Feeds:
Posts
Comments

Copas dari milis g@mers:


Walk of Fame, sebuah jalan tersohor di bilangan industri film Amerika Serikat Hollywood, menjadi salah satu tujuan wisata baik turis lokal maupun manca negara yang datang ke negara adidaya itu. Sederet nama pesohor asal Negeri Paman Sam itu diabadikan di sepanjang jalan dengan latar gambar bintang.

Namun ada pemandangan berbeda saat melintasi Gedung Kodak Theatre di wilayah itu. Sebuah nama pesohor diabadikan dan satu-satunya berada di dinding, bukan di jalan yang terinjak-injak kaki pendatang. 
Nama itu milik petinju legendaris Amerika, Muhammad Ali.

Nama Ali mulai dipajang pada 11 Januari 2002. Dia satu-satunya nama mendobrak tradisi Walk of Fame yang berada di Jalan Highland Avenue namun malah ditempatkan di dinding JalanHollywood Boulevard 6801 (Kodak Theater).

Bukan tanpa alasan nama Ali ada di dinding. 
Ini atas permintaannya lantaran dirinya mencantumkan nama Muhammad, nabi terakhir yang dipercaya menyebarkan Islam sebagai agama bagi seluruh umat manusia. 
“Saya tidak ingin orang lain tidak menghormati muslim dan menginjak-injak nama Muhammad sembarangan. Lebih baik tak mendapat penghargaan ini ketimbang mereka tidak menghargai Muhammad,” ujar Ali saat itu seperti dilansir surat kabar the Guardian (11/1/2002).

Ali memang mengubah keyakinannya menjadi Islam pada 1964 dan juga mengganti nama sebelumnya yakni Cassius Clay. Muhammad bagi Ali merupakan junjungan yang dia yakini mengajarkan kebenaran dan cahaya Islam. 
Jadi dia tidak mungkin mengizinkan orang lain menapaki nama suci itu.

Ali satu-satunya petinju kelas berat yang mampu mempertahankan gelar kejuaraan tinju tiga kali berturut-turut. Menurut catatan pelbagai dokumen, gerakan Ali ringan bagai kupu-kupu namun saat memukul lawan dia seperti lebah yang menyengat begitu dahsyat.
Dia sudah pensiun sangat lama namun belum ada satu pun petinju mampu menyaingi prestasinya di olahraga itu. Dia pernah dinobatkan sebagai petinju sepanjang masa oleh majalah bergengsi khusus tinju, Ring.

Muhammad Ali-The only star on the wall-

Muhammad Ali-Walk of Fame

Ali mewariskan bakat tinjunya pada sang anak, Laila. 
Sama dengan sang ayah, Laila bercita-cita menjadi perempuan muslim pertama yang menjadi juara tinju dunia.

Tautan terkait: http://www.youtube.com/watch?v=KZvHUsZEAtk

Prihatin

Prihatin terhadap kejahatan dan kebiadaban yang semakin merajalela belakangan ini. Perkosaan oleh petugas keamanan TransJakarta. Perkosaan sepuluh pemuda kepada seorang siswi. Kejahatan seks menyimpang kepada anak usia TK di sekolah yang katanya bergengsi dan uang masuknya saja tinggi: JIS.

Masalahnya bukan lagi siapa yang salah karena itu harus diusut tuntas dan dihukum seberat-beratnya agar ada efek malu dan jera. Yang lebih penting lagi adalah apa penyebab semua penyakit sosial ini? Mengapa pelaku-pelaku itu bisa berbuat nekat melebihi dari apa yang dilakukan binatang? Kok mereka bisa memiliki hawa nafsu melebihi dari urat malu mereka? Bukankah alat vital mereka disebut dengan kemaluan yang seharusnya merekapun malu bila dilihat oleh pelaku lainnya? Kok bisa ya mereka kehilangan urat malu? Latar belakang sosial apa yang menyebabkan pelaku tersebut begitu berani?

Kalau kita telusuri satu persatu pasti ini kompleks sekali. Namun satu hal yang pasti ini adalah dampak dari pola pikir memisahkan agama dari kehidupan sehari -hari. Agama adalah konsumsi tempat ibadah sedangkan diluar itu gak ada lagi agama. Padahal, justru agama diturunkan oleh Sang Pencipta agar menjadi panduan dalam menjalani kehidupan ini, bukan melulu untuk digunakan di tempat2 ibadah saja namin justru seharusnya kehidupan inilah secara keseluruhan ya ibadah itu. Selama manusia berpikir bahwa agama hanya untuk di masjid dan majlis taklim saja maka manusia semakin jauh dari agama.

Bagi Anda yang tiap hari sibuk dari satu meeting ke meeting lainnya dan kadang menghadapi kendala bila masuk waktu shalat. Jangan khawatir … !!! Dengan memanfaatkan ruksoh (kemudahan) yang diberikan oleh Allah, Anda tak perlu lagi sibuk cari tempat wudhu khusus karena takut dimarahin pemilik gedung. Anda bisa menggunakan wastafel dimana saja. Mengapa? Ada hadits shahih tentang hukum mengusap dua khuf. (Khuf adalah sepatu yang menutupi alas kaki hingga mata kaki. Bisa juga bila kita menggunakan kaos kaki, maka otomatis matakaki pun tertutup.)

Syaratnya hanya satu: pada saat menggunakan sepatu (khuf) dan kaos kaki, Anda dalam keadaan suci. Maka bila pagi hari berngkat kerja sudah bersuci dan menggunakan khuf, bila batal wudhu nya, saat wudhu lagi tak perlu lagi lepas sepatu, cukup diusap saja bagian atas dari sepatu. Mudah bukan? Dan ini berlaku baik bagi yang mukim maupun yang sedang musafir.

Selama ini banyak yang menafsirkan bahwa mengusap dua khuf hanya berlaku bagi yang bepergian saja. Ini tidak benar karena hadits jelas bahwa bagi yang mukim berlaku hukum 1×24 jam sejak mengusap khuf yang pertama. Sedangkan musafir bisa 3×24 jam.

Mudah bukan?

Mari kita biasakan memperpanjang wudhu kita karena bagi yang banyak menjaga wudhu nantinya di hari pembalasan akan bersinar-sinar bagian yang sering wudhu itu …Subhanallah !!!

Siapa bilang Islam itu berat? Kagak lah!

Dari kutbah Jumat di masjid Nurul Ikhlas:

TENTANG DATANGNYA GENERASI YANG BURUK



Maka datanglah sesudah mereka, pengganti (yang jelek) yang menyia-nyiakan shalat dan memperturutkan hawa nafsunya, maka mereka kelak akan menemui kesesatan,

 

Surah Maryam ayat 59


Ada dua hal yang ditekankan oleh Allah tentang generasi yang buruk, generasi yang jahat ini:

1. Tidak memperhatikan shalat; shalat begitu mudah diabaikan atau sekedar menggugurkan kewajiban;

2. Mengejar hawa nafsu tanpa melihat halal atau haram.

Dua hal di atas lah yang mendatangkan kesesatan yang nyata.

Dalam sebuah hadits pun Rasul menyatakan bahwa akan datang suatu masa dimana cita2 mereka untuk memenuhi kepentingan perut saja, kemuliaan diukur dari jabatan atau harta, dan bersenang-senang dengan wanita.

Khatib juga menekankan bahwa agama harus dibawa di dalam setiap sendi kehidupan karena pada dasarnya berdagang, bekerja, berpolitik juga ibadah. Oleh karena itu jangan maksiat ketika berdagang, bekerja maupun berpolitik.

Integritas

Di Rest Area KM 19 saya mampir di resto Sederhana. Saya menjumpai hal yang menurut saya ganjil. Dua orang anggota polisi sedang makan bersama dengan seorang pemuda dan dua orang pemudi (ketiganya kelihatan dari keluarga berada). Dari pembicaraan yang mereka lakukan dalam suasana akrab tapi terlihat bahwa mereka belum kenal lama, sepertinya pemuda ( usia sekitar 25 tahun) yang mengemudi mobil dengan dua pemudi sebagai penumpang ketahuan melanggar lalu lintas, sepertinya melanggar marka jalan atau menggunakan pinggiran jalan tol. Memang sih lalu lintas sekitar jam 10:30 tadi padat. Sambil makan mereka membahas kejadian sehingga mereka ketangkep sama dua orang polisi patroli.

Bisa jadi mereka akhirnya nego dengan makan siang di rest area. Setelah selesai makan si pemuda mengeluarkan uang membayar makan tanpa memungut kembalian lagi. Dua polisi dengan initial Ags dan Smd kemudian berjalan keluar resto menuju mobil sedan patroli polisi. Yang lucu banget si pemuda kemudian ngikutin polisi yang duduk di kursi penumpang depan sambil memberikan sesuatu yang saya yakin adalah lembaran rupiah (apa lagi kalau bukan?). Bisa jadi ini adalah tanda terima kasih tidak kena tilang atau hasil nego yang disepakati tapi diberikannya sembunyi2 supaya tak kelihatan orang. Setelah itu ketiga orang muda tersebut masuk ke mobil Pajero warna coklat untuk melanjutkan perjalanan ke Bandung.

Ini jelas masalah integritas. Polisi seharusnya menghindari makan bersama orang lain karena jelas bisa menimbulkan persepsi macam2 yang berarti “jalan damai”. Seragam polisi itu seharusnya menunjukkan martabat sebagai petugas negara yang berwibawa. Dengan secara nyata makan bersama dan jelas-jelas dibayarin sama si pemuda sudah pasti menjatuhkan martabat polisi. Seharusnya dua anggota polisi ini malu. Kalau polisi tersebut yang membayar, lain ceritanya. tapi mana ada polisi yang mau membayar????

Perilaku pak polisi tadi sekurangnya telah menjadi bahan pembicaraan ketiga orang muda yang naik Pajero tadi plus saya yang mengamati mereka.

 

Dari Kajian di Radio Rodja 756 KHz kemarin

Seorang pendengar menanyakan bahwa ada seorang muslim yang kakinya diamputasi. Kemudian kaki yang dipotong tersebut dikuburkan. Beberapa tahun kemudian orang tersebut meninggal dunia. Kemudian kuburan tempat potongan kaki yang dulu dibongkar lagi dan kemudian disatukan dengan jazad dari orang tersebut. Bagaimana hukumnya secara syar’i ?

Sang ustadz menjawab bahwa beliau tak bisa menjawab pertanyaan ini. Namun yang pasti bila ada seorang manusia meninggal dalam keadaan anggota tubuhnya terpisah memang wajib dikumpulkan dan disatukan menjadi satu saat pemakaman. Namun beliau tak bisa menjawab kalau anggota tubuhnya sudah terlebih dulu dimakamkan seperti kasus amputasi di atas. Wallahualam bishawab.

Saya justru simpati pada jawaban ustadz yang jujur bahwa ilmunya belum sampai ke situ. SubhanAllah …

Tukang las karbit yang suka ngider dari rumah ke rumah, kampung ke kampung, kecamatan ke kecamatan ….begitu disiplin ia memarkir gerobaknya di depan masjid, sedangkan dirinya menuju tempat wudhu dan menunaikan shalat Dzuhur berjamaah di masjid Nurul Ikhlas bersama jamaah lainnya. Ia tak peduli lagi bahwa keringatnya, karena sengatan teriknya matahari dan kayuhan gerobaknya yang tergolong berat karena membawa dua tabung las, membasahi tubuhnya ….toh ia cukup berilmu karena keringat bukanlah najiz dan insya Allah ibadah shalatnya diterima Allah SWT.

Semoga Allah subhanahu wa ta’ala merahmati Bapak tukang las karbit ini, sekurangnya amalannya menari nafkah halal untuk keluarganya mendapatkan pahala besar dan menghapus dosa yang tak bisa dihapus dengan puasa sekalipun. Aamiin Ya Rabb!

Allah tak melihat berapa hasil yang ia peroleh dari menjual jasa las karbit tersebut tapi Allah Maha Tahu apa yang bapak tersebut niatkan setiap melangkahkan kakinya mengayuh gerobak las karbitnya ….

Semangat Bapak tukang las karbit keliling ini untuk beribadah patut kita teladani …

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 51 other followers