya mending beli obat di apotek perorangan yang saya ketahui Pemilik dan pengelola bahkan penjualnya berprofesi Apoteker juga. Jauh lebih baik karena mereka pastinya lebih care ke pasiennya. Ini analoginya seperti dokter yang praktek di Rumah Sakit dengan Dokter yang praktek di rumahnya pasti beda pelayanannya.KAlo di RS mereka kena potongan tapi kalo dirumah mereka bisa dapat full.
Century memang apoteknya orang kaya/berduit tapi terlalu bodoh untuk mengetahui BOROK di internalnya. Mohon pemilik century bertobat dech, bahkan karyawan anda menyumpahi anda dan keluarga anda. Mudah2an anda mendapat balasan setimpal.
Terima kasih Pak Gatot, udah beri kami kesempatan menyampaikan uneg2 rakyat Indonesia seperti kami2 ini.
Wah … Saya malah tidakj pernah denger tentang Century seperti yg diceritakan pak Panda. Semoga pihak Century baca dan memberi klarifikasi tentang hal ini.
Terima kasih,
Gatot
waduh waduh kok jadinya serem gitu ya century ya….
panda kayaknya salah info de, saya salah satu pelanggan,yang juga berkecimpung difarmasi lumayan lama,tapi training SDM mereka gak segitunya kali ampe dimasukan ruang gelap kebetulan orang orang trainer century stau saya adalah rang yang berkompeten dan punya visi misi jelas.kalo sampe orang HO tau ada kekeliruan dioutletnya mereka gak segan lho kasi sanksi. nah kalo kebetulan dapat outlet yg tidak brkomptn dibidangnya sptkejadian mas gatot, blog ini akan membantu century untukinstrpeksi juga.apalagi ampe menjelekkan scara personal nama pendirinya. saya memang belum tau banyak ttg century ,tapi dmanapun kita mau beli obat,apalagi mengenai kesehatan qita sendiri patut kita beri sedikit prhatian. layaknya orang ada baik dan buruknya blog ini pun akan membantu mmberi nilai plus lagi untuk apotek ini mmprbaiki diri. ..betul??
jadi bingung nih…
aq ikut tes di century bagian store manager
tugas store manager tu apa yah? aq minta gaji 3 juta perbulan? wajar gak seh??
tolong di comment yah
thanks before
Bapak-bapak dan Ibu-ibu yang saya hormati…
Topik ini sudah berada di blog ini cukup lama, mendekati 2 tahun sudah, namun banyak komentar hingga dewasa ini yang terus berkembang. Kasus saya sendiri sudah “closed” 15 Maret 2008. Topik ini sengaja biar terbuka di sini sebagai pelajaran bagi kita semua, mungkin tidak hanya buat Century, namun buat apotik lainnya.
Mendengar cerita pak Panda saya terus terang juga sulit percaya karena rasanya tidak mungkin training sampai masuk ke kamar yang ada ularnya. Mungkin perlu adanya klarifikasi mengenai hal ini, dan tidak perlu dibesar-besarkan.
Bu Rani,
Terima kasih banyak atas opininya. Saya setuju sekali.
Mbalk Lili,
Menurut saya sebaiknya diteruskan saja tes masuk sebagai Store Manager karena jaman sekarang kan sulit cari pekerjaan. Semua hal negatif yang ada di blog ini mungkin perlu dibuktikan dengan Anda masuk ke situ. Mestinya tak ada masalah. Bila Century juga baca blog ini, seperti Bu Rani bilang, semestinya mereka sudah introspeksi.
Sekali lagi terima kasih atas komentarnya. Kasus ini hampir sama dengan kasus HP Nokia anak saya, di blog ini juga. namun sudah tuntas juga masalahnya.
Salam,
Gatot
salam kenal ya pak..
kita semua bisa belajar dari kejadian ini sehingga bisa menambah informasi tentang praktek kefarmasian di apotek, century setahu saya memang perusahan retail farmasi terbesar di indonesia dan dibuktikan dengan memberikan service exellent..kesalahan bisa terjadi di mana saja dan oleh siapa saja, dimanapun kita ingin membeli obat hal-hal seperti ini bisa saja terjadi tapi hal ini bisa kita hindari dengan sikap kritis kita sendiri,kebanyakan orang memang diam saja bila terjadi hal yg serupa maka dari sekarang jadilah konsumen yg cerdas..
jika kita membawa resep berikan pada apotekernya atau jika d century yg memakai pin apoteker dan pin ‘i’m certiffied’..
sebagai informasi saja dari sekarang jika kita ingin menebus resep tanya dulu apakah obatnya semua yg tercantum d resep itu ada atau tidak,jika tidak ada namun ada obat yg isinya sama tapi berbeda merk dagang kita bisa pilih harga yg sesuai dg kemampuan kita karena obat juga memiliki tingkatan harga yg berbeda tergantung bahan obat yg digunakan oleh produsen obat..klo kita tidak mampu membeli obat yg disarankan apotekernya itu hak konsumen untuk menolak menebus resep di apotek tersebut..obat2 d century biasanya berasal dari produsen obat yg ‘ketersediaan hayati’ obatnya sudah lulus uji atau produk obat yg paten (bukan me-too) dan itu mempengaruhi harga obat itu sendiri..namun demikian biasanya ada pilihan obat yg lebih terjangkau tinggal kita yg menanyakan dan memilih obat yg mana..
saya senang jika mendengar keluhan-keluhan konsumen/pasien mengenai apa saja yg berhubungan dg apotek karena kita semua bisa belajar dari hal tersebut sehingga masyarakat bisa lebih pintar dan kritis..
salam sejahtera untuk kita semua..
tabayyun aj. ambil kemudahan toh selama ini ada beberapa hal yang telah dilakukan century dan bermanfaat, terutama untuk memperoleh obat-obat paten yang langka. mereka dengan sabar mau mencarikan dan setelah ada mereka membantu. saya selama ini turut terbantu. setiap sisi ada baiknya.
Bapak Romi Yth.
Terima kasih banyak atas masukan positifnya. Pengalaman Anda membuat saya tidak 100% jera dengan Century. Syukurlah kalau Bapak memiliki pengalaman bagus dengan Century.
Salam,
Gatot
saya salah satu pelanggan setia century, sya tahu century justru dari dokter dimana sya berobat. beliau menyarankan sya menebus obat di century atw melawai krna jaminan obat asli.setelah baca komen2 di atas, lebih banyak yg menghujat century kyknya.. tapi, sejauh yg saya alami, meskipun Store manager nya bukan Apoteker, tetap ada Apoteker (asli apoteker) yg memegang outlet tersebut, meski tidak selalu stand by, setau sya apotek2 tradisional (perorangan) meski ada nama apoteker nya, jarang sekali menemukan sang apoteker berada di tempat, bahkan parahnya para asisten yg menyiapkan obat di apotek tradisional bukanlah Asisten Apoteker yg memang telah disumpah sebagai Asisten Apoteker.
masalah harga, jelas sekali untuk suplement impor pastilah agak lebih mahal di banding brand lokal, tapi untuk urusan obat ethical (resep dokter) century memasong harga yg lumayan lebih murah dibandingkan apotek modern lain (melawai & k 24) padahal blum termasuk discount member card, dan itu salah satu alasan juga mengapa sya selalu menebus dan membeli obat di century.
masalah SPG seksi, jelaslah mereka bukan karyawan century, trbukti mereka lebih gencar menjajakan produk2 tertentu (biasanya suplement impor, contoh: seaquill, wellnes, nutrimax, synplus, heazel farm), dan sya pernah menemukan Store manager menegur SPG2 yg kelewat batas menawarkan produk2 mereka.
masalah kelipatan Rp. 50,- sangat wajar sekali mengingat sulitnya uang Rp. 50,- rupiah jaman skarang ini.
kesimpulannya, memang century telah melakukan kesalahan besar krna telah mengganti obat yg pak gatot tebus dengan merk paten (yg diminta generic) meskipun zat aktif dua obat tersebut adalah sama persis. tapi, diluar kesalahan itu, century telah cukup memberikan pelayanan yg lumayan memuaskan dengan harga obat ethical yg lumayan murah di bandingkan apotek lain. justru saya ingin mengingatkan kepada yg lain, apotek tradisional (perorangan) lebih mudah untuk memanipulasi harga kepada customer dengan memaanfaatkan ketidak tahuan customer (pengalaman pribadi), lebih parahnya, obat yg dijual apotek tradisional, tidak jelas diketahui darimana distributornya.
terima kasih
Ibu Chayu, Bapak Romi dan Ibu Vallen (maaf kalau penyebutan jenis kelamin salah)…
Terima kasih sekali lagi atas komentarnya. Saya yakin dengan pencerahan seperti ini pemberitaan tentang Century jadi berimbang. ALhamdulillah, saya lega sekali mendengar bahwa Century ternyata melakukan pembenahan bahkan obat2 langka (paten) ternyata mereka membantu mengadakannya.
Meski pernah mengalami kejadian ini, saya masih juga ke Century dengan kehati-hatian, tentunya. Kebetulan saya seing ke rumah ibu (usia 85 thn) yang kadang memerlukan obat sehingga saya tinggal jalan kaki di Century yang tak jauh dari rumah ibu.
Saya berharap postingan dan komentar di blog ini semakin MENDEWASAKAN kita …
Wass,
Gatot Widayanto
Tulisan anda sangat inspiratif dan sangat bermanfaat
Terima kasih Pak Iklan Mini …
waduh gra2 bca comment2 diatas jd bingung..
sya ktrima jd SM, tp klo liat comment dr mb utari dan pak panda jd bingung mo nrima pa ga,hehehe..
sebelum nrima sya cari info dlu gmna tu CHC sebenernya..alhmd ktemu ma blog ini, makasie buat semua comment sya jd ada sdikit bnyak tau ttg CHC..
makasie..
Mbak Vivi, diterima saja bekerja di Century. Saya yakin sudah menjadi lebih baik sekarang.
Salam,
G
memang harga obat di centry jauh lebih mahal. saat itu aq beli syrup dulcolac sudah pakai kartu member kena harga Rp 51.000,-, besoknya saya cek di apotek lain harganya cuma 41.000… mahalnya……
Terima kasih infonya mbak / mas Tri S. Saya perlu hati2 kalau begitu …
jangan beli obat di century tebet timur (sebelah BNI), mereka tidak pernah kasi struk tanda pembelian.
Wah, minggu lalu saya beli obat batuk di Century Tebet Timur, depan Pasar PSPT. Diberi struk tuh …
aduw aduw…jadi ngeri dengan pelayanan centuri….pengenya beli obat di chc…kayanya mahal neh…ada recomendasi lain ga..apotik di bekasi n jakarta yang harganya relatif murah dan terpercaya…!
hhhmmm….
sbnarnya sih saya gak mw menjelek2an CHC ne…tapi cuma mw curhat aja….
saya nyesel jadi store manager dsana…gila bgd kerjanya…udah 7 jam kerja n kita mw pulang gak dikasih…hampir stiap hari lembur trus sampe 11 jam..!!! dan bayarannya gak sesuai dgn gaji yg kita trima…mw tw brpa??cuma 15ribu tuk lembur 4 jam yg ditambah dgn jam normal krja 7jam…gila kan!!
udah gitu mw resign aja ada denda..dan ijazah ditahan dan gak bisa diambil secepatnya…awal kerja, selama 2minggu saya tdak diberikan libur atau off..
dan bnyak lgi keluhan2 sya slama bkerja dsana…
menyedihkan….1111
Sungguh memprihatinkan di hari gini masih ada perusahaan yg memperlakukan karyawannya seperti yg dialami bu / pak Nay. Saya tidak mengira bhw kondisi internal CHC separah ini. Saya sendiri msh kadang beli di CHC dan mbak2 yg jaga cukup ramah. Saya bisa mengerti kalau akhirnya karyawan juga tdk betah.
Salam, G
Sya kira mestinya mngganti isi resep tanpa izin dr dokter ybs. disengaja/tidak mrpkan tindakan kriminal/kejahatan/kelalaian yg seharusnya dilaporkan ke Polisi.
Adapun pihak penyedia obat bila menyarankan kpd pasien thd obat pengganti itu pun sma sekali tidak tepat krn pasien dan penyedia obat, TIDAK punya kualifikasi apapun utk menentukan obat pengganti.
Kesalahan yg berupa human error pun dpt dituntut scr hukum.
Ketegasan konsumen dlm mempermasalahkan hal spt ini perlu ditumbuhkembangkan.
Penyelesaian tidak bisa dilakukan dgn cara” kekeluargaan.
Terhadap penyedia obat yang mencari keuntungan/ kekayaan sebesar-besarnya dari pasien dengan memanfaatkan ketidaktahuan pasien sesungguhnya sangat tidak etis bahkan mungkin penilaian bagi masyarakat luas dianggap sangat TIDAK BERMORAL.
hmmmmm….jadi bingung neh!
bisa tolong disampaikan beberapa kasus lagi ga selain yang ini?
jadi saya n orang@ yang baca akan lebih tahu!
thx
Mbak Ditha, kenapa musti bingung?
Saya sudah jarang berhubungan dengan Century, namun kalau ada teman2 punya pengalaman bagus mungkin bisa menetralisir berita ini ..
Terima kasih.
Salam,
G
Saya tidak akan berkomentar tentang masalah awalnya, karena menurut penulis sudah selesai, bahkan ada apoteker yg sudah menjelaskan dari sisi profesi apoteker dan tanggung jawabnya.
Namun menurut saya, komentar2 yg ada disini sudah hampir tidak seimbang dan terkesan menjelekkan satu pihak. Mungkin karena siapapun bisa menulis dan tidak harus menggunakan identitas asli, jadi bisa bebas komentar, dan tidak perlu bertanggung jawab atas apa yg ditulis, begitu mungkin ya..?
Saya adalah pelaku bisnis retail yg tidak ada hubungannya dengan Century, dan saya juga tidak kenal satu orang-pun di Century.
Saya hanya ingin memberi info tentang bisnis retail secara umum (untuk menanggapi beberapa tulisan):
Store Manager gajinya kecil.
==> Kenapa mau bekerja disitu kalau menurut anda gajinya kecil? toh anda sudah diberitahu di awal, berapa gajinya, tanggung jawabnyadan bahkan bonus beserta dendanya.
Store Manager banyak potongan/denda karena kehilangan barang?
==> Saya rasa SEMUA bisnis retail melakukan hal ini. Kalau ada barang hilang di toko, store manager beserta timnya harus bertanggung jawab dan mengganti (apakah mengganti penuh atau tidak adalah merupakan kebijakan masing2 perusahaan)
Ini namanya kontrol internal. Kalau nggak diwajibkan mengganti barang yg hilang, waduh, bisa hilang semua barang di toko.
Pertanyaannya adalah, kenapa barang di toko yg jadi tanggung jawab anda bisa hilang? Bagaimana anda sebagai orang yg paling bertanggung jawab (store manager) bisa membiarkan hal ini terjadi? Toh sejak awal anda tahu ini adalah tanggung jawab anda kan?
Uang lembur terlalu kecil.
==> Sudah ada peraturan pemerintah yg mengatur akan hal ini, sudahkah anda bicara dengan atasan atau HRD, jika memang tidak sesuai dengan aturan?
Beli sesuatu nggak dikasih struk.
==> Ya minta ke kasirnya dong, lha ini kok malah nulis komentar di internet. hehehe
Sekian, terima kasih. Maaf kalau komentar saya agak keras/ketus… harap maklum, bawaan orok…
~J~
sya lu2san SMF, dlu bkrja d century sbg AA. kbetulan lg kangen ama century trus iseng sya bca blog ini, smua tulisan yg ada dsni ada benar jg ada tdk nya, sbgai org dwasa shrsnya kt kritis trhdp sgala sswatu, jd cb kt brpkir n brtndak scr bijaksana mnanggapinya.
perusahaan hnya sbgai wadah, prusahaan digerakan/djalankan mnusia, & manusia bkn malaikat yg tdk prnah mlakukan ksalahan.
dsni sya akan brbicara per’point:
1. benar kta pak.joko, saat intrview century mmberi tahu tgs yg mnjadi tnggung jwb kryawn, brp gaji, bgmn praturan, dsb, CHC pun mnyediakan SOP yg isinya sngat lngkap dsetiap outletnya u/ dpahami krywan. jk ada yg tdk ssuai CHC sngat trbuka mnaggapi kluhan, msukan dll dr krayawan. Jd kmbali lg pd dri kt msing2 apakah kt org yg asertif u/ mngungkapkan apa yg kt rsakan?! silahkan sodara2 renungkan.
saat itu tahun 2004, saat apotek lain mmberi gaji 350rb u/ AA, sya mmnta gji 1jt saat intrvew, & stiap blnnya sya mndpat kuranglbih 1,5jt dlm 1bln. (btapa baiknya CHC ^_^).
Intinya, baca dngn sksama isi prjanjian dr kontrak krja! jng malas u/ mmbaca SOP! brtanggung jwab atas pkrjaan, sminimal mungkin mlakukan ksalahn jd tdk kena denda. reward n punishment itu slalu ada dstiap prusahaan formal.
2. awal bkrja sya dtemani SM hnya 1 minggu krn SM trsbut pndah domisili k luar pulau, slama 1minggu sya dtuntut u/ bs / mngrti smua tgs yg hrs sya krjakan (untungnya sya org yg cpat tanggap).
Benar, tdk ada SM d outlet yg sya tmpati, sya mmgang t.j outlet hnya brdua dng rekan ssama AA, sya mngrjakan smua tugas SM yg hrusnya tdk sya krjakan. Ttapi hrs anda smua tau, smua outlet CHC mmiliki APA (Apoteker pnanggungjwab apotek) jk di CHC dsubut AM, yg mmang tdk dtang stiap hr, & itu smua normal, smua apotek pun sprti itu.
intinya, jngn mnjadikan sswtu mnjdi sprti ksalahan yg sngat besar, pdhal apotek lainpun sm sperti itu.
3. bbrpa bln ssdh bkrja sya blm mndpatkan sragam (jas putih), sya org yg asertif jd sya lngsung mngeluhkannya pd AM, lalu AM mnyuruh sya u/ mngrim email dng tulisan tngan sya sndri kpd HO d Jkrta, keesokan hrnya HO mmberikan blasan prmintaan maaf atas hal trsebut, dan mngatakan akan sgera mngirimkannya, 3 hr kmudian seragam sya pun tiba. kmudian stahun kmudian sya mngirim email lngsung kpd HO mminta agar ada SM d outlet yg sya tmpati krn bban krja sya tdk ssuai dng jobdescription n gaji sya, & CHC pun lngsung mnanggapinya.
intinya, CHC cepat tanggap trhdap keluhan apapun asal kt nya sndiri yg asertif (jng diem aja klo mrsa hak kt ga trima).
4. karywan CHC hnya yg brjas putih, brseragam putih dngan plat hijau rok hijau, mmakai pin CHC, rapi sopan & santun. u/ yg brsragam lainnya itu ialah SPG dmn perushaannya mnumpang tmpat pd CHC (link) u/ mmasarkan produknya. jk ada kluhan ttg SPG, silahkan keluhkan pd pihak CHC, krn CHC akan mnyampaikannya pd prusahaan SPG, dan prusahaannya yg akan mngambil tndakan trhdp SPG trsbut, bkn pihak CHC.
CHC mmpunyai kwenangan u/ mmbrikan punishment pd SPG yg mlanggar praturan CHC, & mlaporkannya pd prusahaannya, SP 1 2 3 dbrlakukan, jk tdk ada prubhan mka CHC mmpnyai kwenangn u/ mmblacklist SPG trsbut, & SPG trsbut tdk akan dtrima d CHC mnapun se-Indonesia.
hal ini prnah sya lakukan, mskipun status sya hnya sbgai AA, ttpi sya sbgai kpala toko dsna (dkarenakan tdk ada SM) brhak mlakukannya.
intinya, jngan mengeneralisir antara SPG dngn kryawan CHC.
5. krywn CHC baik lower or midle dprbolehkan mlaporkan kcurangan/ksalahan yg dilakukan atasan (top manajemen), mis: SA/SC blh mlaporkan AA yg mlakukan kcurangan, AA blh mlaporkan AA lain, AA blh mlaporkan SM or AM, SM blh mlaporkan AM. manajemen CHC sngat trbuka, & plapor sngat djga krahasiaannya.
sya prnh mlakukannya AA rekan krja sya sngat sring mlakukan ksalahan mka sya mlaporkannya kpd AM, AM pun tdk lngsung prcya (diselidiki), pngumpulan bukti & saksi (SC/SA), stelah trbukti, AM mlaporkannya pd HO, HO pun cpat brtindak.
sya jg prnah mlaporkan SM yg tdk brkompetent (pdahal lulusan S1 farmacy), Sm trsbut sring lalai trhdp t.j nya, salah mmberikan obat pd cust, salah mmbrikantahukan cr pnggunaan obt, dsb.
& sngat braninya sya bsrta krywan lainnya mlaporkan AM lngsung kpd HO lwat surat krn AM mlakukan kcurangan/ksalahan, bbrpa hr kmudian HO lngsung brtindak mngusut kjadian, mngumpulkan bukti2 & saksi, stelah trbukti bbrpa minggu kmudian AM trsbut lngsung dtindak.
intinya, cb kt mnjdi org yg brtnggung jwab dlm bkrja, jk ingin reward mka bkrjlah dngn baik, jk tdk ingin punishment mka jngnlah lakukan ksalahan.
6. tidak smua CHC or retail farmacy lainnya (guardian, boston, kf, 24, santi, dll) itu jelek/tdk profesional, cb telaah lg, siapa yg lbih brtnggungjwab atas ksalahan yg trjadi, kmbali lg kpd personal indvd/krywan nya. benar, produck yg djual retail farmacy lbih mahal dbanding aptek biasa or tko obat, tp tdk smuanya, istilahnya “gali lobang tu2p lobang” (org pintar psti mngrti). smua prusahaan mmpunyai strategi dgang, jk ada brng yg djual sangat murah mka akan ada brng yg djual mahal. produk luar yg ktersediaannya trbtas, mka akan mahal hrganya, tntu sja kualitasnya pun trjamin. retail farmacy mmpunyai klebihan: hrga obat apotik lbih murah jauh dibanding apotik biasa, ttapi kualitas trjamin (tdk ada obt palsu), hrga obat bebas, disesuaikan tdk brbeda jauh dr apotik biasa, trsedia obat dr luar yg tdk dpt dtemukan d apotik biasa, ada jasa delivery cervis. jika ada brng murah dng kualitas bagus, knp tdk?!, jika ada brng murah kualitas tdk trjamin, tntu bhaya. jika ada brng mahal ttpi kualitas bagus n trjamin, knp tdk?! sehat itu mahal, mka jgalah ksehatan anda.
intinya, jadilah custmer yg pintar, bijaksanalah dlm mngeluarkan uang anda. jgalah gya hidup “life style” anda.
7. kpd para AA or S.Aptk or apoteker, brtanggungjwabhlah pd pkrjaan kt, kt brgerak d bidah cervice, kt dilantik dan disumpah saat akan trjun kedunia krja, brhati2lah dlm bkrja krn kt brhubu lngsung dng mhluk hdp dngn manusia yg mmpunyai nyawa & akal, bkn dngn brang mati. hargai hak customer jk ingin dihargai, bgitu pula sbaliknya.
kpd cust, cobalah u/ lbih asertif, jng malu u/ brtanya, jngn takut segan u/ mngeluh, jng takut u/ melapor, ttapi jngn mnjadi org yg arogan mntang2 mnjadi custmer & km mnjadi pelayan, smua mmpunyai hak & kwajiban msing2, ingat hak asasi manusia.
prnah tiba2 ada cust dtang lalu tnpa alasan jelas dia marah2, smbil mmbentak dia mminta obat sakit perut, sya ttap trsenyum & mngucapkan salam, lalu sya mnanyakan obat apa yg biasa dia pakai, dia malah mmbentak sya & mminta sya u/ mmberikan obatnya segera, (bu, sya bkn dukun yg bs tau ibu sakit perut d bag mna? krn apa? btuh obat apa?, skit perut itu bnyak mcamnya), salah kasih obat bs berabe nnti jd mslah lg nnti. dengan ttp trsenyum sya cb jelaskan, eh c ibu terus marah & brkata (bilang klo ga ada obatnya) sambil pergi mengoceh spanjang jalan. seisi outlet baik kryawan maupun cust lain langsung trdiam & bingung oleh ulah ibu2 trsebut. & msh bnyak lg kjadian lain yg dilakukan customer. sya tdk bs mnyalahkan customer, mnyalahkan kryawan or siapapun, krn sya tau skrng bhwa setiap manusia itu “unik”.
8. stelah bnyak pnmgalaman yg sya dpt ketika sya bkrja d CHC, sya mmutuskan u/ mngundurkan dri stelah 2 thn bkrja krn sya ingin kuliah & sya kuliah di jurusan Psykologi, sya ingin lbih mmemahami keunikan manusia, sya ingin mmahami t.l manusia d dlm suatu organisasi, jd sya mmfokuskan dri pd Psykologi Industri Organisasi ^_^.
skrng sya lg mnyusun tugas akhir, mohon doa nya ya, smoga sya bs cepat lulus, & bkerja di bag. yg sya inginkan, di bag. HRD di perusahaan besar, amiiiiiin
Sebenarnya saya sudah ingin menutup tret ini karena sudah lebih dari 2 tahun. Namun, saya suka komentar2 yang menetralisir seperti dari pak FNF dan pak Joko …juga beberapa komentar lainnya. Semoga ada cerita sejenis seperti ini sehingga tidahk melulu memojokkan Century … Toh ada yang puas dengan Century ..
Salam,
G
@all : Intinya belajar dari pengalaman..:D
to F.N.F….setuju skali dg rincian mbk yg pnjng lebar…
Bpk Gatot yth. kebetulan saya salah 1dr anggota kluarga besar CHC group sbg Store Manager d slh 1 otlet Century…
pergantian obt sbnrny memang dperbolehkan dg syarat: obta yg dperlukan sama kndungan dan isiny customer setuju atw dg prstujuan dr. yg bersangkutan..
dan memang benar juga kami Store Manager hmpir 50% bkn murni berasal dr lulusan Farmasi akan tetapi dalam 1 bulan qt training Ilmu kefarmasian minimal 4 sampai dengan 5 kali Training……yang jelas pd intinya sgla sswatu bs ada kekeliruan karena pribadi msng” mnusianya bkn melulu kesalahan Perusahaan…
Semua informasi ttg Punishment dan sgla mcm qt bergerak sesuai aturan (tp smua itu kmbali lg pd pribadi masng” orgnya)..SOP dan juga Denda yg qt dpt setiap kami melakukan kslahn slalu ada…
Klo soal SPG (berseragam selain Jas putih+Pin Century (SM, AA), rok hijau (AA/Kasir) dalam wktu dekat mungkin akan dilakukan pemutihan artinya sedikit demi sedikit SPG akan ditiadakan dr Century (untuk jangka waktunya mash sedang berjalan pelan-pelan)…
SPG bukn termasuk kluarga besar Century, mereka kebanyakan menawarkan produk” dr perusahaan mereka dan mereka istilah kasarny hanya menumpang jual d century u/ produk” herbal…dan Produk herbal bukan lah untuk mengobati melainkan untuk pencegahan saja (suplemen dsb)….
link ini akan saya sampaikan ke HO (Head Office) agar bs lebih diperhatikan lagi demi kemajuan Century…Bahwa Setitik kesalahan akan mampu mengubah citra dan juga kepercayaan customer…:D
OK, Pak Gatot semoga Bapak tidak keberatan untuk mengunjungi Apotik Century…:D
MInal aidzin Walfaidzin juga u/ Bpk sekeluarga…
Bapak Devil666 (wah pake samaran, jadi sulit)
Selamat Idul Fitri 1431H.
Saya masih mengunjungi Century kok, bahkan punya kartu keanggotaan. Saya yakin kok pengalaman saya pasti ada tindak lanjutnya. Postingan ini sudah ditanggapi dari HO kok pak… (mohon lihat komentar di atas).
Apapaun komentar dari bapak2 / ibu di sini, mari kita sikapi dengan positif untuk better customer service di negeri kita ini.
Wass,
G
Minal aidzin walfaidzin P.Gatot…
Selamat Idul Fitri 1431 jg u/bpk sekluarga dan untuk smua yg ada disini..:)
Sebelumnya mohon maaf Bpk Saya bkn Bpk tp Mbk…(tp gpp kok nmny tak kenal mk tak sayang)
Panggil aj Dienar pak..
Mksh bnyk atas kepercayaan pk u/pelayanan kami..:D
Ditunggu kdtgnnya d Century Pluit Junction yagh Pak…
Mbak Dienar, taqaballallahu mina wa minkum.
Ntar saya mampir di Century Pluit Junction. Maaf telat bales …
Sala,
Gatot
saya orang Head Office dari century health care,]
saya seorang programmer…. dan ikut dalam membangun program yang berjalan di kasir. termasuk layar post. dan utilitas lainnya..
kekeliruan yang terjadi di pelanggan bukan karena century nya .. tapi karena kesalahan SM (sales manager)
kurang memberi informasi atau kurang kooperatif kepada customer. bahkan ke kami orang pusat pun terkadang ada saja pegawai outlet yang kurang sopan. misal ketika sistem citrix lagi down..
tapi pak gatot. kami memiliki layanan customer complain di handle dengan 3 server sms. dan juga ada kontak yang dapat dihubungi untuk masalah complain. misal ke bagian Operation.
DAN SAYA TEKANKAN UNTUK SEMUA. JIKA ANDA MENGALAMI PELAYANAN YANG KURANG MEMUASKAN, SAMPAIKAN KELUHAN ANDA KEPADA KANTOR HO CENTURY BUKAN DI BEBERKAN KEPADA PUBLIK misal MELALUI MEDIA INTERNET.
KARENA ITU SUDAH MERUPAKAN BENTUK PENCEMARAN NAMA BAIK..
kesalahan yang terjadi hanya di outlet tertentu bukan di seluruh apotik. sudah barang tentu yang salah adalah petugas di outlet tersebut.
JADI JANGAN LANGSUNG MEMBAWA NAMA PERUSAHAAN
KAMI PUN TIDAK AKAN MENYANGKAL KESALAHN PETUGAS/KARYAWAN TERUTAMA YANG ADA DIOUTLET
BAHKAN PADA SISTEM KAMI BERLAKU DENDA DAN POTONG GAJI APABILA ADA PETUGAS YANG MELAKUKAN KESALAHAN DALAM BEKERJA.
makasih pengetahuanna pak gatot…:)
hm…padahal saya kmrn dapat panggilan lho dari century…gr2 ini saya jd ga dateng…
Wah ,…. sebaiknya jangan gak dateng karena tret ini. Saya yakin Century berubah lebih baik sekarang ….
Semoga sukses.
Salam, G
numpang comment ya, hebat banget nih hari, dalam satu hari banyak banget hambatan saya buat mutusin besok datang apa nda ke tempat psikotest century.
hambatan pertama : pas pihak century nelepon tadi pagi, saya dalam keadaan sedang ngutak-ngatik osCommerce untuk bikin toko online sendiri, anehnya sbelum di telp century, asli banyak banget kesulitan saya bangun websitenya, tapi abis di telp,langsung mudah semuanya..hahaha, bingung juga.
kedua, pas saya mau ngecek kemarin saya daftar lowongan apa sih di century?ternyata saya malah membuka thread yang semuanya soal keluhan pegawai yang kerja disana, berhubung saya mencari waktu kerja yang bisa saya imbangi nantinya dengan toko online saya, saya melihat ada seorang pegawai yang mengatakan jam kerjanya nda berimbang dengan gajinya, waduhhhh, gimana ya…padahal saat ini juga saya masih kursus jahit dan toko voucher game saya udah mulai ramai dikunjungi. tapi saya belum patah arang, saya masih mikir positf.
namun sekarang yang jadi masalah adalah hambatan yang ketiga ini, saya bingung sama printer saya, kenapa kalo saya ngeprint modul pelatihan bhs korea langsung ke print,tapi pas saya mau ngeprint CV ma lamaran yang mau saya besok, tiba2 aja tinta nya langsung meluber, bener2 bikin repot juga printer yang refil nya sistem infus, suka kambuh2an.dan pada akhirnya saya memutuskan, ya sudahlah, fokus saja dengan apa yang ada sekarang, toh saya juga tetap bisa berpenghasilan meski tidak menjadi pegwai century, lagipula saya sudah targetkan bisnis sendiri 2 bulan kedepan.
hmm, terimakasih buat masukkannya, saya tidak berpikir soal bagaimana kinerja pegwai century, sebab saya tau tiap orang punya kelebihan dan kekurangan masing2. tapi sebagai info masukkan meski menurut saya memang nda berimbang sma sekali beritanya, ibarat berita infotaiment. saya juga pernah mengalami berbelanja di apotik franchise semacam century. yang depannya huruf dan belakangnya dua angka yang menyatakan mereka bukanya nonstop.hehehehe, waktu itu sya pernah nanya soal obat, berhubung kakak saya dokter, saya sedikit tau lah mengenai obat, waktu itu obat yang saya tanyakan di apotik itu stoknya lagi kosong dan ketika saya tanya harga per stripnya berapa, mbanya bilang ngitungnya bukan perstrip, tapi pertube, oh..berapa kira2 ya, saya tanya lagi, pertubenya sekitar krng lbh 40 ribu, dan isi satu sachetnya 4 tube (satu tube isi 5 ml sekali pake) atau berapa saya lupa. saya agak kaget juga sih, mahal amat, dalam hati saya bilang gitu, terus saya bilang ke mbanya, nanti saya balik lagi aja deh mba kalo udah ada. dia nanya perlu di pesanin ga, kalo mau kita pesanin, saya bilang ga usah dulu, eh ga taunya pas sore mereka nelepon dan bilang kalo obatnya udah dipesan dan harap di tebus, lahhhh sapa yang mesan sih…parah.com saya bilang..
[...] Iklan Menyesatkan CENTURY Health Care February 2008 87 comments 3 [...]
sori ni numpang komen ya pak.saya pernah kerja di century. pegawai yang bkerja di century itu spnuhnya bukan lulusan dr dokter and apoteker aja.tp dr smua jurusan.liat komen di atas saya jujur agak tersinggung.karena komen di atas ada yg menyatakan “PEGAWAI CENTURY ROK PENDEK DAN SEKSI2″.bukan mslh CENTURYNYA yang saya tersinggung(whatever, EGP…)tp mslh kata2 “PADAHAL MREKA DOKTER.
darimana situ tau kita dokter apa bukan?????karna kita pk jas putih gt mknya dsebut dokter???asal tau aja y yg pakai jas ky gt bukan hy dokter.sbnrnya jas putih juga merupakan jas APOTEKER. di luar itu biasanya org2 yg kerja di apotek/healthcare (wlp bukan lulusan dr kdokteran ama farmasi)jg bisa pk jas bgitu.
kalau di century biasanya yg pake jas putih itu STORE MANAGER (ini bukan hy lulusan dr farmasi and kdokteran aja)AND ASISTEN APTKR.
and kita sbnrnya ga dibolehin pk rok(klo ada yg ngelanggar saya ga tau).bolehnya pk clana pjg and kmeja.yg pk rok pendek2 itu SPG-nya(bkn bagian dr keluarga century).
Saya dokter and saya tersinggung dengan kata2 SEXY itu.jd ngrasa kita yg bkerja di dunia ksehatan ga ada bedanya ama SPG.cm bisa pk rok pendek2.
pdhl buat jd dokter aja kita mati2an ujiannya!!!
trimakasih
Saya pagi ini mau kirim lamaran via pos ke sana tetapi setelah baca info dari sini jadi pikir-pikir dulu deh..Soal peraturan ini itu dan gaji dll yang sering kurang memuaskan bagi karyawan di tempat kerja memang setahu saya sama. Saya dulu pernah kerja di sebuah klinik di Tangerang..Yaa, emang ga jauh beda dengan komen-komen di sini. Intinya peraturan sana-sini kurang lebih sama. Smoga makin maju aja deh Century Healthcare.
Saran saya, mas Wawan tetep aja kirim lamaran, gak ada salahnya kok. Pasti sudah banyak perubahan mas. Semoga … Paling tidak buat nambah pengalaman mas ….
Salam,
G
halo gabung coment dong….
rasanya jadi pengen ketawa kalo baca coment di century gajinya tdak memuaskan,,,kecil lah,,,banyak denda,,,jam kerja panjang,,,ya memang semuanya bener sih,,,tapi itu kan kl dilihat dari sisi negatifnya. kalo dari sisi positifnya banyak bonus,,,lemburan ,,,kalo masalah target selalu berubah wajarlah,,,ga da target mana seru,,,asal targetnya masuk akal…
kalo gaji kecil ga juga,,,ada tuh yang gaji nya nyampe kepala 3,,,so kalo ga nyampe introspeksi diri aja…ya?? jadi ga usah takut duluan buat kerja di century,,,coba aja dulu sapa tahu cocok,,,
kl pelayanannya dari 10 ada 7 tidak memuaskan bilang aja kalo bener pasti terima kok,,,biar bisa introspeksi,,,kl ga mana tahu kl pelayanannya kurang…
soal harga memang agak mahal tapi kl ga begitu apotek tradisional yang lebih murah ga laku dong,,,ntar takdirnya spt pasar tradisional kita yang kegusur sama carefour dan jenis mall market yang laen ,,,
masalah obat keras yang mestinya pake resep dokter dan ga boleh dikasih ke pasien…itu kan ada panduannya sendiri dari pemerintah buat apa ada DOWA (daftar obat wajib apotek) sama DOEN (daftar obat esensial)
bukannya ngebelain apotek century tapi saya pernah layanin pasien minta obat golongan OKT tanpa resep dokter, ga dikasih lah,,,eh pasiennya marah2,,tapi pasiennya dapet juga lho obatnya saya jadi penasaran dapenyat dari mana,,,jadi saya ingin tahu yang coment sebelumnya beli obat keras yang mana di century??? penasaran jadinya….ga pa kan???
kalo masalah jas putih,,, bukan hanya dokter yang pakai tapi semua tenaga kesehatan simbolnya pasti jas putih…
intinya kalo ikutin peraturan pasti selamet deh ,,,asal peraturannya jelas dan tegas…
yup cuma segitu aja comentnya,,,kalo ada beberapa pihak yang tersinggung maaf aja ya…ga niat juga kok…
selamat pagi…
membaca komentar dari kalian cukup memberikan informasi kepada saya..
saya ingin bertanya, tugas seorang admin staff di CHC itu apa ya??
per shiftnya kerja berapa jam??
Sore..
Masalahnya sama pengantian obat yang tidak di kasih tw,,dengan harga yg sangat mahal. ini terjadi di century / apotik plus di salah satu mall yg berada di Depok.
pelayanan di situ pun kurang bagus,,gak ada senyum sama sekali.
mungkin obat generik murah kurang mengutungkan buat apotik, dan apotik century sengaja menganti untuk mendapat keuntungan yang besar
wah… jadi mikir2 juga nih mau dateng ikut test di CHC…..
iya ni… century hanya mengumbar kata2 manis belaka,,, saya pernah dengar karyawan century ngeluh2 di outlet krn gajinya turun disebabkan denda2 dan ga ada insentif…
katanya klo jualan selling fokus century bisa dapat insentif,, nyatanya setelah dicek ama karyawan tsb di laporan gajinya malah ga ada katanya… kapan nih century buat kemajuan dan memberi kesejahteraan pada karyawannya,, apalagi karyawan yg bekerja di mall2 gitu…
kasihan dech karyawan century, da capek2 krja tp ga dpt apa2…
kalau gaji sedikit : pindah kerja
seharusnya century apotik mengaji karyawan standard UMR atau lebih
Baru saja saya membeli obat insulin dengan merk levemir flexpen 110u/ml pelayanannya memang bagus mereka mau menuggu kehadiran saya dikarenakan obat tersebut sangat urgent dibutuhkan, hingga batas waktu toko itu ditutup.
Tapi yg saya sesalkan ternyata ada kekurangan item yg harusnya disertakan dan diinfokan oleh mereka, yaitu berupa jarum suntik. Berhubung saya orang awam yg baru pertama kali menggunakan obat tersebut saya menanyakan prosedur pemakaian obat tersebut kepada saudara saya yang seorang apoteker jg.
Betapa kagetnya ternyata masi ada kekurangan kelengkapan (jarum suntik) tersebut harusnya pihak apoteker dari century tersebut memberikan penjelasan bagaimana dan apa saja yg diperlukan.
Percuma jg saya jauh2 dari tanah kusir ke bintaro jaya dan ternyata sekarang obat tersebut tidak dapat digunakan jg pada saat saya pulang dan harus menunggu keesokan harinya agar insulin tersebut dapat digunakan.
Singkat kata bagaimana bisa seorang apoteker bisa melupakan hal prosedur pemakaian yang memang seharusnya dilengkapi pada jenis obat yg memang sangat URGENT (Insulin diperuntukan apabila kadar gula > 250, dan sangat penting sekali penggunaannya).
Semoga kelalaian tersebut tidak menimbulkan KEHILANGAN NYAWA seseorang.
Masya Allah ….! Bergetar saya membaca info dari pak Yasier ini. Pak, saran saya, segera ke RS terdekat, hubungi IGD untuk mendapatkan suntiknya pak. Lebih baik ikhtiar malam ini juga pak. Coba ke RS Pondok Indah atau Bintaro pak … Semoga Allah SWT melindungi pak Yasier dan keluarga. Sebaiknya JANGAN TUNGGU HINGGA BESOK PAGI pak …. Jangan sampai ada nyawa hilang karena hal ini pak …. Insya Allah berhasil pak Yasier ….. Saya doakan pak.
Salam,
Gatot
Powered by Driji_Jempol®
Ass wr wb
Terima kasih untuk doanya sdr gatot..
Alhamdulillah setelah mencari2 info di internet selepas saya membuat komentar diatas ternyata di pondok indah ada apotik century yg buka. Dan saya bergegas langsung ke apotik tersebut, dikarenakan obat tersebut harus sesegera mungkin digunakan ibu saya keesokan hari.
Mungkin comentar diatas hanyalah sebuah opini dr saya yang tidak bermaksud menjelekkan pihak tertentu..
Saya pribadi adalah langganan tetap dr apotik century (veteran bintaro) yg kebetulan dekat dengan daerah rumah saya.
Hanya ingin mengingatkan saja demi profesional dr sebuah apotik yg saya rasa kesalahan/ketidakpuasan sedikit saja bisa menimbulkan dampak yg besar.
Semoga dengan berbagi pengalaman ini bisa memberikan pelajaran untuk semua.
Amien..
Wassalam..
Wa’alaikumsalam wr wb.
Alhamdulillaaaah …. Saya senang sekali ternyata ibu Pak Yasier akhinya mendapatkan pengobatan tepat waktu …. Alhamdulillah ….. Semoga Allah SWT segera mengangkat sakit beliau pak ….
Betul pak, saya membaca maksud Bapak untuk tek menjelekkan tapi memberi masukan tentang profesionalisme sebuah apotek. Semuanya tentu ada hikmahnya….
Wassalamualaikum wr wb. Gatot
bukan mau belain century ya tapi gue beli obat yang asli keluaran kimia farma tuh di century malah lebih murah daripada di apotek kimia farmanya langsung itu blm didiskon ya karena mlm itu baru mau jadi member, coz untuk pembelian selanjutnyua diskon 5% dan pasti lebih murah dari harga aslinya.saran saya sih mendingan cek aja diapotik lainnya jangan dicentury aja!
Bgini bila ad cstomr yg mencari obat n kbetulan stokny ksong di outlet pastkn karywn CHC mnawarkn jnis obat yg lain tp isi n fngsiny sama dgan obat yg di cari n hargax lbih mahal,, klopun cstmer trsbut nda berminat mbeli mahal ya nda usah di beli… cari sja ke apotik yg lain… Trus msalah customer ada juga it yg seenakny saja mw minta dganti barangny pdahal barang yg dia beli awalny tdak ad krusakn krna tentu sja sbelum kami pajang tentu brang trsebut d priksa dlu jd tdak mngkin ad krusakn stelah brangny d pajang, pas bsok malamny dtang dgan barang yg kondsix sdah rsak parah alias pecah katax in brang yg rsak sbelum d beli… Kami demi mmberikn playann yg trbaik kpada customer brsedia mnggantiknny dgan yg baru pdahal tindakn customer yg spert inlah yg bisa mrugikn klo smuax spert in minta d gntikn… Satu lgi kalopun ingin brkomentr jgan dibuka ke publik spert ini, sma sj mw mnghncrkn ni namax…
“..klopun cstmer trsbut nda berminat mbeli mahal ya nda usah di beli… cari sja ke apotik yg lain…..”
masalahnya : apotik century itu DIAM_DIAM menganti obat walaupun isi obat itu sama DAN pasien tidak tahu kalau obat generik itu diganti ke obat paten karena pasien tidak bisa membaca tulisan dokter
Setuju… dengan metha ya memang benar… seharusnya pihak century khususnya AA (asisten apoteker) yng melayani resep bapak Gatot Widayanto bersikap koperatif karena AA yng baik dan berpengalaman selalu mengkonfirmasi bila obat yng diresepkan tidak ada ataupun ada tapi bebeda merek atau ada tetapi berbeda jenis (paten atw generik) dan harus mengkomunikasikan terlebih dahulu ke custemer karena tiap obat walaupun sama nama kimiawinya tetapi bila berbeda merek berbeda pula harganya…….. karena supaya pembeli tahu harga obat dan bisa membandingkannya dengan merk lain……… harusnya AA dari aptoek century bersikap lebih terbuka dan menjadi pelayan kesehatan serta penjual obat yg baik….
kita pun tentunya juga harus bersikap “aktif”, kita harus tau obat apa yg kita
gunakan,dosisnya serta merk dan harganya…..karena dokter, farmasis juga mausia biasa yg mungkin saja bisa melakukan kesalahan (banyak pasien di luar negri yng aktif mencari info tentang semua hal mengenai obat yng dia gunakan) >>>> kan ada orang yg bisa kita tanya, ada buku ada internet……. “jangan sampai kita termakan IKLAN MURAHAN’
dan memang obat ” GENERIK” lebih murah dari obat bermerk karena dari segi teknologi farmasi walaupun zatnya sama misal “paracetamol” dengan “panadol” “bodrex”(merk paten untuk paraceatmol) lebih baik teknologi yng paten karena merka memakai excipent ingrideient seperti pengikat, penghancur,pengisi tablet dengan kualitas dan formulasi yg excellent dan sehingga secara teraputik sistem kerja obat tersebut “lebih cepat sampai sasaran/target” dibandingkan generik (salah satu faktor) makanya “obat bermerk lebih mahal” dari generik…. misl paracetamol 1 stirp isi 12 tablet hrgnya 3.000-3.500 tapi klo paramex 1 stirp bisa 2000
Oleh karena itu ktia harus bersikap lebih aktif lagi….banyak buku atw info dari internet yg mengulas segala macam tentang obat (buku DOI daftar obat indonesia, MIMS dll)….
Dan saya sangat terkesima sekali dengan bapak gatot yg berani memperjuangkan haknya sebagai konsumen ygsangat aktif dan kritis he2…… hebat… hebat… ^_^
Terima kasih komentar-komentarnya … Inilah aspek positif dari perkembangan teknologi – konsumen bisa berbagi pendapat dan pengetahuan secara bersamaan. Bagus sekali komentar-komentarnya. benar sekali kalau kita merasa kemahalan, kita bisa cari apotek lain. Cuman memang seringkali dalam keadaan butuh dan darurat kita sering lupa dengan harga. Baru kemudian setelah melewati krisis baru kita sadar bahwa dulu kita tak pandai mencari obat termurah atau apa. Semoga semua apotek memiliki integritas tinggi terutama bila obat yang ditawarkan BERBEDA dari resep dokter.
Salam,
Gatot
Terima kasih masukan Dr. Syafa Anggraini, S.OG.
Sayang, email yang Ibu Dokter pergunakan bounced:
Delivery to the following recipient failed permanently:
hasinudita@yahoo.com
Technical details of permanent failure:
Google tried to deliver your message, but it was rejected by the recipient domain. We recommend contacting the other email provider for further information about the cause of this error. The error that the other server returned was: 554 554 delivery error: dd This user doesn’t have a yahoo.com account (hasinudita@yahoo.com) [0] – mta1240.mail.ac4.yahoo.com (state 18).
—– Original message —–
MIME-Version: 1.0
Received: by 10.220.9.2 with SMTP id j2mr343592vcj.155.1319797559569; Fri, 28
Oct 2011 03:25:59 -0700 (PDT)
Received: by 10.220.194.1 with HTTP; Fri, 28 Oct 2011 03:25:59 -0700 (PDT)
Date: Fri, 28 Oct 2011 17:25:59 +0700
Message-ID:
Subject: Terima Kasih
From: Gatot Widayanto
To: hasinudita@yahoo.com
Content-Type: multipart/alternative; boundary=bcaec54ee6aeb6ad8704b05950ba
- Hide quoted text -
Terima kasih kritiknya.
Salam,
Gatot Widayanto
wahaaaa…untung saya baca blog ini, jadi saayaa tau gambarannya n gag jadi wawancara aja ah huhuuu takut euy
Sebaiknya tetap saja wawancara. Century telah banyak berubah kok. Saya masih menjadi pelanggan Century …. Jangan menghalangi panggilan wawancara mas / mbak ….
Terima kasih …
hai…salam kenal pak gatot…aku kasir di century pndok bambu….saya juga sangat kecewa sama management century…..saya mengajukan surat resent…tapi harus bayar denda 500ribu…..setau saya ga seperti itu yg ada di kontrak nya…..jadi sekarang saya bingung…perusahaan2 retail yg lain tdk seperti ini…mna ditmpat saya kerja barang hilang na bnyak…saya gak tau itu ilang di ambil maling ataw karyawan sndri/orang dalam…jadi itu yg tidak membuat saya betah dan tdk nyaman…selain itu tdak ada rasa kebersamaannya…..thanks
Wah ..mbak Esti, turut prihatin. Saya dengar Century sudah banyak berubah lebih baik lho mbak.
Semoga ke depannya mbak Eti bisa mendapatkan tempat kerja yang nyaman.
Salam,
Gatot
NO PHARMACIST NO SERVICE,,
Saran saya sebagai apoteker : pilihlah apotek yg menyediakan jasa apoteker sbg konsultan selama jam buka apotek,,
biar bagaimanapun,, kesehatan, keselamatan dan kenyamanan/kepuasan pasien itu jauuuuhhh lebih penting dari target penjualan, apapun alasannya
HIDUP APOTEKER YG STAND BY DI APOTEK !! TERUSKAN MEMBERIKAN “SERVICE EXCELLENT” !! SEMANGATTTT
)
Luar biasa!!! Salut!
Saya rasa ini rekomendasi yang sangat bagus. Terima kasih banyak Bunda ….
saya tdk membla cpa2 pun . . .
dr apa yg smua comment yg sya bca it baik jg bwt mskn kita . . .
tapi mas gatot/century nh sebenery kesalahan kedua bela phak, kslahn mas gatot hrz bli sesuatu ya lbh detail . . . century pun jg gt tp mgkn bwt sya nama y usaha ingn menjual barangy yg mhal2 . .
sya bertahun2 bli obat bwt k2 penyakit orangtua sya spg sering menawrkn obat yg bgus tp sya sering mencocokkan obat apa dlu yg hrz sya bli yg d twrkn spg tsb . ,
intiy klo bli obat hrz lbh detail krna kslhn bsa dari diri kta sndri . .
Betul, pak Dayat … Terima kasih banyak atas masukannya…..
Salam,
Gatot
Callme Delivery
Phone : 021-7444788 Email : callmedelivery67@gmail.com
Siap melayani Pengiriman/pesanan anda
Harga Outlet to Customer : • DKI Jakarta Rp. 30.000/ Alamat maksimal berat 20kg • Tangerang, Bekasi, Depok Rp. 45.000/ Alamat maksimal berat 20kg • Bogor Rp.75.000/ Alamat maksimal berat 20kg
PENGIRIMAN DALAM HITUNGAN JAM
Ya…. bagus sekali ini ada info negatif dan positif, terima kasih.
Saya member Century, dari awal saya sudah menduga bahwa Century pasti lebih mahal karena dioperasikan dengan sistim management, apapun kekurangannya pasti lebih profesional dibanding toko obat pinggiran jalan buktinya bisa di komplin.
Kalo mau cari harga murah ya harus cari Apotik atau toko obat yang gak bermerek, misalnya di pasra Jatinegara, juga ada apotiknya yang berlokasi dilorong kios2 obat. Tapi jaminan barangnya perlu diperhatikan terutama exfire datenya kita harus benar2 perhatikan.
Maaf saya tidak membela Cetury, kalo mau cari obat yang aman dikonsumsi lebih baik ke Apotik atau Toko obat yang dikelola dengan system Manajemen, tidak perorangan.
Nah selanjutnya pilihan ditangan Anda.
Terima kasih
Waah rame juga yah topiknyah…
Nah,saya mau nambahin komentar atas kekurangan dan kelebihan CHC(Century Healthcare). Kebetulan saya mantan Store Manager CHC di salah satu Mall besar Jawa Barat.
Berdasarkan pengalaman saya disana , customer service Outlet Century ada lebih dan kurang. Yah maklum saja ciptaan manusia mana ada yang perfect. Kalo masalah membeli resep dokter di CHC staff saya dulu selalu berhati hati dalam membaca resep. Bahkan jika tulisan Sang Dokter terlalu artistik kami tidak berani menerka nerka dan akhirnya dikembalikan ke customer tersebut. Kemudian jika resep yang diminta tidak tersedia kami menawarkan alternatif resep yang tentunya tidak sembarang menawarkan. Lalu kami tanya juga customernya mau apa tidak jika diganti / diberi pilihan untuk bertanya ke dokternya dulu sembari menerangkan tetek bengek obat penggantinya. Tanpa “kalimat siluman” yaitu menerangkan namun sambil menjerumuskan untuk membelinya bahkan memuji muji obat pengganti tersebut. Namun memang biasanya yang kami tawarkan adalah obat paten (jika yang dicari adalah obat generik). Atau kebetulan obat yang dicari substitusinya adalah SELFOC. Hal tersebut karena jujur kami mengejar sales target yang semakin bulan semakin meningkat. Apalagi kalau dalam sebulan target sales kami goal. Tenang saja , Pak Gatot dan yang lainnya. Keluhan keluhan anda tentang CHC selalu direspon penuh tanggung jawab oleh HO dan para staff di outlet. Karena setiap keluhan langsung dipublikasikan di email intern kami. Nama outlet dan staffnya dimana terjadi pelanggaran bahkan ditulis di email itu. Hal tersebut membuat efek jera bagi staff outlet yang bersangkutan dan pelajaran bagi staff lainnya.Kemudian jika harga obat obat di CHC pada mahal, saya rasa itu kurang bijaksana. Saya pernah kedatangan Customer yang bercerita bahwa obat yang dia cari di CHC lebih murah daripada apotik langgananya. Jika ada obat yang lebih mahal tentunya hal tersebut wajar, beberapa obat kesehatan yang dipajang di gondola berasal dari supllier2 yang mengimpor obatnya dari Amerika dan Australia. Selain itu harus membayar pajak outlet di mall mall besar. Jadi kalau harganya terlalu jauh bahkan 2 kali lipatnya saya pikir tidak mungkin.
Kemudian tentang perekrutan SM betul adanya bisa dari semua jurusan. saya dari Fakultas Ekonomi sedangkan pengganti saya lulus dari jurusan IT. Meskipun saya dicekoki pelajaran obat obatan sedemikian rupa yang hakikinya berhubungan dengan kesehatan bahkan keselamatan orang lain, saya merasa tidak enjoy dengan posisi tersebut. Apalagi SM apotik seharusnya memahami dan menguasai “semua isi” sebuah apotik. Tidak hanya melaksanakan tugas sales market. Dan memang betul , apoteker CHC tidak melulu stand by di outlet setiap hari. meskipun disana ada asisten apoteker yang memang ilmunya tidak sebanding apotekernya. Sudah saatnya HRD Century merombak kualifikasi rekruitment SM. Yang saya curigai , semua lulusan diperbolehkan melamar karena faktanya tingkat pergantian SM tinggi. banyal SM – SM baru yang mengundurkan diri. Jelas saja ,banyak SM yang tidak betah. Salah satu alasan,Sistem komputerisasi transaksi tidak jarang eror. Karena hal tersebut saya pernah mengganti Rp. ratusan ribu.SM lebih besar mengeluarkan rupiah atas barang2 yang hilang apalagi menjelang stock opname, target banyak dan denda denda…Selain itu jam kerja yang bagi saya overload. Belum lagi AM yang galak, kadang tak mau tau kondisi “kemelaratan” personal dioutlet yang menuntut tercapainya target sales dan kebersihan outlet.
Waduh sudah panjang saya menceracau bahkan ini mungkin curhat . haha. Oke , menurut saya CHC selalu mengedepankan kepuasan customer2nya. Dibuktikan dengan adanya membercard, yang bisa memberi diskon 5-25 bahkan 30% di item item tertentu. Jarang loh apotik seperti itu. member card itu pun sebagai sarana mengikuti program cashback. Selain itu untuk anda yang membutuhkan obat namun malas keluar rumah atau tidak sempat ke apotik , CHC melayani antar gartis, bisa dibayar dengan cash atau mesin gesek . Sedikit saran ,anda hilangkan kebiasaan mengganti obat dengan obat “selfoc” alih alih mengatakan obat selfoc tersebut lebih bagus. Apalagi mengganti obat generik yang memang sama dengan manfaatnya dengan obat patennya. Jelas saja harganya jauh lebih mahal .
Kemudian yang harus diperhatikan oleh HO adalah kesejahteraan karyawan karyawanya yang di outlet. Mengenai ini tidak perlu dibahas lagi oleh saya, Diatas sudah banyak yang membeberkan. Bagaimana staff outlet bisa melayani dengan maksimal para customer sedangkan realitanya demikian? Apalagi saya sedih mendengar ada SM yang keluar tanpa diberi pesangon dan penghargaan dari AM nya apalagi HO. Padahal masa baktinya sudah bertahun – tahun. Dan buat saya waktu tersebut bukan waktu yang sebentar untuk bertahan di sana.
Sekali lagi manusia tidak ada yang sempurna tapi sebuah kesalahan dapat diperbaiki. Apalagi masih ada yang mau mengkritik. Harus berpositif thinking bahwa itu demi membuat kita menjadi lebih baik. Selain itu jadilah konsumen yang edukatif, kritis , teliti , dan tidak tergesa gesa apalagi menyangkut kesehatan anda.
terima kasih
salam…
saya baru nemuin bolg ini…
huh…
saya baru dapat panggilan buat finalisasi SM tgl 16 besok, ngebaca komen2 diatas, apalagi ame arujan, nyali saya lansung ciut, segera deh saya mengundurkan diri, dari pada saya melarat di negeri rantau,..
heheheh…untung bgt deh nemuin blog ini sebelum saya mesen tiket….
makasi bgt y Ame Arujan…..
tdi sempat bingung mo nolak tawaran ini apa g, tpi berkat Ame Arujan, saya jadi YAKIN buat mengundurkan diri….
yuhuuu riesqha…. jangan karena komen saya nyalimu jadi ciut…
lebih baik dicoba dulu, siapa tau manajemen chc di outlet sudah lebih baik.
pengalaman saya itu setaun yang lalu loh..
jadi apa salahnya dirimu mencoba dulu… atau investigasi langsung ke outlet chc yang terdekat. kamu tanya tanya deh sitkon chc yang sekarang…ok??
good luck and always try your luck
salam
heheheheh…..
aku dah ngundurin diri mbak…
lagian aku g mau ngambik resiko mbak, aku dari padang neh mbah…
padang-jakarta kan lumayan jauh…
hihihihi….
doain aku secepatnya dapat kerjaan lain y mbak….
Ibu,harganya lebih mahal krn kasiat obat itu lebih bagus!
Tp memang sebelum kasih merek lain ke konsumen,harusnya diberitahukan dulu ke pihak konsumen.
Walaupun kashiat sama setidaknya pihak century tidak sembarangan langsung kasih merek lain.
Ini membuat konsumen tanda tanya,knp lebih mahal, apalg mengetahui mereknya lain, untung tidak kasih salah obat!!!
Makanya setiap beli obat atau dikasih resep saya selalu cek dulu (goglling) untuk mengetahui indikasi dan harganya dulu, walaupun beda2 dikit harganya,setidaknya sy tenang minum obatnya, krn sudah tau obat untuk pengobatan apa,jika sesuai dengan kondisi yg sy alami maka sy minum obatnya.
Sy hanya takut dokter salah kasih obat/bisa aja yg ambil obatnya salah baca resep dokternya dan malah salah kasih obat kekita,ga ada salahnya cari tau aja dulu!
Ada ibu2 dekat tempat sy,yg sakit berobat ke salah satu rmh sakit di jkt,dokternya salah kasih obat ke pasien,menyebabkan ibu itu jd susah berbicara (pelo), akhirnya keluarga pasien memutuskan untuk dibawa berobat ke singapore langsung,sampai sana dikasih minum obat ibu itu langsung kembali normal sudah bisa bicara seperti biasanya! Parah sekali layanan dokter di indonesia,walaupun tidak semuanya…
Halo Pak Gatot, saya Intan, saya juga salah satu mantan Store Manager (SM) di Century daerah Gajah Mada..
Memang sebelum mengganti obat resep harusnya ditanyakan dulu ke pasien atau dokter yang memberikan resep tersebut. Karyawan di Century tempat saya bekerja dulu, selalu mengkonfirmasikan obat yang di ganti ke pasien, atau kalau perlu ke dokternya. Teman2 saya tidak ada yang berani memberikan obat kalau tulisan dokter di resep itu tidak terbaca, lebih baik kami tidak menambil resiko untuk kepentingan bersama.
Saya mengklarifikasi kalau Karyawan Century itu pakaiannya seksi, pakai rok mini..kami memang diperbolehkan untuk pakai rok, tapi tidak pernah ditentukan harus rok mini, di tempat saya kerja dulu tidak ada dari kami yang berani pakai pakaian yan seronok, karena kami sadar kami kerja di apotik.
Saya memang kebetulan lulusan dari Kesehatan Masyarakat, sedikit lebihnya saya mempelajari bidang medis, tapi kami di Century disama ratakan, tidak ada perbedaan, biarpun misalnya kami kompeten di bidang obat dan penyakit, kami tetap rutin ikut training untuk menambah pengetahuan kami..
Harga obat di Century mahal karena apa???karena kami menjamin obat di Century ASLI, terjamin mutunya, dan seandainya vitamin kami juga dihargai mahal menurut ukuran orang Indonesia, itu wajar sekali, karena semua vitamin yang harganya mahal di Century Import dari luar negeri, salah satunya dari USA dan Australia, dan kami menjamin keasliannya..
Jadi jangan jera membeli obat di Century, selain konsultasi gratis, kami menyediakan jasa antar gratis n call center,saya mau tanya apotik mana lagi selain Century yang bisa memberika pelayanan purna seperti tersebut?
kalau untuk urusan manajemen, mungkin tidak baik dibeberkan di forum terbuka seperti ini, karena itu urusan internal perusahaan..tidak baik membongkar hal2 intern perusahaan..Semoga masalah ini tidak meluas samapai kemana2
menurut saya yang anda lakukan tidaklah bijaksana. Terlihat sekali sebenarnya anda seorang yg perhitungan terhadap biaya (sy g mau pakai istilah di masyarakat, takut di tuntut) hehehe…
didasari itu harusnya anda saat diberi tau harga, anda bisa menanyakan atau kros cek lagi obat yg anda beli. Agak aneh beda terlalu jauh tp anda g ngomel2. sy cuma takutnya ada indikasi mencari kesalahan, bukankah seharusnya kita bisa saling mengingatkan. G usah berargumen sudah percaya outlet trsbt, krna toh dikelanjutannya anda meributkan. Sy cuma berfikir sebagai manusia, emapti dngn petugas trsebut, pasti bisa jd dia kehilangan pkerjaan, dll. Dan tdk cukup disitu anda jg meminta refund..hehehhe..kasian bgt..
Sukses buat anda, semoga anda tdk pernah melakukan kesalahan yg tidak anda sengaja kawan.