Feeds:
Posts
Comments

JRENG!

Setelah seminggu vakum tak gowes B2W, akhirnya hari ini dimulai lagi. Semoga ntar sore tak hujan ya …biar tetap sehat. Beberapa hari ini memang hujan terus sehingga membuat kegiatan gowes tertahan. Minggu lalu sempat basah kuyub karena hujan deras.

Kalau sudah musim hujan memang susah kalau mau nekat gowes, bisa sakit …

 

 

 

Kemegahan Dunia

Rasulullah SAW bersabda :

“Sesungguhnya diantara yang paling aku takutkan atas kalian adalah jika kemegahan dunia dan kesenangannya telah dibuka pada kalian.”

(HR. Bukhari dan Muslim)

Rasulullah SAW bersabda :

“Hindarilah oleh kamu sekalian berburuk sangka karena buruk sangka adalah ucapan yang paling dusta. Janganlah kamu sekalian saling memata-matai yang lain, janganlah saling mencari-cari aib yang lain, janganlah kamu saling bersaing (kemegahan dunia), janganlah kamu saling mendengki dan janganlah kamu saling membenci dan janganlah kamu saling bermusuhan tetapi jadilah hamba-hamba Allah SWT yang bersaudara.”

(HR. Muslim)

Setelah bersungguh-sungguh mencari kebenaran tentang Zat Pencipta yang pantas disembah, akhirnya Ibrahim mendapatkan hidayah: Dia-lah Allah Yang telah menciptakan langit dan bumi beserta isinya. (QS. Al-An’aam, 6:79)

Aku hadapkan wajahku kepada (Allah) yang menciptakan langit dan bumi dengan penuh kepasrahan (mengikuti) agama yang benar, dan aku bukanlah termasuk orang-orang musyrik.

Hidayah

Hidayah adalah petunjuk, bimbingan, danpenjelasan kepada umat tentang jalan yang lurus, yaitu Islam. Hidayah juga berarti taufik dari Allah swt, brupa penerimaan seseorang terhadap dakwah Rasulullah saw dan mengambilnya sebagai pedoman hidupnya adalah kehendak Allah swt semata. Siapa yang Allah swt kehendaki untuk mendapatkan hidayah maka dia akan mendapatkannya, dan siapa yang tidak dikehendaki Allah swt untuk mendapatkan hidayah maka dia tidak akan mendapatkannya, siapapun dan dimanapun dia.
Maka, sungguh pantas bagi kita untuk bersyukur ketika ternyata Allah Ta’ala menghendaki kita untuk mendapatkan hidayah ini. Suatu karunia dan nikmat yang tak ternilai harganya. Tidak semua orang mendapatkan kenikmatan yang sungguh luar biasa besarnya ini.
Tentu kita berusaha bersyukur kepada Allah Ta’ala dengan cara menjaga bagaimana agar nikmat ini tidak pergi dari kita. Kita jaga nikmat yang agung ini dengan menjaga ketaatan kita kepada Allah Ta’ala. Jangan sampai perbuatan dosa dan maksiat yang kita lakukan menjadi sebab hilangnya kenikmatan ini. Mudah-mudahan Allah swt mengumpulkan kita kelak bersama dengan orang-orang yang mendapatkan hidayah.

Ibadah Salat

25 Ramadhan 1431 H

Salat berasal dari kata Salla-Yusalli-salatan, yang berarti doa. Doa adalah permohonan hamba kepada Allah swt untuk mendapatkan kebaikan dan dijauhkan dari keburukan. Baik bagi dirinya maupun orang lain.
Salat berarti pengabdian dan penyembahan kepada Allah swt dengan tatacara sesuai yang diperintahkan-Nya dan dicontohkan Rasulullah saw.

Sedangkan, salat menurut istilah yaitu perintah ibadah yang dicontohkan Rasulullah saw untuk dilaksanakan pada waktu dan kondisi tertentu, yang terdiri atas perbuatan dan ucapan tertentu diawali dengan takbiratul ihram dan diakhiri dengan salam.
Dengan demikian, untuk dapat disebut ibadah salat terdapat syarat dan rukun sebagaimana dicontohkan Rasulullah saw sehingga ibadah tersebut dianggap sah sebagai salat. Ibadah yang dilakukan tidak sesuai contoh dari Rasulullah saw, tidak diawali dengan takbiratul ihram dan tidak diakhiri dengan salam maka tidak dapat dikatakan sebagai ibadah salat.

Salat merupakan aktivitas ibadah yang terdiri atas:
- niat
- takbir
- membaca surah Al-Fathihah
- rukuk
- I’tidal (berdiri antara rukuk dan sujud)
- sujud
- duduk antara dua sujud
- tasyahud, dan
- salam

(The Miracle halaman 270)

Makna Bismillah

Makna kalimat bismillaahirrahmaannirrahiim:

  1. Merupakan sumpah Allah (seperti selalu terdapat pada pembukaan surat di Al Quran bahwa Dia bersumpah kepada hanba-hambaNya seraya berfirman: “Wahai hamba-hamba-Ku! Sesungguhnya apa-apa yang Aku letakkan di dalam surah ini adalah benar dan Aku akan memenuhi untuk kalian apa-apa yang Aku jamin di dalam surah ini, termasuk janji baik-Ku, kelembutan-Kun, dan kebaikan-Ku.”
  2. Meminta pertolongan yakni, “Aku meminta pertolongan atas bacaanku dan semisalnya dengan  bismillaahirrahmaannirrahiim.”
  3. Meminta berkah saat seseorang mulai melakukan sesuatu, yakni, “Saya memulai pekerjaan ini dengan harapan mudah-mudahan aku mendapatkan berkah dengan ucapan bismillaahirrahmaannirrahiim.”

(Halaman 154 The Miracle)

Catatan I’tikaf 7 Sept 2010

Senang sekali saya membaca artikel ini di Kompas kemarin. Setelah membaca, saya pulang dari kantor dengan gowes yang lebih bersemangat karena tulisan ini. Apalagi, saat pulang tadi malam Jakarta sedang macet total karena hujan lebat. Inilah nikmatnya bersepeda….Kita bisa terus gowes penuh kebebasan. Mari kita galakkan bersepeda sebagai alat transportasi, tak sekedar alat olahraga ….

Salam gowes!!!

———————–

KOLOM olahraga

Anton Sanjoyo

KOMPAS, Kamis 05 Januari 2012

Inggris barangkali bisa menjadi contoh bagaimana bersepeda tidak lagi sekadar alternatif moda transportasi atau sekadar sebuah hobi yang menyehatkan badan, tetapi telah menjadi semacam penggerak ekonomi.

Bersepeda di Inggris Raya bukan saja menjadi gaya hidup sehat, melainkan juga menjadi lokomotif kecil perekonomian dengan besaran angka yang cukup menjanjikan di tengah kelesuan finansial yang melanda hampir semua negara Eropa Barat.

Pada 2010, penjualan sepeda beserta suku cadang, apparel, dan kegiatan wisata bersepeda menyumbang sekitar 3 miliar poundsterling bagi eko­nomi Inggris. Dari angka tersebut, sekitar 1,5 miliar pound di antaranya merupakan hasil dari penjualan eceran sepeda, baik melalui toko maupun online.

Dipacu oleh gerakan hijau kaum pencinta lingkungan dan penikmat gaya hidup sehat yang men­jadi tren besar di Eropa Barat, ekonomi sepeda Inggris meningkat pesat dalam satu dekade ter-akhir. Mahalnya ongkos transportasi, bahkan dengan mass rapid transit (MRT) sekalipun, mendorong masyarakat Inggris memilih sepeda sebagai moda transportasi utama.

Saat ini di seluruh Inggris Raya tercatat lebih dari 15 juta pengguna reguler sepeda dan jika angka ini meningkat 20 persen setiap tahun, pada 2015 pelayanan kesehatan nasional (national health ser­vice/NHS) akan menghemat sekurang-kurangnya 52 juta pound.

NHS adalah semacam sistem asuransi pembiayaan kesehatan nasional yang mencakup semua orang yang tercatat sebagai penduduk Inggris Raya.

Jika sampai 2015 pengguna sepeda meningkat hingga 20 persen dari angka 2010, diperkirakan terjadi penghematan masyarakat sebesar lebih dari 200 juta pound. Penghematan itu didapat dari terbebasnya kemacaten lalu lintas, terutama di kota-kota besar Inggris, seperti London, Man­chester, dan Liverpool.

Jika NHS mencatat 52 juta pound bisa dihemat pada 2015, tampaknya ini belum menghitung berapa ongkos kesehatan yang bisa dihemat orang per orang pengguna sepeda. Pemerintah pun patut bersyukur karena tunjangan kesehatan yang diambil dari pendapatan pajak akan berkurang dengan angka signifikan akibat terus meningkatnya rumah tangga yang mempunyai sepeda. Menurut studi yang dilakukan EDF Energy, sampai akhir 2010, sebanyak 54 persen rumah tangga di Inggris sekurang-kurangnya memiliki sebuah sepeda. Rinciannya, 20 persen punya 1 sepeda, 18 persen memiliki 2 sepeda, 9 persen mempunyai 3 sepeda, 5 persen punya 4 sepeda, dan 2 persen punya 5 sepeda atau lebih.

Dengan semakin banyaknya pengguna sepeda, harga moda transportasi sahabat lingkungan ini pun mengalami penurunan setiap tahun. Jika pada 2009 harga rata-rata sepeda sebesar 493 pound atau sekitar Rp 6,9 juta, pada 2010 turun menjadi 439 pound atau sekitar Rp 6 juta saja.

Harga rata-rata sepeda di Inggris masih terbilang mahal jika kita bandingkan dengan harga di Indonesia.

Dengan uang Rp 2 juta, di Indonesia sudah bisa mendapatkan sepeda entry level dengan mutu yang sangat baik.

Dengan harga yang relatif murah dibandingkan dengan manfaatnya yang luar biasa, ekonomi se­peda di Indonesia selayaknya didorong sekuat tenaga untuk berkembang. Misalnya, pemerintah memberikan insentif fiskal kepada kalangan industri sepeda jika mampu menjual sepeda bermutu baik dengan harga yang lebih terjangkau masyarakat.

Untuk mendorong penggunaan sepeda yang lebih masif, pemerintah kota juga harus lebih banyak mengadakan jalur khusus sepeda dengan perlindungan hukum yang memadai.

Belakangan, beberapa pemerintah kota giat membuat jalur khusus sepeda. Namun, tanpa per­lindungan hukum yang memadai, jalur tersebut hanya sekadar hiasan karena selalu diserobot moda transportasi lain, terutama sepeda motor.

Sejauh ini tampaknya belum ada statistik resmi berapa pengguna sepeda di Indonesia, khususnya di perkotaan.

Di Jakarta, misalnya, pengguna sepeda yang rata-rata mengayuh untuk segala keperluan selama tiga hari dalam satu pekan barangkali tidak lebih dari 200.000 orang. Di seluruh Indonesia, kemungkinan besar pengguna sepeda reguler tidak lebih dari angka 1,5 juta orang.

Kalaupun angka ini mendekati akurat, berarti hanya sekitar sepersepuluh dari pengguna reguler sepeda di Inggris.

Jika angka statistik ekonomi sepeda di Indonesia belumlah “seksi” untuk dibahas, barangkali lebih menarik membicarakan manfaat bersepeda bagi kesehatan.

Menurut pakar kesehatan olahraga, dr Hario Tilarso, secara umum kegiatan bersepeda sangat efektif dalam meningkatkan kebugaran. Jika dilakukan dengan intensitas yang memadai, bersepeda secara klinis terbukti dapat meningkatkan ke-mampuan jantung dan paru-paru, menambah kekuatan otot, menurunkan lemak badan, menurunkan berat badan, menurunkan tingkat gula darah, meningkatkan diameter pembuluh darah, serta menurunkan risiko penyakit jantung koroner.

Dengan begitu banyaknya manfaat bersepeda, tampaknya gaya hidup sehat dengan olahraga ini akan semakin digemari masyarakat. Dalam hitungan rasio, katakanlah investasi sepeda senilai Rp 2 juta, akan mendapat manfaat yang berlipat ganda dari meningkatkan kebugaran dan kesehatan.

Negara tampaknya harus lebih serius mendorong ekonomi sepeda karena selain manfaatnya bagi peningkatan kesehatan, juga sangat signifikan mengurangi ekonomi biaya tinggi, semisal akibat kemacetan lalu lintas.

Dinas Perhubungan DKI Ja­karta pernah menghitung, biaya kemacetan di Ja­karta mencapai sekitar Rp 45 triliun per tahun. Ini meliputi biaya bahan bakar minyak, operasional kendaraan, dan nilai waktu (time value) yang terbuang.

Suka Dihormati

Rasulullah Shallallaahu ‘alaihi wa Salam bersabda,

Barangsiapa suka dihormati manusia dengan berdiri, maka hendaknya ia mendiami tempat duduknya di Neraka.

(HR. Ahmad, hadits shahih)

Anas bin Malik berkata,

Tak seorang pun yang lebih dicintai oleh para sahabat dari-pada Rasulullah Shallallaahu ‘alaihi wa Salam. Tetapi, bila mereka melihat Rasulullah Shallallaahu ‘alaihi wa Salam (hadir), mereka tidak berdiri untuk beliau. Sebab mereka mengetahui bahwa beliau membenci hal tersebut.

(HR. At-Tirmidzi, hadits shahih)

Subhanallah …. Tauladan yang sungguh sempurna Rasul kita ini …..

 

Sepeda Mini

Ketika ditanya wartawan tentang cita-citanya

Dahlan Iskan ingin memiliki sepeda

karena saat itu dia pergi dan pulang sekolah jalan kaki

sementara itu, teman-temannya naik sepeda

 

Menurut saya ini adalah cita-cita besar pada jamannya

Apakah sekaranga dia masih menginginkan sepeda?

Mungkin. Namun, bukan untuk sekolah atau bekerja

Jangankan sepeda, pabrik sepedapun mampu dia beli sekarang

 

Cerita polos tersebut saya baca dari sebuah buku tentang dirinya

Mengapa saya terkesan cerita itu?

Karena tak jauh dari cita-cita saya yang “kandas”
Mengapa kandas? Karena saya jelas tak mendapatkannya

 

Saat saya duduk di bangku kelas 4 SD Guntur Madiun

Saya pernah mengajukan proposal kepada ibu saya

Masih ingat sekali saya, saat itu ibu sedang menggoreng tempe di pawon

Saya sangat hati-hati mengajukan proposal tersebut

Tentu karena saya ingin ibu saya langsung menyetujuinya

Singkat cerita, saya harus membuat strategi jitu

Untuk itu saya musti cari waktu yang tepat

Dan juga saya harus cari suasana yang pas

 

Saat siang hari setelah saya pulang dari sekolah

Saya dapati ibu saya sepertinya suasananya sedang asik

Menggoreng tempe dengan wajah ceria

“Saatnya beraksi nih,” ujar saya dalam hati

 

Sambil agak gemetar, saya mulai menjalankan strategi saya

“Bu …”

Ono opo le?” jawab ibu saya

“Tahu Iwan Zulkifli bu? Itu lho yang rumahnya di komplek PNKA, Jl Biliton …”

“Wah ….ibu kok ra kenal yo le…”

“Nanti ibu pasti kenal, saya akan ajak dia main ke rumah kita”.

“Itu lho bu …Iwan punya sepeda bagus sekali …,” lanjut saya

“Model baru bu ..namanya sepeda mini…!!

Bolehkah aku minta ibu membelikan aku seperti punya Iwan?”

“Ah …itu sepeda kan hanya untuk bisa dipakai sampe kelas 6 SD,

nanti kalau kamu SMP sepeda itu siapa yang akan pakai …

“Tapi bu …..”

“Lagian, orang tua Iwan kan orang kaya. Bapak kan sudah tidak ada ….

….tinggal ibu sendiri,” jawab ibu lirih dengan nada mulai merendah

“Iya bu …” jawab saya sambil bercampur aduk antara kecewa dan kasihan ibu

Ibu melanjutkan “Nanti kalau banyak jahitan, ibu belikan sepeda jengki ..”

 

Gedubrak! Saya kecewa setengah mati mendengar jawaban ibu tersebut

Namun saya tahu persis kondisi ekonomi kami tak mungkin

Masih ingat saya, kadang ibu hanya memasak sayur lodeh beton (biji nangka)

Ya, hanya bijinya, tanpa ada nangkanya

Lauknya pun tempe gembus

Tapi jangan tanya, itu enak sekali dan saya tak ada masalah memakannya

Saya yakin bukan ibu tak punya uang, karena jahitan selalu ada

Tapi ibu hanya ingin hemat,

menabung buat masa depan saya dan tiga kakak saya

 

Beberapa hari setelah itu Heri, putranya Kepala Pertamina, naik sepeda mini

Saya masih ingat, warnanya kuning menyala

Saya semakin ingin memiliki sepeda mini

Namun saya tahu, itu tak kan mungkin bisa saya miliki

Bukan. Bukan karena ibu saya pelit

Ibu saya bijak dan visioner

Beliau tahu bahwa sepeda mini masa pakainya seperti sepeda roda tiga

Sedangkan dua tahun lagi saya sudah SMP, tak cocok sepeda mini lagi

Saya kecewa sekali meski saya faham maksud ibu

Saya tak kuasa merengek karena pendapat ibu benar adanya

 

Heri dan Iwan sering melintas dengan sepeda mininya

Fantasi saya terhadap sepeda mini semakin menjadi-jadi

Bagi saya, sepeda ini paling sexy dan paling moderen

Ada dua hal utama yang membuat saya suka sekali speda mini

Pertama, sadelnya panjang nyambung ke belakang

Di bagian ujung belakang ada sandarannya….aduh kerrreeennn!!

Rasanya seperti memiliki sepeda motor

Bayangkan, masih SD sudah bisa mengendarai sepeda motor!

Opo ora nggajak tenan??!!!!

Belum lagi warna sadelnya yang menyala

Punya Heri warna kuning sedang Iwan warna biru Benhur

Wah!! Betapa gagahnya kalau saya bisa menaiki sepeda mini!!

Kedua, saya suka bannya lebar seperti ban motor

Ketika sepeda ini dinaiki, kelihatan ban berputar tambah gagah

Rasanya sudah seperti motor beneran

Dua hal ini membuat fantasi saya terhadap sepeda mini makin menggila

Setiap hari saya hanya berandai-andai ….

Kalau orang tua saya Kepala Pertamina

Kalau orang tua saya Kepala PNKA

Ya sudahlah ….apapun saya tidak punya sepeda mini

 

Beberapa bulan kemudian ibu menepati janjinya

Saya diberi-tahu bahwa ibu siap membelikan saya sepeda

Fantasi saya akan jadi kenyataan

Namun ibu konsisten dengan janjinya, sepeda jengki bukan sepeda mini

Yaaaaaaa…..(dalam hati saya kecewa)

Tapi saya terima juga tawaran ibu tersebut dari pada jalan kaki

Saya memilih merek sepeda FOREVER karena jarang yang pakai

Saat itu yang banyak dipakai merek Phoenix, Asia Bike, atau Sim King

Tentu saya ingin tampil beda… Saya pilih Forever warna hijau tentara!

 

Tak mendapatkan sepeda mini menjadi pelajaran berharga bagi saya

Saya sedang digembleng untuk merasakan ketidak-nyamanan

Ketidak-nyamanan itu merupakan modal dasar untuk ikhlas

Berat rasanya menerima kenyataan bahwa saya tak mendapatkannya

Hidup ini memang tak sepenuhnya bisa saya kendalikan

Banyak variabel-variabel yang di luar kendali saya

Sepeda mini harus saya akui sebagai fantasi saya yang luar biasa buasnya

Saking inginnya memiliki sepeda mini, beberapa kali saya mimpi memilikinya

Begitu saya kecewa, ada rasa berontak dari dalam diri

Kenapa saya tak bisa memilikinya?

Bukankah Iwan dan Heri itu juga teman-teman saya?

Mengapa mereka bisa memilikinya? Kenapa saya tidak?

Tidak adil!

 

Setelah saya dewasa saya baru “ngeh”

Bahwa hidup ini tak selalu harus berjalan sesuai kehendak kita

Seperti Mick Jagger bilang di salah satu lagunya

You don’t always get what you want …

Hidup harus dibarengi dengan pemahaman konteks yang terus berkembang

Konteks saya sebagai anak adalah mendapatkan kesenangan

Ibu saya lebih visioner, melihat dari aspek manfaat

Kalau mau membelanjakan uang, berpikirlah seperti sebuah investasi

Dalam investasi, manfaat diperoleh bukan sekedar jangka pendek

Harus dilihat ke depannya bagaimana

 

Ternyata ada ibrah (pembelajaran) lebih dalam lagi

Kita sering berpikir bahwa kita harus mendapatkan apa yang kita mau

Sebelum hal tersebut tercapai kita berjuang keras untuk mencapainya

Hal tersebut sangat bagus

Namun, bila menghalalkan segala cara, ini jelas melanggar ketentuanNya

Kita wajib berhenti pada suatu titik dimana ada batasan dariNya

Pada titik ini kita tak sadar bahwa Yang Maha Kuasa punya rencana lain

Seringkali kita tak bisa menerima rencanaNya

Padahal Dia jauh lebih tahu dari kita

Dia bukan lagi visioner, tapi sudah tahu secara tepat apa yang akan terjadi

Makanya Dia berikan yang TERbaik buat umatNya

 

Kalaupun saat itu saya mendapatkan sepeda mini tersebut

Pada saat masuk bangku SMP saya akan merengek ke ibu minta sepedajengki

Jadi, bila kita merasa “kandas”, mari kita nikmati saja …

Karena itu yang TERbaik dariNya ….

 

 

Wallahualam bishawab

 

Gatot Widayanto

1 Januari 2012

JRENG!

Kali ini liputan tentang grup gowes ROBAR yang pada tanggal 24 Desember 2011 lalu berkumpul kembali setelah cukup lama sulit mengumpulkan bareng. Sebenernya anggotanya ada 28 orang, namun selalu sulit bertemu semuanya. Makanya tanggal 24 Desember 2011 kemarin kita ketemu yang bisa aja. Tempat pertemuan di Marketing Office BSD, Foresta. Setelah foto bersama, kita gowes mengitari kawasan Foresta. Asik!

ROBAR: Jokky W Hidayat, Irawan Nugroho, Edhi Sutanto, Fendie Sumantri, Helen Huang, Andry Sutanto, Susan Wu, Teddy Kurniawan, Gatot Widayanto and Patricia Sari.

 

Older Posts »

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.