Feeds:
Posts
Comments

Mulai ayat 40 hingga 93 Allah begitu banyak berfirman terkait Bani Israil dan Nabi Musa. Israil adalah sebutan bagi Nabi Ya’kub as. Bani Israil adalah keturunan Nabi Ya’kub a.s. dan sekarang dikenal dengan bangsa yahudi.

Hai Bani Israil, ingatlah akan nikmat-Ku yang telah Aku anugerahkan kepadamu, dan penuhilah janjimu kepada-Ku, niscaya Aku penuhi janji-Ku kepadamu; dan hanya kepada-Ku-lah kamu harus takut (tunduk). (ayat 40)

Begitu kerasnya seruan Allah kepada bangsa yahudi yang telah berjanji hanya menyembah kepada Allah tidak mengadakan tandingan bagi Allah, serta beriman kepada Nabi Muhammad saw, seperti yang tersebut di dalam Taurat. Seruan inipun disertai dengan ketegasan Allah untuk menepati janji. Seruan inipun diikuti dengan instruksi Allah untuk beriman kepada Al Quran yang juga membenarkan Taurat. Allah pun mengingatkan agar mereka tak menjadi orang pertama yang kafir dan memerintahkan agar bertakwa kepada Allah (ayat 41).

Dan janganlah kamu campur adukkan yang hak dengan yang bathil dan janganlah kamu sembunyikan yang hak itu, sedang kamu mengetahui. (ayat 42)

Allah merinci lebih jauh lagi firmanNya sebagai peringatan kepada Bani Israil untuk mengedepankan kebenaran dan tak membiarkan yang batil yakni kesalahan, kejahatan, kemungkaran dan sebagainya (ayat 42). Peringatan ini berlaku juga bagi seluruh umat manusia tak terbatas hanya kepada Bani Israil belaka. Firman ini menjadi sangat penting mengingat kita semua menyadari bahwa dunia ini telah penuh dengan kemungkaran dimana kemungkaran telah menjadi hal yang biasa dan dibiarkan tumbuh berkembang cepat tanpa ada pihak yang mengingatkan seolah apa yang terjadi merupakan suatu kebenaran. Manusia akhirnya sudah terbiasa dengan kekejian, pembunuhan, saling curang dan saling caci, pornografi menjadi hal yang biasa menjadi barang dagangan legal. Lihatlah di sekitar kita betapa sering kita membaca berita kekejaman , kekejian dan kemaksiatan yang seolah menjadi hal biasa saja sehingga tak jelas batas yang batil maupun yang benar sehingga sering kita lihat adanya kebiasaan “membenarkan yang biasa” dan bukannya “membiasakan yang benar”. Ini merupakan keprihatinan yang harus segera kita atasi.

Pada ayat 43 Allah berfirman:

Dan dirikanlah shalat, tunaikanlah zakat dan ruku’lah beserta orang-orang yang ruku’.

Kalimat Allah ini mengandung tiga makna mendasar:

Pertama, ini merupakan perintah mendirikan shalat yang diberlakukan tak hanya kepada Bani Israil saja namun seluruh umat manusia karena shalat merupakan salah satu ciri orang yang bertakwa dari lima ciri yang disebutkan di ayat2 awal surah Al Baqarah ini. Karena Al Quran adalah kitab yang lurus maka perintah shalat ini menjadi mutlak karena ini petunjuk langsung dari Allah. Manusia yang hidup tanpa shalat ibaratnya hidup tanpa kepala karena shalat lah yang pertama kali akan dihisab di hari akhir nanti.

Kedua, perintah shalat diikuti dengan kewajiban membayar zakat. Banyak sekali ayat2 di Al Quran yang selalu perintah shalat disertai perintah zakat. Ini membuktikan bahwa derajat zakat begitu tinggi sehingga menjadi sia2 bila shalat namun tak mengeluarkan zakat. Zakat juga merupakan salah satu ciri orang yg bertakwa.

Ketiga, adanya perintah untuk shalat berjamaah yakni dengan kita disuruh rukuk bersama orang yang rukuk. Ini juga jelas ada haditsnya bahwa shalat fardhu terbaik ya didirikan secara berjamaah di masjid setelah dikumandangkannya adzan. Nabi Muhammad saw selalu mendirikan shalat fardhu berjamaah di masjid, sedangkan shalatbsunnah di rumah.

Wallahu’alam bishawab.

29 Ramadhan 1435 H
27 Juli 2014
Masjid Jami Nurul Ikhlas

GW

—- bersambung —-

image


SubhanAllah … Di lokasi ini dulu saat saya masih remaja, merupakan rumah temen main saya yang namanya Hermano (putra kedua dari Bapak Gondo). Halaman yang bersih berupa tanah ini dulunya adalah rerumputan dan tempat kami bermain. Hampir tiap hari kami bermain bola di lapangan ini hingga usia SMA. Pada saat usia SMA (tahun 1976 sd 1979) kami sudah tak lagi main bola namun masih sering nangkring di rumah ini sekalian ngobrol dengan Hermano atau adiknya, Hendi. Temen2 main kami lainnya adalah Bagus Sudaryanto, Anton Yuliono, Sapto Wibowo (Wiwib), Achadian Wayan, Baskoro Hadi, Iman (kakak Baskoro Hadi), Anung, Agus (adik Anung), serta kadang2 Nonot putranya Bu Pringgo ….dan yang lainnya sudah lupa namanya.

Rumah ini terletak di ujung timur Jl. Sumatra sedangkan rumah ibu saya terletak di ujung barat. Sehingga kalau mau bermain terutama di saat malam hari diantara kami kadang berteriak dari depan rumah kami agar bisa didengar oleh Hermano atau temen lainnya yang berada di rumah Minangkabau. Kode tereakan kami biasanya “Wik… Wiku!” …gak tahu artinya apa tapi ini seolah kode bahwa “aku sedang di luar rumah dan siap bermain atau ngobrol”. Kadang juga saya bawa otopet pemberian ibu dan bermain di rumah Hermano atau di halaman SPG (sekolah pendidikan guru). Atau terkadang pake sepeda jengki Forever warna hijau tentara. Cukup sering kami ngumpul di area rumah Minangkabau ini.

Kadang juga kami bermain memanjat dan tiduran di atas pohon tanjung yang ada di halaman depan pojok kiri dari rumah ini, bareng2. Pohonnya memang teduh sehingga kami sering main di sini di kala bulan Ramadhan. Dasar anak kecil sok usil ….kadang kami suka melempari orang yang lewat di jl. Sumatra dengan buah tanjung sambil sembunyi di atas pohon. Ketika buah itu tepat kena kepala orang yang lewat , kami suka terdiam ketakutan kalau orang itu tahu bahwa kita yang lempar. Namun begitu orang itu lewat karena putus asa gak tahu asal lemparan kami pada tertawa riang di atas pohon. Tentu setelah orang itu pergi. Ah ….iseng banget ya? Udah jelas dosa tuh! Dasar anak usil! Apalagi bulan ramadhan.

Kadang juga bulan Ramadhan tempat main kita pindah ke rumah Bagus yang hanya beberapa rumah dari rumah ibu saya, tepat di tengah jalan sumatra. Masih ingat saya ngabuburit ke rumah Bagus sambil bawa kaset El Chicano dan Santana rekaman Nirwana yang dibeli dari toko Miraco. Sekitar jam 4 sore kami bubaran dan saat itu saya langsung ambil ember di rumah buat siram2 tanaman di depan halaman rumah ibu yang luas sekali halamannya. Setelah itu nunggu BLENG buka puasa. Di zaman itu tak lazim beduk Maghrib namun justru di alun2 ada suara mercon mak BLENG! Nuansamatik sekaleeee …..

Dan sekarang ….

Sayang sekali nuansa Minangkabau nya sekarang hilang karena ini bisa dikatakan satu2nya rumah dengan arsitek sumbar di kota Madiun. Namun Alhamdulillah sekarang menjadi Islamic Centre. Tahun lalu saya sempat shalat Subuh berjamaah dan shalat Isya berjamaah di masjid ini (sebelah kiri). Setiap Ahad dari jam 7 hingga 8 pagi dilakukan kajian Islam dengan penceramah luar kota. Saya pernah beberapa kali hadir beberapa tahun silam. Semoga tempat ini penuh berkah dan menjadi sentra kajian Islam di Madiun. Aamiin.

Ayat 30 sampai dengan 39 pada dasarnya berisi:

1.) Rencana Allah untuk menciptakan khalifah (manusia) di bumi
2.) Penciptaan Adam as dan bagimana Allah mengajarinya
3.) Penolakan iblis utk sujud ke Adam
4.) Tipu daya setan kepada Adam
5.) Peringatan untuk yang kafir

Ingatlah ketika Tuhanmu berfirman kepada para Malaikat: “Sesungguhnya Aku hendak menjadikan seorang khalifah di muka bumi”. Mereka berkata: “Mengapa Engkau hendak menjadikan (khalifah) di bumi itu orang yang akan membuat kerusakan padanya dan menumpahkan darah, padahal kami senantiasa bertasbih dengan memuji Engkau dan mensucikan Engkau?” Tuhan berfirman: “Sesungguhnya Aku mengetahui apa yang tidak kamu ketahui”.(2:30)

Pada awalnya malaikat tak setuju dengan rencana Allah utuk menciptakan manusia karena akan menyebabkan kerusakan. Namun Allah Maha Mengetahui (ayat 30). Allah pun mengajari Adam tentang nama2 benda serta menunjukkan kebesaran Allah karena mengetahui semua rahasia langit dan bumi (ayat 31 sd 33).

Dan (ingatlah) ketika Kami berfirman kepada para malaikat: “Sujudlah kamu kepada Adam,” maka sujudlah mereka kecuali Iblis; ia enggan dan takabur dan adalah ia termasuk golongan orang-orang yang kafir.

Allah kemudian memerintahkan malaikat untuk sujud kepada Adam dan dilakukan kecuali oleh iblis yang sombong dan kafir (ayat 34). Allah memerintahkan Adam dan istrinya untuk tinggal di surga dan boleh makan apa saja yang ada kecuali satu pohon terlarang (ayat 35).

Kemudian setan menjalankan tipu dayanya menggoda Adam dan istrinya untuk melanggar perintah Allah sehingga Allah murka dan memerintahkan Adam dan istrinya keluar dari surga dan turun ke bumi untuk waktu tertentu (ayat 36). Inilah bisa dikatakan sebagai debut bagi keberhasilan setan membujuk manusia untuk berbuat maksiat dengan melanggar larangan Allah. Nabi Adam dan istrinya merupakan korban pertama kelihaian setan dalam membujuk manusia berbuat dosa yang membuat Adam diturunkan ke bumi oleh Allah. Di bumi pun setan masih terus menggoda manusia hingga akhir jaman.

Namun Allah maha pemurah dan penyayang  meski Adam telah melanggar perintahNya sekalipun masih juga Allah memberi pelajaran kalimat taubat kepada Adam serta Allah pun menerima tobatnya Adam (ayat 37). Allah pun menegaskan bahwa bagi yang mengikuti petunjukNya pasti tak ada rasa takut ataupun bersedih hati (ayat 38).

Pada akhirnya Allah mengingatkan bagi mereka yang kafir dan mendustakan ayat2Nya maka mereka adalah penghuni neraka dan kekal di dalamnya (ayat 39). Ayat ini seolah menjadi penutup dari kisah Adam dari surga yang harus menjalani hukuman dari Allah dengan dikeluarkan dari surga karena mengikuti ajakan setan melanggar larangan Allah. Peringatan ini penting bagi umat setelah Adam hingga akhir jaman.

Wallahu’alam bishawab

Masjid Jami Nurul Ikhlas
29 Ramadhan 1435
27 Juli 2014

Di ayat 21 Allah Tabaroka Wa Taala berseru kepada seluruh umat manusia:

Hai manusia, sembahlah Tuhanmu yang telah menciptakanmu dan orang-orang yang sebelummu, agar kamu bertakwa,

Seruan ini begitu tegas dan tanpa membedakan dari golongan umat yang mana karena alam semesta dan seluruh isinya merupakan ciptaanNya.  Perintah untuk menyembah Allah ini merupakan pintu untuk meraih takwa karena tak mungkin insan bertakwa bila menyembah yang selain Allah. Dari redaksi ini jelas Allah mengingatkan ke kita akan pentingnya manusia untuk ingat kembali kepada visinya untuk menjadi manusia yang bertakwa karena itulah cara untuk menjadi beruntung dan mendapat petunjuk Allah subhanahu wa ta’ala.

Semua anugerah Allah berupa bumi dan isinya diuraikan dengan jelas pada ayat 22 dan Dia berseru kepada manusia jangan membuat tandingan terhadap Allah karena memang tak kan tertandingi. Bahkan Allah mempersilakan manusia membuat satu surat saja bila masih ragu terhadap Quran (ayat 23). Allah menegaskan bahwa tak akan ada manusia yang mampu membuatnya (ayat 24) dan mengingatkan bahwa mereka harus takut kepada api neraka yang bahan bakarnya manusia dan batu yang disediakan bagi orang2 kafir.

Kabar gembira

Namun Allah juga memberikan kabar gembira bagi yang beriman karena ganjarannya adalah surga dimana mengalir sungai2 di bawahnya (ayat 25) dan Allah memberi rezeki buah2an. Di ayat ini jelas Allah mengingatkan kita akan pentingnya iman karena ganjarannya sungguh besar dan tak kan pernah bisa terbayangkan oleh manusia keindahan surga ini.

Peringatan pedas kepada yg sesat juga dilakukan Allah melalui perumpamaan nyamuk dan bahkan yang lebih kecil dari itu (ayat 26) karena begitu mudahnya Allah membuat manusia menjadi sesat , yakni mereka yang fasik , melanggar perjanjian Allah dan membuat kerusakan (ayat 27). Allah mengingatkan kepada mereka bahwa Dia yang menghidupkan dan mematikan (ayat 28) dan menciptakan yang ada di bumi dan menyempurnakannya (ayat 29).

Pembelajaran (ibrah) dari ayat 21 sd 29 ini adalah:

1.) Seruan Allah untuk menyembah
2.) Kebesaran Allah karena menciptakan bumi dan isinya
3.) Olokan kepada yang meragukan Quran karena mereka pasti tak mampu membuat satu surat sekalipun
4.) Uraian mengenai orang2 fasik

Wallahualam bishawab

28 Ramadhan 1435 H

Hujan sangat deras di masjid Jami Nurul Ikhlas. Semoga penuh berkah. Aamiin

Ayat 6 dan 7 pada dasarnya Allah berfirman tentang kerasnya hati dan pendengaran orang-orang kafir yakni yang tak mempercayai Allah , rasul2Nya, malaikat2Nya, kitab2Nya dan hari Kiamat. Pada dasarnya orang kafir ini jelas tak bertakwa yang definisinya diuraikan pada ayat2 sebelumnya. Orang2 jenis ini sudah keras hatinya bahkan percuma bila diberi peringatan karena pendengaran mereka telah terkunci, penglihatannya tertutup. Orang2 seperti ini akan mendapatkan adzab yang berat dari Allah.

Di ayat2 selanjutnya Allah menguraikan tentang orang2 munafik yakni yang mengatakan bahwa mereka beriman kepada Allah dan hari akhir padahal sesungguhnya tidak (ayat 8) seolah mereka menipu Allah padahal mereka menipu diri mereka sendiri (ayat 9). Mereka mempunyai penyakit hati (ayat 10) dan Allah malah menambahkan penyakit hati itu dan mereka mendapat adzab pedih karena berdusta.

Mereka menganggap diri melakukan perbaikan padahal sesungguhnya mereka melakukan kerusakan (ayat 11 dan 12). Mereka justru menyombongkan diri dengan mengatakan bahwa orang yang beriman adalah kurang akal (ayat 13). Mereka pandai berpura-pura seolah mereka beriman padahal sebenarnya mereka telah dikuasai setan2 (ayat 14).

Kemudian dua ayat selanjutnya (15 dan 16) Allah menegaskan bahwa mereka inilah yang akan diperolok oleh Allah karena kesesatannya dan mereka membeli kesesatan dengan petunjuk. Sekaligus Allah menegaskan bahwa golongan seperti ini jelas tak beruntung dan tak mendapat petunjuk seperti Allah berfirman di ayat 5 bagi yang bertakwa. Hal ini oleh Allah lebih dirinci lagi dengan sebuah perumpamaan seolah mereka menyalakan api namun Allah tak meberian cahaya terang karena mereka tuli, bisu dan buta (ayat 17 sd 20 mengurai dngan gamblang perumpamaan bagi mereka yg sesat dan Maha Kuasa nya Allah).

Coba kita renungkan sejenak bahwa dari serangkaian 15 ayat dari ayat 6 sampai dengan 20 Allah hanya mengurai tentang orang kafir pada dua ayat saja (6 dan 7) selebihnya adalah orang2 yang munafik sebanyak 13 ayat. Orang2 inilah yang mengaku Islam namun banyak mengkritisi perintah Allah. Semoga kita terhindar dari golongan orang2 yang munafik ini. Aamiin Ya Rabb!

Wallahu’alam bishawab

28 Ramadhan 1435 H

Ayat 2:
Sifat Al Quran yang
1.) tak perlu diragukan kebenarannya karena datangnya dari Allah Tabaroka Wa Taala
2.) petunjuk bagi mereka yang bertakwa (mengikuti perintahNya dan menjauhi laranganNya)

Siapakah orang yang bertakwa itu?

Dijelaskan di ayat 3 dan 4 yakni:
1.) Beriman kepada yang ghaib
2.) Melaksanakan shalat
3.) Menginfakkan sebagian rezeki
4.) Beriman kepada Al Quran dan kitab2 sebelumnya: Taurat, Zabur, Injil, dan suhuf-suhuf (lembaran2 yang tak seperti kitab)
5.) Yakin akan adanya akhirat

Lima hal tersebut di atas harus semuanya dipenuhi, tak boleh ada satupun yang terlewatkan. Bila ada sati saja yang tak dipenuhi maka ia belum bisa dikategorikan sebagai orang yang bertakwa. Percuma saja bila seseorang melakukan empat hal saja tanpa menginfakkan sebagian rezeki maka ia bukanlah tergolong orang yang bertakwa. Padahal ketakwaan merupakan tingkat paling mulia di sisi Allah. Tak mungkin kesolehan seseorang tak disertai dengan ketakwaan.

Apa manfaatnya takwa?

Dijelaskan di ayat 5 bahwa bila kita menjalankan lima hal tersebut maka kita akan selalu diberi petunjuk oleh Allah dan tergolong orang yang beruntung. SubhanAllah! Betapa indahnya janji Allah ini karena bila kita mencapai derajat takwa, Allah tak akan membiarkan hidup kita terombang-ambing karena Dia akan seantiasa memberikan petunjuk bagi kita untuk menjalani hidup ini. Inilah yang harus kita raih dalam hidup kita.

Bagaimana visi seorang muslim?

Sudah jelas bahwa visi hidup seorang muslim hanya satu: mencapai derajat takwa karena Allah sudah menjelaskannya secara tegas dan terarah bahwa inilah yang harus kita kejar. Kita tak perlu susah2 membuat personal vision statement dalam mengisi panduan praktis oleh buku 7 Habits of Highly Effective People karya Steven Covey yang masyhur itu. Kolom2 yang telah disediakan oleh format visi pribadi dari buku 7 Habits sudah langsung bisa kita isi dengan uraian jelas lima ayat pertama dari surah Al Baqarah ini dengan misi adalah lima hal yang membentuk ketakwaan itu.

Bila kita sudah punya visi dan misi hidup yang jelas , selanjutnya kita bisa berlatih diri menjalankan misi hidup secara konsisten dengan fokus pada lima hal tersebut diatas. Jelas di sini bahwa seorang yang bertakwa adalah orang yang paling visioner karena ia tahu bahwa hidup di dunia ini kita hanya ibaratnya sebagai perantau saja dn target akhirnya jelas yakni kehidupan yang sebenarnya yakni kehidupan di akhirat yang abadi dan tak akan ada akhirnya. Orang paling visioner bukan Jack Welch atau Bill Gates atau Mark Zuckerberg atau Steve Jobs karena mereka sejauh ini fokusnya hanya pada dunia dan bagaimana menstabilkan bisnisnya di dunia yang sangat sementara ini. Mereka ini juga harus faham konsep takwa seperti disebutkan di awal surah Al Baqarah ini.

Wallahualam bishawab

28 Ramadhan 1435 H

Agenda itikaf di ujung2 akhir Ramadhan 1435 H ini adalah mentaddaburi Al Quran setelah mengkhatamkannya beberapa hari lalu. Kemudian saya buka catatan2 lama dan menemui catatan itikaf di malam keempat tahun 2010 lalu yakni terkait surah An-Nisaa ayat 147 (4:147) yang kemudian saya renungkan lebih jauh dan mendalaminya:

Allah tidak akan menyiksamu, jika kamu bersyukur dan beriman. Dan Allah Maha Mensyukuri, Maha Mengetahui.

Masya Allah betapa tegas dan pemurah Allah Tabaroka Wa Taala….

Tegas dalam memberikan janji untuk tidak menyiksa hambaNya di hari kemudian bila ia banyak bersyukur atas nikmat yang telah dianugerahkan oleh Allah untuknya baik nikmat Islam, nikmat sehat, nikmat rizqi dan nikmat lainnya yang begitu banyak dan tak terhingga sehingga tak ada hal lain yang ia harus lakukan selain selalu bersyukur. Bayangkan saja bila kita hitung nikmat tersebut ….pasti manusia tak kan mampu menghitungnya. Kita bisa bebas menghirup udara saja sudah merupakan sebuah nikmat yang harus disyukuri sementara ada orang yang sakit dan setiap hari harus membeli tabung oksigen demi kelangsungan hidupnya. Oleha karena iti bagi yang sehat sudah seharusnya selalu bersyukur karena sehat merupakan karuniaNya juga.

Dia juga tidak akan menyiksa bila hambaNya beriman kepadaNya , memiliki aqidah yang lurus, tak mempersekutukan Allah dengan apapun. Ini pun sepertinya mudah namun ada beberapa manusia yang justru telah menuhankan harta dengan meletakkan harta dan kekuasaan di dunia di atas segala-galanya. Tanpa ia sadari sebenarnya ia telah menuhankan materi seperti yang pernah saya baca di sebuah produk kaos ada tulisan besar ‘Tiada tuhan selain uang’. Naudzubillah min dzalik.

Begitu pemurahnya Allah Tabaroka Wa Taala karena akan memberikan pahala terhadap amal hambaNya , memaafkan kesalahannya , menambah nikmat-Nya. Itulah ganjaran maha besar dari Allah bila umatNya pandai bersyukur atas nikmatNya karena kenikmatan tersebut akan selalu bertambah terus menerus sepanjang waktu. Semakin pandai ia bersyukur maka semakin bertambah nikmatNya. Masya Allah ….!

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 54 other followers