Feeds:
Posts
Comments

Kitab Tauhid

Kitab kecil namun penuh makna.
Untuk pemurnian tauhid …
Banyak ulasan yang menyentuh hati karena mengingatkan kita tentang siapa sebenarnya kita dan kemana kita akan kembali.

Masya Allah …

-

10613025_10152680547343809_7207051837754967530_n

Beliau mengupas tauhid dengan memulainya dari surah Al Isra ayat 23 yang artinya begini:

23. Dan Tuhanmu telah memerintahkan supaya kamu jangan menyembah selain Dia dan hendaklah kamu berbuat baik pada ibu bapakmu dengan sebaik-baiknya. Jika salah seorang di antara keduanya atau kedua-duanya sampai berumur lanjut dalam pemeliharaanmu, maka sekali-kali janganlah kamu mengatakan kepada keduanya perkataan “ah” dan janganlah kamu membentak mereka dan ucapkanlah kepada mereka perkataan yang mulia [*].

[*] Mengucapkan kata “ah” kepada orang tua tidak dlbolehkan oleh agama apalagi mengucapkan kata-kata atau memperlakukan mereka dengan lebih kasar daripada itu.

Bayangkan …perintah berbuat baik kepada orangtua disejajarkan atau sekurangnya bersamaan dengan perintah menyembah hanya kepada Allah. Bahkan kita mengucapkan “ah” saja kepada orangtua dilarang oleh Allah. Betapa mulianya orang tua kita ….

 Catatan Kutbah Jumat di Masjid Nurul Ikhlas

-

2014822120845

  1. Khatib melakukan tausiyah untuk dirinya maupun jamaah demi meningkatkan takwa. Semoga kita semua 
    selalu mampu menjalankan perintahNya, mampu meninggalkan laranganNya dan mudah2an selalu konsisten dan istiqomah.
  2. Bangsa kita telah 69 tahun merdeka. Perlu adanya evaluasi apa yg sdh kita rasakan selama alam merdeka ini. Apakah perjuangan dari pahlawan kita memang sudah memberikan kemerdekaan pada arti sesungguhnya. Sementara itu kita semua tahu bahwa banyak orh asing mengeruk kekayaan alam kita. Ini adalah jenis penjajahan baru. Kasihan pejuang kemerdekaan yang diperjuangkan dengan darah dan keringat namun hasilnya dinikmati oleh segelintir manusia saja.
  3. Apa yg bisa kita lakukan agar indonesia menjadi negeri yang thoyiban …. Warabbun gofur …selalu mendapatkan maghfiroh. Buat apa kekayaan alam hanya dinikmati segelintir manusia. Untuk itu kita perlu untuk selalu bersyukur ke Allah:
    1. Hendaknya menerima dg gembira krn kemerdekaan yang kita raih tak lepas dari anugerah Allah SWT. Bukan melulu dari pejuang namun juga pasti krn rahmat Allah. Mana mungkin kalau bukan dari rahmat Allah dengan persenjataan bambu runcing melawan panser dan tank penjajah? Mensyukuri nikmat yg telah diberikan oleh Allah. Jangan sampai anak muda telah lupa dg syukur ini sehingga bisa jadi tergerus dengan westernisasi. Palestina habis dibantai zionis yahudi yg tak punya nilai kemanusiaan. Apa kita mau? Kalau bangsa asing datang mengeruk kekayaan alam apa kita rela?
    2. Menyatakan dalam bentuk ucapan seperti Bung Tomo tgl 10 Nov : Allahu Akbar. Jangan sampai aset2 negara dijual oleh anak2 soekarno yg tak mengerti makna kemerdekaan. Padahal Bung Karno dulu mengatakan: Lebih baik makan gaplek di negeri sendiri daripada makan bistik namun hidup di luar Indonesia. Jangan sampai kita mendapatkan murka Allah seperti disebut dalam surah Al Araf.  Selain itu di surat An Nahl ayat 112 Allah berfirman:

      Dan Allah telah membuat suatu perumpamaan (dengan) sebuah negeri yang dahulunya aman lagi tenteram, rezkinya datang kepadanya melimpah ruah dari segenap tempat, tetapi (penduduk)nya mengingkari ni’mat-ni’mat Allah; karena itu Allah merasakan kepada mereka pakaian [*] kelaparan dan ketakutan, disebabkan apa yang selalu mereka perbuat.

      [*] Maksudnya: kelaparan dan ketakutan itu meliputi mereka seperti halnya pakaian meliputi tubuh mereka. 

      Adapun negeri yang dimaksud adalah Yaman. Di INdonesia pun sepertinya juga mirip. Hakim tak lagi memiliki hati nurani. Kemaksiatan dimana-mana.

    3. Banyak mendekatkan diri ke Allah …kegiatan positif.\Semuanya agar kita tek mendapatkan murkaNya.

 

Dua hari lalu saya membaca buku bertajuk The Great Leader yang bercerita tentang kepemimpinan nabi besar Muhammad salallahu alaihi wassalam. Saya tak ingat lagi bagaimana rangkaian kata yang tertulis di buku tersebut karena saat ini buku tersebut sedang dipinjam oleh seorang teman yang ingin tahu lebih jauh tentang nabi Muhammad. Ada dua kisah yang jelas saya ingat tentang akhlak mulia Rasul:

  1. Abdullah ibn Abdul Hamsa berkata, “Aku pernah berjanji hendak menjumpai Muhammad di suatu tempat, tetapi lupa dan baru teringat setelah tiga hari berlalu. Ternyata dia masih berada di tempat itu,dan ketika melihatku dia hanya berkata, “Engkau telah memberiku kesulitan. Aku menunggumu di sini sejak tiga hari yang lalu.” Peristiwa ini terjadi pada masa Jahiliyah, sebelum Muhammad diutus sebagai Rasul. (dikutip langsung dari buku karena saya sempat memotret bagian ini)
  2. Pada sebuah perjanjian yang menguntungkan pihak musuh Islam, Rasul tetap menyetujui perjanjian dijalankan sesuai dengan yang disepakati meskipun belum ditanda-tangani hitam di atas putih. Artinya ucapan janji dari Rasul bersifat mengikat. Perjanjian ini memang pada akhirnya diketahui merugikan dari pihak muslim dan ketika terjadi sesuatu yang merugikan kaum muslim, Rasul tetap memenuhinya. Kalau tidak salah tentang pertukaran tawanan perang dimana hanya ada klausul pihak muslim wajib mengembalikan tawanan sedangkan tak ada klausul yang sebaliknya dimana pihak musuh mengembalikan tawanan perang.

10615988_10152670777748809_6220630582949181294_n

Hal nomer dua di atas sungguh berbeda dengan yang dialami oleh umat saat ini. Saya baru saja makan siang dengan klien yang saya mendengar sebuah kasus yang mirip dengan kejadian nomer 2. Klien saya berencana pindah kantor dai satu lokasi (A) ke lokasi lainnya (B) namun masih satu kompleks. Klien saya menginginkan agar nomer telponnya yang selama ini digunakan di lokasi A yang disediakan oleh operator telepon 1 dipindahkan ke lokasi B. sayangnya di lokasi B si klien telah membuat perjanjian ekslusif dengan operator telepon 2 sehingga operator telepon 2 berkeberatan ada operator 1 masuk ke lokasi B. Alasan membuat perjanian dengan operator 2 secara eksklusif karena operator 2 membayar fee lebih tinggi ke klien saya yang mengelola lokasi B; karena operator 2 akan investasi di lokasi B ini. Klien saya dengan mudah mengatakan: “memang kita sudah deal dengan operator 2 di lokasi B, namun UNTUNGNYA masih belum ada tanda-tangan kontrak, jadi saya bisa minta operator 1 untuk memindahkan telepon di lokasi A ke B”.

Coba bandingkan dengan akhlak mulia Rasul di kasus pada butir 2 di atas.

Salam

Tipu Daya Setan

Catatan dari Kajian Bada Dzuhur di Masjid Rumah Sakit Pusat Pertamina (RSPP)

Hubud Dunya

[4:31PM, 8/19/2014] Gatot Widayanto: Setan artinya membara, selalu marah, beringas. Makanya orang yg terpengaruh setan jadinya beringas karena membara dan panas.

Setan bisa berupa jin maupun manusia. Namun, manusia yang setan sudah tak bisa mempan sama jin karena setannya dia lebih parah daripada jin yang ada di sekitarnya. Makanya setan dalam wujud manusia kadang sulit ditaklukkan dengan ayat2 al Quran misal nya Al Fahihah, ayat Kursi maupun ayat terakhir al Baqarah. Bahaya sekali setan dalam wujud manusia. Mereka sudah hubud dunya (cinta dunia).

Hubudunya tak harus kaya raya. Miskinpun kalau meninggalkan shalat karena urusan dunia termasuk dalam hubud dunya …

Beruntunglah orang yang Zuhud: ada tidaknya kenikmatan dunia ia tetep bersyukur. Meski sedikit harta ia miliki namun ia bersyukur. Inilah zuhud

[4:47PM, 8/19/2014] Gatot Widayanto: Allah:
Sedikit sekali umatku yang bersyukur. Makanya kita yg ikut shalat berjamaah di saat Dzuhur ini termasuk yang terpilih karena sebenarnya banyak saudara2 kita yang terpanggil namun tak terpilih untuk shalat berjamaah dan duduk dalam majlis ini. Kita hatus bersyukur.

Tipu daya setan ada dimana mana tak hanya di dunia gemerlap bahkan di saat kita beribadah sekalipun bila misalnya kita shalat hanya karena ingin dilihat sbg orang shalih, atau membaca Quran karena ingin mndapat imbalan, atau melakukan kajian karena ingin dipuji, naik haji agar dipandang di masyarakat dan sebagainya.   Jelas setan masuk di setiap kegiatan kita baik itu ibadah maupun bukan. Bila sudah riya maka tak diterima lagi ibadah kita oleh Allah karena kita ibadah bukan untukNya. Misalnya ada yg shalat dengan tabiratul ihram yang panjang sekali: Allaaaaaaaaaaaaaaaahu akbar …. Ini jelas tidak baik karena panjangnya tak boleh lebih dari ENAM KETUKAN dan selebihnya merupakan perbuatan sia2 dan riya.
.
[4:55PM, 8/19/2014] Gatot Widayanto: Suara setan adalah musik. Fashion setan adalah tattoo. Setan selalu menggunakan wanita sebagai umpan untuk menggoda manusia.

Untuk itu kita harus belajar untuk selalu MELURUSKAN NIAT. Kegiatan yang sama namun dngn niat yang beda maka akan menghasilkan hal yang beda. Kita niatkan senuanya untuk Allah Ta’ala.

Bagaimana rumus melawan setan?
Takut kepada Allah!

Bagaimana agar takut kepada Allah? Galilah ilmu syari melalui Quran dan Hadits dan pelajari dengan seksama, maka kita akan takut ke Allah. Bagaimana orang tak berilmu bisa takut ke Allah? Tak mungkin! Untuk itulah perlu kita perdalam ilmu kita, gali sampai dalam. Semakin kita tahu, maka semakin takut kita kepada Allah. Bila kita takut kpd Allah maka setan akan pergi menjauh dari kita.

Wallahu’alam bishawab.

Ditulis untuk WA Group sambil nyantap ketoprak di kantor indosat, sambil nunggu ustadz Ade Purnama kasih liqo .

Area parkir ditandai dengan cone seperti ini merupakan pemandangan yg biasa di gedung ex Djakarta Theater (sebelah kompleks Sarinah) ini. Ini memang permainan Satpam untuk mendapatkan uang tambahan bagi mereka yang mau parkir di area yang ada cone nya ini. Menyebalkan sekali. Mestinya Manajemen Gedung bisa menindak tegas satpam seperti ini. Lagian tugas satpam bukan sebagai juru parkir.

Area parkir sarinah

* foto diambil hari selasa malam bada Isya, 19 Agustus 2014 *

Obrolan kedai kopi (okeko) kali ini merupakan dialog antara dua orang bernama Amir (A) dan Badu (B):

A: “Jadi, apa topik kita kali ini?”

B: “Apa saja yang ada manfaatnya bagi kita, utamanya untuk meningkatkan iman dan takwa kita”

A: “Bagaimana kalau kita mulai aja dengan yang paling mendasar dulu tentang awal kita dilahirkan. Konon saat kita dilahirkan pertama kali di dunia ini, bahkan saat kita belum bicara apapun kita sudah melakukan dialog langsung dengan Tuhan Semesta Alam ini.”

B: “Bagaimana sebuah dialog terjadi apabila salah satunya belum bisa bicara?”

A: “Hanya Alllah Ta’ala yang mengetahui karena Dia yang menciptakan semuanya ini. Tapi yang jelas, di Quran disebutkan bahwa ketika bayi baru dikeluarkan dari subli (tulang belakang) ibunya, ia sudah ditanya oleh Tuhannya …. ‘Bukankah Aku ini Tuhanmu?’ dan bayi-bayi yang lahir tersebut menjawab “Betul (Engkau Tuhan kami), kami bersaksi, ‘ … Ini jelas memiliki makna mendalam”

B: “Apa itu maknanya?”

A: “Sejak lahir seorang bayi sudah mengakui bahwa Allah Ta’ala merupakan Tuhan mereka dan tak ada yang lain yang ia sembah selain Allah Ta’ala. Selain itu, bayi tersebut juga bersedia menjadi saksi bahwa Allah adalah Tuhannya…”

B: “Hmmm …. Kalau begitu apakah setiap bayi pada dasarnya muslim karena sudah mengakui keesaan Allah dan melakukan kesaksian terhadapnya”

A: “Betul sekali …setiap bayi dilahirkan adalah seorang muslim adanya; lingkungan tempatnya ia hidup kemudianlah yang menyebabkan ia terus menjadi muslim atau non-muslim. Dialog awal saat bayi dilahirkan itu penting sekali karena pada akhirnya harus ia pertanggungjawabkan kelak di kemudian hari.”

B: “Kasihan juga ya bayi-bayi yang dibesarkan dalam lingkungan yang menyebabkan ia tak menjadi seorang muslim karena ia mengingkari kesaksian awal saat ia pertama kali melihat dunia. Kita harus bersyukur telah menjadi muslim sehingga sekurangnya kita bisa bersaksi di kemudian hari. Lantas, bagaimana ya …kalau bayi itu akhirnya menjadi non muslim padahal karena orang tuanya mendidiknya demikian. Dia kan gak bersalah, karena orang tuanya mendidiknya menjadi non muslim. Bagaimana solusinya dong?”

A: “Tak mudah memang …. Namun sekurangnya manusia kan diwajibkan terus berpikir. Jadi setelah dewasa dia seharusnya melakukan pencarian mengenai siapa tuhannya… Namun ini diskusi yang panjang …bisa kita lanjutkan di obrolan selanjutnya ya kali?

Silaturahim

Catatan Kutbah Jumat di Galanium (dekat kantor PLN Pusat)

Allah memerintahkan kita berkomunikasi kpd Allah maupun sesama
Bertaubatlah sebelum datangnya kematian
Sebelum datang waktu sibuk kita
Sambung silaturahim
Komunikasi ke Allah via sodaqoh dan dzikir
Kalian akan ditolong dan diberi rejeki oleh Allah dalam menjalin hub dg Allah

Rasul:
Agar selalu diberi rejeki okeh Allah maka sambunglah tali silaturahim

An Nisa
Dan bertakwalah kpd Allah yg kamu satu sama lain saling silarurahim ….

Agar memperoleh keberuntungan2 ….

Orang2 yg melanggar perjanjian Allah dan membuat kerusakan di muka bumi mereka itulah orang2 yg merugi, tak mendapatkan kemanfaatan

Abu Hrairah
Seorang laki2 mempunyai saudara, mnyambung silaturahim tapi ia memutusnya, saya berbuat baik tapi dia tidak, saya sopan tapi dia tidak.
Rasul:
Pabila benar itu yg kamu lakukan berarti kamu telah melakukan kebaikan tak ada henti2nya

Jangan henti2nya berbuat kebaikan meski pihak lsinnya tak menyambutnya

Balasan cepat dari Allah bila:
1. Berbuat baik kpd orang tua
2. Silaturahim

Memulai dari kita pribadi dan keluarga

Sodaqoh thd orang2 yang berhak
Senantiasa berbuat baik kpd org tua
Silaturahim

Gatot Widayanto

“The high destiny of the individual is to serve rather than to rule.” Albert Einstein

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 58 other followers